PROLOGMEDIA – Sejak diresmikan pada akhir November 2025, Pulau Lima Resort muncul sebagai wajah baru pariwisata bahari di Provinsi Banten — sekaligus ambisi baru untuk menjadikan Banten sebagai “surga wisata pantai” di pantai barat Pulau Jawa. Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan keyakinannya bahwa dengan potensi alam dan letak strategis, Banten bisa menjadi destinasi utama bagi pelancong Indonesia.
Resort ini bukan sekadar tempat bermalam — melainkan wujud perencanaan matang untuk menawarkan pengalaman wisata terpadu yang nyaman, menyenangkan, dan relevan bagi berbagai kalangan. Di dalam kawasan Pulau Lima terdapat fasilitas modern seperti kolam renang anak-anak, berbagai wahana olahraga air termasuk jetski dan banana boat, area memancing, serta fasilitas-fasilitas lain yang dirancang agar keluarga bisa menikmati liburan dengan tenang.
Tidak hanya menawarkan kesenangan, Pulau Lima Resort juga dirancang dengan menjunjung nilai-nilai lokal. Resort ini menjaga dan merawat situs makam leluhur serta membangun sebuah masjid terapung — menunjukkan bahwa wisata dan warisan budaya bisa hidup berdampingan.
Menurut Andra Soni, keberadaan resort ini diperhitungkan secara strategis. Banten sudah memiliki variasi destinasi wisata bahari: pantai keluarga di Anyer dan Carita, resort ekologis premium di Tanjung Lesung, camping dan sport tourism di kawasan Sawarna–Bagedur, lokasi diving dan konservasi di Pulau Tunda — dan kini Pulau Lima hadir sebagai ikon wisata bahari modern dan “instagramable”.
Baca Juga:
Hidden Gems Tangsel: 5 Tempat Wisata yang Wajib Masuk Bucket List Liburanmu!
Dukungan terhadap investasi pariwisata menjadi bagian penting dari strategi ini. Andra Soni menyampaikan bahwa transformasi sektor pariwisata tidak hanya akan menghadirkan tempat rekreasi tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama di kawasan Jabodetabek — pasar besar bagi wisata bahari Banten karena akses yang mudah, pantai bersih, dan kondisi laut yang aman untuk aktivitas wisata.
Dari sisi operasional, manajemen Pulau Lima Resort menunjukkan komitmen terhadap lingkungan dan keberlanjutan. Resort ini dirancang menggunakan energi mandiri melalui instalasi panel surya, sebagai alternatif pengganti genset yang umumnya digunakan di area wisata pulau. Langkah ini mencerminkan upaya menjaga lingkungan sambil membangun fasilitas modern.
Ke depannya, Pulau Lima bukan hanya soal bangunan dan fasilitas — ada rencana kolaborasi bersama masyarakat lokal: pemilik perahu, perajin, hingga seniman akan dilibatkan dalam lokakarya (workshop) di dalam area wisata. Ini menciptakan peluang ekonomi sekaligus melestarikan budaya dan kearifan lokal.
Baca Juga:
Dugaan Penyelewengan Dana BOS dan Proyek Bangunan di SMAN 02 Negara Batin Makin Menguat
Semua elemen ini — alam, kemudahan akses, fasilitas lengkap, pelestarian budaya, dan keterlibatan masyarakat — menjadikan Pulau Lima Resort potensi nyata sebagai destinasi wisata keluarga, anak muda, hingga pencari liburan santai. Bagi siapa saja yang ingin melepas penat tanpa harus terlalu jauh dari pusat kota, Pulau Lima bisa jadi pilihan yang menjanjikan.









