Menu

Mode Gelap

Berita · 10 Des 2025 19:46 WIB

Polres Langkat Bersinergi dengan BGN dan SPPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir


 Polres Langkat Bersinergi dengan BGN dan SPPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Perbesar

PROLOGMEDIA – Bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, telah menimbulkan dampak signifikan bagi warga setempat. Air yang merendam permukiman dan akses jalan yang terputus membuat aktivitas warga terganggu, sementara kebutuhan pokok menjadi tantangan utama. Menyikapi hal ini, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, turun langsung ke lapangan untuk memimpin upaya koordinasi kemanusiaan yang melibatkan berbagai pihak, Selasa, 9 Desember 2025.

 

Kapolres Langkat menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam penanganan bencana. Bersama dengan Badan Global Nusantara (BGN) Langkat dan Satuan Pengamanan Pemukiman Gratis (SPPG) yang dibina oleh Polres Langkat, mereka membentuk tim terpadu yang fokus menyalurkan bantuan serta memberikan layanan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir. Sinergi ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat dan mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.

 

Fokus kegiatan kemanusiaan ini dilakukan di Dusun Ampera, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, salah satu wilayah yang terdampak paling parah. Tim gabungan menyalurkan lebih dari 300 paket makanan bergizi, termasuk nasi siap saji, lauk-pauk, susu, serta air minum bersih. Bantuan ini diberikan secara langsung kepada warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, yang rumahnya terendam hingga lebih dari 50 sentimeter air.

 

Selain penyaluran bantuan makanan, personel Polres Langkat, BGN, dan SPPG juga memastikan lokasi pengungsian aman, nyaman, dan layak huni. Mereka menyiapkan tenda pengungsian sementara, menyediakan tempat tidur darurat, serta mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan harian warga. Tim kesehatan juga dikerahkan untuk memantau kondisi fisik pengungsi, memberikan pelayanan kesehatan dasar, serta mengedukasi masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan penyakit yang kerap muncul setelah banjir, seperti diare dan infeksi kulit.

 

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, menegaskan bahwa kolaborasi antara aparat kepolisian, lembaga kemanusiaan, dan komunitas lokal adalah langkah strategis dalam menangani bencana. “Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Langkat. Polres Langkat bersama BGN dan SPPG terus berupaya membantu warga terdampak banjir agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi. Sinergi ini adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat,” ujarnya.

 

AKBP David juga menekankan bahwa kehadiran personel di lapangan bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepastian bagi warga yang sedang menghadapi situasi sulit. Personel kepolisian turut mengatur lalu lintas, menjaga keamanan di lokasi pengungsian, serta memberikan bantuan evakuasi bagi warga yang membutuhkan. Dalam kondisi darurat seperti ini, peran aparat kepolisian tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang tanggap terhadap bencana.

 

Selain dukungan pemerintah dan aparat, keterlibatan lembaga swadaya masyarakat seperti BGN dan SPPG menjadi faktor penting dalam memastikan distribusi bantuan berjalan efektif. BGN Langkat menyediakan logistik tambahan, sementara SPPG berperan dalam membantu masyarakat mengevakuasi barang berharga dan memantau kondisi lingkungan. Dengan pendekatan kolaboratif ini, setiap warga yang terdampak bisa memperoleh bantuan secara merata dan tepat sasaran.

 

Baca Juga:
Buah Malaka: Manfaat Dahsyat dan Risiko yang Perlu Anda Tahu!

AKBP David Triyo Prasojo menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih sebesar-besarnya kami sampaikan kepada BGN Langkat, seluruh anggota SPPG Binaan Polres Langkat, dan seluruh personel Polres Langkat yang telah bekerja tanpa lelah. Bersama, kita kuat. Bersama, kita peduli,” ungkapnya penuh haru. Pernyataan ini menegaskan bahwa solidaritas dan gotong-royong menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana di Kabupaten Langkat.

 

Tak hanya berhenti pada penyaluran bantuan, upaya kolaboratif ini juga mencakup program jangka menengah untuk membantu warga pulih dari dampak banjir. Tim gabungan merencanakan pendataan rumah yang terdampak, perbaikan infrastruktur darurat, serta pembagian bantuan non-makanan seperti selimut, pakaian hangat, dan kebutuhan sekolah bagi anak-anak. Langkah-langkah ini ditujukan agar masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas normal secepat mungkin, dan anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan meskipun dalam kondisi darurat.

 

Dampak bencana banjir tidak hanya terbatas pada aspek fisik, tetapi juga psikologis. Banyak warga mengalami kecemasan akibat kehilangan tempat tinggal, harta benda, dan gangguan akses transportasi. Tim psikososial dari Polres Langkat dan BGN turut hadir untuk memberikan pendampingan emosional, memastikan warga tetap tegar menghadapi masa pemulihan. Pendekatan holistik seperti ini dianggap vital untuk membangun kembali rasa aman dan percaya diri masyarakat pasca-banjir.

 

Bupati Langkat juga menyampaikan dukungannya terhadap sinergi ini. Dalam pernyataannya, ia mengapresiasi langkah cepat Polres Langkat, BGN, dan SPPG dalam menyalurkan bantuan dan memberikan layanan kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memfasilitasi kolaborasi lintas sektor, termasuk penyediaan logistik tambahan, dukungan medis, dan pemulihan infrastruktur kritis.

 

Kegiatan sinergi ini menjadi contoh nyata bagaimana kepolisian, lembaga kemanusiaan, dan komunitas lokal dapat bekerja sama secara efektif dalam menanggulangi bencana. Dengan kolaborasi yang solid, penanganan dampak banjir tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan, memastikan masyarakat Langkat dapat segera pulih dan melanjutkan kehidupan dengan normal.

 

Hingga saat ini, upaya bantuan terus berlangsung, dengan target menjangkau seluruh desa yang terdampak banjir. Kapolres Langkat menekankan bahwa misi kemanusiaan ini adalah tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi, baik melalui donasi, relawan, atau sekadar menyebarkan informasi mengenai lokasi-lokasi pengungsian dan bantuan yang tersedia.

 

“Banjir memang datang sebagai musibah, tetapi dengan solidaritas dan kerja sama, kita bisa menghadapinya dengan kuat. Kami berharap seluruh warga Langkat tetap menjaga keselamatan, mengikuti arahan petugas, dan saling mendukung satu sama lain,” pungkas AKBP David Triyo Prasojo.

 

Baca Juga:
Mengolah Tunas Rotan Jadi Hidangan Tradisional: Lezat, Gurih, dan Bernilai Gizi

Sinergi antara Polres Langkat, BGN, dan SPPG ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat yang terdampak bencana. Dengan bantuan logistik, layanan kesehatan, keamanan, dan dukungan psikososial yang terpadu, harapan besar tercipta agar warga dapat bangkit dari musibah banjir dan melanjutkan kehidupan dengan lebih aman dan nyaman.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita