Menu

Mode Gelap

Berita · 30 Nov 2025 20:09 WIB

Polri Gerak Cepat Bangun Jembatan Gantung di Soppeng, Tindak Lanjut Instruksi Presiden Prabowo


 Polri Gerak Cepat Bangun Jembatan Gantung di Soppeng, Tindak Lanjut Instruksi Presiden Prabowo Perbesar

PROLOGMEDIA – Kepolisian Negara Republik Indonesia menunjukkan langkah cepat dan tepat dalam merespons arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan saat Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno Jakarta. Dalam momentum tersebut, Presiden menekankan bahwa negara tidak boleh lagi membiarkan anak-anak di berbagai pelosok Indonesia menghadapi risiko keselamatan hanya demi menempuh perjalanan menuju sekolah. Banyak daerah masih memiliki keterbatasan infrastruktur dasar berupa jembatan layak, sehingga warga harus berjuang menembus sungai, arus, atau medan berat hanya untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Keseriusan Presiden dalam mengangkat isu ini disampaikan dengan pesan yang kuat agar Polri, TNI, hingga mahasiswa teknik dari berbagai perguruan tinggi turut terlibat dalam upaya pembangunan jembatan di wilayah terpencil. Arahan ini menggerakkan seluruh jajaran Polri untuk mengambil tindakan nyata secepat mungkin.

 

Sebagai bentuk implementasi langsung atas instruksi tersebut, Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan bergerak cepat di bawah pimpinan KBP M. Ridwan, S.I.K. Satu Satuan Setingkat Kompi personel Brimob dengan kemampuan khusus Vertical Rescue dan Light Field Engineering (LFE) diterjunkan untuk membantu pembangunan sebuah jembatan gantung di Kabupaten Soppeng. Jembatan tersebut direncanakan menjadi penghubung vital bagi tiga desa sekaligus, yakni Desa Watu, Desa Mariritenggae, dan Desa Marioriaja di Kecamatan Marioriwawo. Ketiga desa ini selama bertahun-tahun dipisahkan oleh sebuah sungai yang arusnya kerap meningkat pada musim hujan. Tidak adanya jembatan permanen membuat masyarakat harus bergantung pada cara-cara sederhana yang penuh risiko, seperti menyeberang menggunakan ban dalam mobil atau rakit kecil yang mereka buat sendiri. Cara ini tidak hanya menyulitkan aktivitas ekonomi dan sosial warga, tetapi juga membahayakan keselamatan anak-anak sekolah yang setiap hari harus menyeberang demi mendapatkan pendidikan.

 

Sejumlah warga sebenarnya telah lama berinisiatif menggalang dana secara swadaya untuk membangun jembatan sederhana. Namun, meskipun semangat gotong royong sangat kuat, keterbatasan kemampuan teknis dan ketiadaan tenaga ahli membuat pembangunan tidak dapat terealisasi. Bahan-bahan yang terkumpul juga tidak cukup untuk membangun jembatan yang benar-benar aman dan kokoh. Situasi ini menjadikan kehadiran Satbrimob Polda Sulsel sebagai jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat tersebut. Selain menjalankan tugas keamanan dan penanggulangan bencana, Brimob memiliki kompetensi teknis yang dapat membantu masyarakat dalam pembangunan infrastruktur dasar yang penting. Itulah yang membuat langkah Satbrimob Sulsel kali ini bukan sekadar respons terhadap perintah, tetapi sebuah bentuk kehadiran negara yang konkret, dekat, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

 

Pembangunan jembatan gantung di Soppeng ini memiliki panjang sekitar 20 meter dengan struktur dasar yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian warga, terutama pejalan kaki dan para pelajar. Saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 15 persen. Tahap awal meliputi survei lapangan, penentuan titik pondasi, pengecekan material awal, dan penyiapan alat-alat teknis. Pengerjaan dilakukan melalui kolaborasi antara personel Brimob dan warga setempat yang bergotong royong membantu mulai dari pembersihan jalur hingga pengangkutan material. Keterlibatan masyarakat menjadikan proses pembangunan lebih cepat dan memperkuat rasa memiliki terhadap fasilitas yang akan terwujud.

 

Untuk mendukung tugas ini, Polri memberangkatkan 15 personel di bawah pimpinan Ipda Taufik, Wadanki 3 Batalyon C Pelopor. Mereka dilengkapi berbagai perlengkapan khusus seperti kendaraan taktis SAR, mesin las, peralatan konstruksi dasar, tenda lapangan, helm dan rompi SAR, tali, serta perlengkapan pendukung lainnya. Seluruh peralatan tersebut dipastikan dalam kondisi baik sebelum diberangkatkan agar proses pembangunan berjalan tanpa hambatan. Dari Mako Batalyon C Pelopor Bone, kegiatan operasi diawali dengan pengecekan perlengkapan pada pukul 22.43 Wita, dilanjutkan apel pemberangkatan beberapa menit kemudian. Tepat pukul 22.53 Wita rombongan bergerak menuju Desa Watu, membawa harapan baru bagi masyarakat yang telah lama menantikan jembatan layak.

 

Baca Juga:
Air Rebusan Jagung: Dulu Dibuang, Kini Jadi Rahasia Sehat Alami

Bagi masyarakat tiga desa tersebut, jembatan ini bukan hanya struktur fisik, tetapi simbol perubahan. Selama bertahun-tahun, sungai menjadi penghalang yang membatasi interaksi sosial, memperlambat perputaran ekonomi, dan menghambat akses pendidikan. Pada musim penghujan, arus sungai meningkat dan alat penyeberangan sederhana tidak dapat digunakan. Aktivitas warga terhenti, anak-anak tidak bisa bersekolah, dan risiko kecelakaan meningkat. Beberapa warga pernah mengalami kejadian menegangkan ketika rakit mereka terseret arus atau terbalik. Itulah sebabnya pembangunan jembatan permanen menjadi kebutuhan mendesak, dan kehadiran Brimob untuk mewujudkannya memberi harapan baru bagi masa depan anak-anak setempat.

 

Polri memahami betul bahwa instruksi Presiden bukan semata perintah formal, tetapi seruan moral. Negara harus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang hidup di wilayah yang belum tersentuh pembangunan signifikan. Dengan diterjunkannya Brimob, Polri ingin menegaskan bahwa tugas kepolisian bukan hanya terkait penegakan hukum atau keamanan, tetapi juga membantu mewujudkan kesejahteraan dan memberikan perlindungan dalam arti luas. Akses pendidikan merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa, dan memastikan anak-anak dapat menempuh perjalanan ke sekolah dengan aman adalah bagian dari upaya Polri membangun masa depan Indonesia.

 

Pembangunan jembatan gantung di Soppeng diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain yang memiliki permasalahan serupa. Sinergi antara Polri, masyarakat, mahasiswa teknik, hingga TNI akan menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pembangunan infrastruktur sederhana namun vital. Langkah ini juga sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas, di mana kualitas sumber daya manusia membutuhkan akses pendidikan yang merata dan aman.

 

Gerak cepat Satbrimob Polda Sulsel menjadi bukti bahwa Polri hadir bukan hanya ketika terjadi gangguan kamtibmas, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan bantuan nyata. Melalui kerja lapangan yang langsung menyentuh persoalan masyarakat, Polri ingin menunjukkan komitmen untuk terus memperkokoh rasa kepercayaan publik. Dengan jembatan yang nantinya berdiri kokoh, anak-anak dapat melangkah ke sekolah tanpa rasa takut, para petani bisa mengangkut hasil panen dengan lebih mudah, dan interaksi antarwarga menjadi lebih lancar. Infrastruktur kecil seperti ini justru memiliki dampak besar bagi kehidupan sehari-hari masyarakat desa.

 

Langkah ini mempertegas peran Polri sebagai bagian dari solusi strategis bangsa. Dengan hadirnya Brimob di Soppeng, perjuangan masyarakat tiga desa menuju akses yang lebih baik kini memasuki babak baru. Polri terus memastikan bahwa setiap tugas yang dijalankan berorientasi pada keselamatan rakyat dan masa depan generasi muda Indonesia.

 

Baca Juga:
Kantor HypeFast Beri Potongan 1 Jam WFO Setiap Lari 5K

Polri — Hadir untuk Rakyat, Kerja Nyata untuk Masa Depan.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ironi di Tengah Kemewahan: Jalan Kampung di Jakarta Pusat Tak Pernah Diaspal Puluhan Tahun

30 November 2025 - 20:44 WIB

Kisah Lulusan Ber-IPK 4.0 yang Harus Berhadapan dengan Tekanan Dunia Nyata

30 November 2025 - 20:42 WIB

Aturan Barang Bawaan di Kereta Khusus Petani dan Pedagang, Ini Daftar Larangannya

30 November 2025 - 20:24 WIB

Kick-off HPN 2026 di Serang Terselenggara Meriah, Banten Mantapkan Diri sebagai Tuan Rumah Puncak Peringatan Nasional

30 November 2025 - 20:14 WIB

Air Astana Capai Rekor Pemesanan 50 Airbus A320neo untuk Perluas Jangkauan dan Modernisasi Armada

30 November 2025 - 20:07 WIB

PWI Banten Teken MoU Dengan Bank Banten, PHRI Banten dan Grup 1 Kopassus

30 November 2025 - 19:48 WIB

Trending di Berita