PROLOGMEDIA – Polri kembali menegaskan komitmen kemanusiaannya dengan hadir langsung di tengah masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Melalui Alumni Akademi Kepolisian Angkatan 1990 Batalyon Dhira Brata, Polri secara konsisten menyalurkan bantuan kemanusiaan secara bertahap sejak awal bencana terjadi. Langkah ini menjadi wujud kepedulian berkelanjutan, sekaligus bukti bahwa institusi kepolisian tidak hanya hadir dalam aspek penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga dalam upaya kemanusiaan dan pemulihan sosial masyarakat.
Kabupaten Aceh Tamiang tercatat sebagai salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang di Sumatra. Bencana tersebut merendam permukiman, merusak fasilitas umum, serta memutus akses logistik di sejumlah kecamatan. Ribuan warga terpaksa mengungsi dan kehilangan sumber penghidupan sementara. Dalam kondisi tersebut, kehadiran bantuan yang cepat, terkoordinasi, dan berkesinambungan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak, khususnya kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Melalui Alumni Akpol Angkatan 1990 Batalyon Dhira Brata, Polri menyalurkan bantuan kemanusiaan gelombang ketiga pada Sabtu, 20 Desember 2025. Penyaluran ini melengkapi dua tahap bantuan sebelumnya yang telah lebih dulu disalurkan sejak awal Desember. Secara keseluruhan, total bantuan yang telah masuk ke Kabupaten Aceh Tamiang mencapai sekitar 57 ton beras, lebih dari 4.300 dus mi instan, sedikitnya 360 dus minyak goreng, lebih dari 330 dus air mineral, 200 dus susu kental manis, 3.840 kotak susu bayi, serta puluhan ribu perlengkapan bayi dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pangan, gizi, dan perlindungan dasar warga yang terdampak bencana.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas konsistensi kepedulian Polri dan Alumni Akpol Angkatan 1990. Menurutnya, bantuan yang terus mengalir ini sangat berarti bagi masyarakat, terutama bagi warga yang rumahnya terendam dan kehilangan harta benda akibat banjir bandang. Pemerintah daerah, kata Armia Fahmi, berkomitmen untuk memastikan seluruh bantuan disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. Ia juga menyampaikan doa agar seluruh amal kebaikan tersebut menjadi ladang ibadah dan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.
Baca Juga:
Wajib Tahu, Ini Bagian Udang yang Aman Dimakan dan Sebaiknya Dihindari
Keterlibatan langsung pimpinan Polri dalam penyaluran bantuan turut memperkuat koordinasi di lapangan. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo hadir langsung pada 3 Desember 2025 sebagai perwakilan Alumni Akpol Angkatan 1990 untuk memastikan distribusi bantuan berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Kehadiran tersebut juga menjadi simbol kepedulian dan tanggung jawab moral alumni Akpol terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Pada tahap pertama, bantuan kemanusiaan diberangkatkan sehari sebelumnya menggunakan Kapal KN Berhala milik Navigasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Pengiriman melalui jalur laut dipilih untuk mempercepat penyaluran logistik ke wilayah terdampak yang akses daratnya sempat terganggu. Bantuan tahap awal meliputi beras kemasan 5 kilogram dan 10 kilogram dengan total sekitar 32 ton, mi instan sekitar 1.300 kardus, minyak goreng sebanyak 310 dus, serta air mineral sebanyak 300 dus. Selain itu, dukungan juga datang dari warga Aceh Tamiang di Medan yang turut menyumbangkan popok anak, air mineral sekitar 30 dus, roti lima kardus, biskuit 30 kardus, serta minyak goreng 50 kardus.
Selanjutnya, pada 8 Desember 2025, Alumni Akpol Angkatan 1990 kembali menyalurkan bantuan tahap kedua melalui jalur darat. Sebanyak enam truk logistik diberangkatkan dari Gedung Serba Guna Kargo Kualanamu menuju Aceh Tamiang dengan pengawalan personel kepolisian. Bantuan tahap kedua ini terdiri dari beras sebanyak 5.000 bungkus ukuran 5 kilogram atau setara 25 ton, susu kental manis sebanyak 200 dus, serta mi instan sebanyak 3.000 dus. Pengawalan ketat dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran distribusi hingga bantuan diterima oleh pemerintah daerah setempat.
Puncak rangkaian bantuan ditandai dengan penyaluran bantuan kemanusiaan gelombang ketiga pada 20 Desember 2025. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, kepada Bupati Aceh Tamiang. Pada tahap ini, bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan kelompok rentan, khususnya bayi dan keluarga terdampak banjir bandang. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi pampers sebanyak 416 dus atau 49.920 buah, susu bayi sebanyak 80 dus atau 3.840 kotak, selimut sebanyak 600 buah, serta kelambu sebanyak 500 buah. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan, kenyamanan, dan perlindungan keluarga selama masa pemulihan pascabencana.
Baca Juga:
8 Spot Glamping di Sentul dengan Pemandangan Alam Estetik & Sejuk
Melalui penyaluran bantuan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, Polri menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat tidak bersifat sesaat. Selain menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, Polri juga berperan aktif dalam respons kemanusiaan, memastikan bantuan segera diketahui masyarakat, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang lebih menyeluruh, dengan tujuan meringankan beban warga Aceh Tamiang sekaligus menumbuhkan kembali harapan dan semangat kebersamaan di tengah situasi sulit.









