Menu

Mode Gelap

Berita · 9 Nov 2025 17:14 WIB

Polisi Geledah Rumah Terduga Pelaku Peledakan SMAN 72, Temukan Bukti Penting


 Polisi Geledah Rumah Terduga Pelaku Peledakan SMAN 72, Temukan Bukti Penting Perbesar

JAKARTA – Tim gabungan kepolisian terus bergerak cepat dalam mengungkap kasus peledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11) siang. Sebagai bagian dari proses penyidikan, polisi melakukan penggeledahan di rumah terduga pelaku pada hari Sabtu (8/11). Langkah ini diambil setelah serangkaian tindakan investigasi yang meliputi olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengumpulan barang bukti yang signifikan.

Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan berdasarkan dugaan kuat terhadap keterlibatan seseorang dalam insiden yang melukai puluhan siswa tersebut.

“Ada rangkaian yang dilakukan pihak kepolisian, dari sterilisasi, dari pemeriksaan olah TKP, barbuk (barang bukti), patut diduga sehingga melakukan penggeledahan ke salah satu rumah yang diduga merupakan pelaku,” ujarnya di Polda Metro Jaya.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah barang yang dianggap memiliki keterkaitan dengan peristiwa peledakan.

Namun, Budi Hermanto belum bersedia mengungkapkan detail mengenai barang-barang sitaan tersebut karena masih dalam proses pendalaman dan analisis lebih lanjut.

Tim penyidik akan mencocokkan barang bukti yang ditemukan di rumah terduga pelaku dengan barang bukti yang telah dikumpulkan sebelumnya dari lokasi kejadian. Hal ini bertujuan untuk memperkuat bukti-bukti yang ada dan mengungkap rangkaian peristiwa secara lebih komprehensif.

“Termasuk persesuaian dengan yang ada di rumah, ternyata ada persesuaian dari beberapa alat barbuk tersebut,” imbuh Budi Hermanto.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya titik terang dalam pengungkapan kasus ini, meskipun pihak kepolisian masih berhati-hati dalam memberikan kesimpulan akhir.

Lebih lanjut, Budi Hermanto menyampaikan bahwa hasil resmi dan detail terkait kasus peledakan di SMAN 72 akan disampaikan kepada publik dalam waktu dekat. Pihak kepolisian melibatkan berbagai satuan kerja dalam penanganan kasus ini, termasuk Densus 88 Anti Teror dan Puslabfor Mabes Polri.

Baca Juga:
Jalan Kaki vs Bersepeda: Mana Yang Lebih Efektif Turunkan Berat Badan dan Apa Saja Manfaatnya

Keterlibatan Densus 88 mengindikasikan bahwa polisi tidak menutup kemungkinan adanya unsur terorisme dalam insiden ini, meskipun penyelidikan masih terus berjalan. Sementara itu, Puslabfor Mabes Polri bertugas untuk melakukan analisis forensik terhadap barang bukti yang ditemukan, guna mengetahui jenis bahan peledak yang digunakan dan bagaimana ledakan tersebut dapat terjadi.

“Jadi ada beberapa satuan kerja, bukan hanya Polda Metro Jaya. Ada Densus 88, ada Puslabfor Mabes polri, serta ada dari Polres Jakarta Utara,” jelas Budi Hermanto.

Kerjasama antara berbagai satuan kerja ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus ini secara profesional dan transparan.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11) siang, saat para siswa sedang melaksanakan salat Jumat. Akibat ledakan tersebut, sebanyak 96 orang menjadi korban luka-luka.

Sebagian besar korban adalah siswa sekolah tersebut. Hingga sehari pasca kejadian, sebanyak 29 korban masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit, termasuk RSI Cempaka Putih, Rumah Sakit Yarsi, dan RS Pertamina. Sementara itu, 67 siswa lainnya telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kondisi para korban yang masih dirawat di rumah sakit.

“Sehingga total yang masih dirawat ada kurang lebih 29 dari 96. Dan sisanya kemarin sudah pulang dan mungkin dilaksanakan rawat jalan,” kata Kapolri.

Kasus peledakan di SMAN 72 ini menjadi perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, kepolisian, dan masyarakat luas. Semua pihak berharap agar kasus ini dapat segera terungkap dan para pelaku dapat diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selain itu, diharapkan pula agar para korban dapat segera pulih dari luka-luka fisik dan trauma psikologis yang mereka alami. Pemerintah dan pihak terkait terus berupaya untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada para korban dan keluarga mereka, agar mereka dapat melewati masa-masa sulit ini.

Baca Juga:
Pertamina Gandeng Waste4Change Kelola 5,79 Ton Sampah Pasca Eco RunFest 2025

Insiden ini juga menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita