Menu

Mode Gelap

Berita · 20 Des 2025 19:45 WIB

Polri Perluas Akses Air Bersih di Aceh Tamiang Lewat Pembangunan 300 Sumur Bor


 Polri Perluas Akses Air Bersih di Aceh Tamiang Lewat Pembangunan 300 Sumur Bor Perbesar

PROLOGMEDIA – Upaya kepolisian dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terus diwujudkan melalui langkah-langkah nyata di lapangan. Salah satu bentuk komitmen tersebut ditunjukkan melalui rencana pembangunan ratusan titik sumur bor di Kabupaten Aceh Tamiang. Program ini dirancang sebagai solusi jangka menengah hingga panjang untuk mengatasi keterbatasan akses air bersih yang selama ini masih dirasakan sebagian warga, terutama setelah wilayah tersebut terdampak bencana banjir dan longsor pada akhir November lalu.

Sebanyak 300 titik sumur bor direncanakan akan dibangun secara bertahap dan menyeluruh di Aceh Tamiang. Pembangunan ini menyasar 216 desa yang tersebar di 12 kecamatan, sehingga manfaatnya diharapkan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Sasaran utama pembangunan sumur bor tidak hanya terbatas pada permukiman warga, tetapi juga mencakup berbagai fasilitas publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat sehari-hari, seperti masjid dan musholla, puskesmas, sekolah, pesantren, lokasi pengungsian, hingga terminal dan fasilitas umum lainnya.

Hingga Jumat, 19 Desember 2025, progres pembangunan menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Sebanyak 23 titik sumur bor telah selesai dibangun dan dinyatakan operasional. Titik-titik tersebut tersebar di berbagai lokasi strategis yang diprioritaskan berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat. Rinciannya meliputi satu titik sumur bor baru di lingkungan Polres Aceh Tamiang sebagai pusat koordinasi dan pelayanan, 14 titik di masjid dan musholla yang menjadi tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial warga, satu titik di Posko Terminal Kuala Simpang, satu titik di pesantren, satu titik di sekolah, satu titik di lokasi pengungsian, serta dua titik di kawasan perumahan warga.

Selain membangun sumur bor baru, Polri juga melakukan rehabilitasi terhadap dua titik sumur bor milik warga yang sebelumnya tidak lagi berfungsi optimal. Rehabilitasi ini dilakukan agar fasilitas yang sudah ada dapat kembali dimanfaatkan, sehingga mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih tanpa harus selalu membangun dari awal. Langkah ini dinilai efektif karena mampu memaksimalkan sumber daya yang tersedia sekaligus menghemat waktu dan biaya.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Menurutnya, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai kesulitan, terutama dalam kondisi pascabencana.

Ia menegaskan bahwa akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup dan kesehatan masyarakat. Ketika bencana banjir dan longsor melanda, banyak sumber air bersih yang tercemar atau rusak, sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam situasi seperti itu, kehadiran fasilitas sumur bor menjadi sangat krusial, baik untuk keperluan konsumsi, sanitasi, maupun aktivitas ibadah.

Baca Juga:
Cara Pakai Beras untuk Bikin Kulit Glowing Alami

“Pembangunan sumur bor ini adalah bentuk komitmen Polri dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar akan air bersih, terutama di wilayah yang terdampak banjir dan longsor. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan bersama,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago. Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Polri akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat agar seluruh target pembangunan 300 titik sumur bor dapat terealisasi dengan baik dan tepat sasaran. Koordinasi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa lokasi pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan serta tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Dalam pelaksanaannya, program ini juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan pemanfaatan jangka panjang. Setiap titik sumur bor dirancang agar mudah diakses oleh masyarakat sekitar dan dapat digunakan secara bersama-sama. Dengan demikian, keberadaan sumur bor tidak hanya menjadi solusi sementara pascabencana, tetapi juga menjadi infrastruktur pendukung kehidupan masyarakat ke depan.

Bagi warga Aceh Tamiang, kehadiran sumur bor ini memberikan harapan baru, terutama bagi mereka yang selama ini bergantung pada sumber air yang terbatas. Di beberapa wilayah, air bersih harus didapatkan dengan jarak yang cukup jauh atau kualitasnya kurang layak. Dengan adanya sumur bor, masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan air bersih tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan atau menempuh jarak yang jauh.

Program pembangunan sumur bor ini menjadi bagian dari rangkaian upaya Polri dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pascabencana. Selain membantu pemulihan kondisi fisik wilayah, program ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan dan kepercayaan antara Polri dan masyarakat. Sinergi yang terbangun melalui kerja sama semacam ini diyakini akan memberikan dampak positif dalam penanggulangan bencana di masa mendatang, sekaligus memperkokoh peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Baca Juga:
Manfaat Daun Kenikir: Lalapan Sederhana dengan Kaya Nutrisi untuk Kesehatan

Dengan target pembangunan yang cukup besar dan jangkauan wilayah yang luas, program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Aceh Tamiang. Seiring berjalannya waktu, Polri berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Polemik UMSK Jawa Barat Memanas, Zuli Zulkipli Singgung Transparansi Serikat Buruh

3 Januari 2026 - 19:10 WIB

Polri Pastikan Sekolah di Aceh Utara Siap Digunakan Pascabanjir

3 Januari 2026 - 19:00 WIB

Terungkap, Motif Utang Rp1,4 Juta Picu Pembunuhan Sadis di Jambe

3 Januari 2026 - 18:56 WIB

Kisruh Keuangan dan Dugaan Korupsi, Pemprov Banten Bersih-Bersih ABM

3 Januari 2026 - 18:48 WIB

Permukiman hingga Kawasan Industri Cilegon Dikepung Banjir

2 Januari 2026 - 23:08 WIB

Trending di Berita