Menu

Mode Gelap

Wisata · 30 Nov 2025 14:14 WIB

Pulau Tidung Bersinar dalam Festival Cahaya Spektakuler Bright Island Fest 2025


 Pulau Tidung Bersinar dalam Festival Cahaya Spektakuler Bright Island Fest 2025 Perbesar

PROLOGMEDIA – Pulau Tidung, salah satu pulau di Kepulauan Seribu, tiba-tiba berubah wujud — dari pulau yang dikenal sebagai destinasi wisata bahari biasa menjadi panggung cahaya malam yang memukau berkat penyelenggaraan Bright Island Fest 2025. Acara ini digelar mulai 25 hingga 30 November 2025 oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, dengan ambisi tak sekadar menghadirkan hiburan malam, tetapi juga mengangkat potensi wisata serta ekonomi lokal di kawasan Kepulauan Seribu.

 

Malam demi malam selama festival, Pulau Tidung disinari instalasi cahaya di sebelas titik strategis — dari Dermaga Cinta, Jembatan Cinta, lapangan voli, amphiteater, hingga alun-alun dan pelabuhan. Illumination light-show ini menghadirkan pengalaman visual spektakuler melalui berbagai bentuk instalasi: dari “light ambience” yang menenangkan, “colorful trees” yang bernyawa warna, hingga pertunjukan cahaya yang bergerak seperti wave of light, dancing line, dan light-shadow play di antara pepohonan.

 

Di tengah surutnya kegiatan malam di banyak destinasi akibat pandemi dan perubahan gaya hidup, festival ini hadir sebagai napas baru. Dengan mengusung konsep immersive light experience, penyelenggara berharap acara ini bisa menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan Jakarta dan Kepulauan Seribu sebagai destinasi “kota global” — sebuah langkah agar ibu kota tidak hanya dikenal karena kesibukan dan gedung-gedungnya, tapi juga daya tarik wisata malam dan kreativitas.

 

Tak sekadar soal lampu dan pencahayaan: festival ini sekaligus menjadi katalisator ekonomi. Pelaku UMKM, pengelola homestay, dan berbagai perusahaan pariwisata ikut merasakan berkah dari meningkatnya jumlah wisatawan — baik penduduk lokal maupun wisatawan dari luar Jakarta. Homestay mengalami renovasi dan perbaikan fasilitas, tanda bahwa penyelenggaraan acara semacam ini bisa membawa dampak positif jangka panjang.

 

Salah satu sosok penting di balik acara ini, Lucky Wulandari (Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta), menegaskan bahwa energi dari para wisatawan — dari setiap senyuman, foto, hingga pembelian produk lokal — adalah bagian dari ekosistem positif yang ingin dibangun. “Setiap foto yang Anda abadikan, produk yang Anda beli, setiap senyum … adalah energi positif yang akan terus bergaung,” ujarnya saat berbicara di Pulau Tidung, Jumat (28/11/2025).

 

Baca Juga:
Belajar dari Klepon: Filosofi Kesederhanaan, Ketulusan, dan Penerimaan dalam Kue Tradisional Jawa

Festival ini juga dilengkapi dengan hiburan: panggung musik yang menampilkan nama-nama artis serta performer, mulai dari musik kontemporer hingga kolaborasi komunitas seni lokal. Beberapa di antaranya adalah Wina Gacima, Vanny Rizqy, Diskopantera, Namoy Budaya, serta grup band dan komunitas lokal seperti Gangsta Rasta, Monkey Boots, dan Pemuda Sinar Mas. Konser dan pertunjukan ini menjadi bagian penting dalam memberikan nuansa malam yang hidup, bukan sekadar tontonan — tetapi perayaan budaya, komunitas, dan kreativitas.

 

Alih-alih menjadi sekadar acara sementara, festival ini dirancang sebagai bagian dari roadmap jangka panjang: mempromosikan Kepulauan Seribu bukan hanya sebagai destinasi wisata alam siang hari, tetapi juga sebagai destinasi malam yang modern, artistik, dan kreatif. Dengan kombinasi pariwisata, seni, dan komunitas, penyelenggara berharap festival seperti ini bisa lebih rutin dan bahkan menjadi agenda tahunan.

 

Bagi wisatawan — khususnya warga Jakarta dan sekitarnya — pengalaman di Pulau Tidung kini bukan hanya soal snorkeling, pantai, dan matahari terbenam. Malam hari membawa sensasi berbeda: jalanan yang diterangi lampu warna-warni, instalasi cahaya yang berubah-ubah, musik dan sajian budaya, serta atmosfer komunitas yang hidup. Festival ini memungkinkan pengunjung merasakan pulau dalam ritme berbeda — sebagai ruang rekreasi, hiburan, sekaligus penghargaan terhadap kreativitas lokal.

 

Di balik kemeriahan, festival ini juga membuka harapan: bahwa pariwisata dapat dibangun secara inklusif, melibatkan penduduk lokal dan para pelaku usaha kecil — bukan semata-mata komersial besar. Homestay diperbaiki, produk lokal dipromosikan, UMKM mendapatkan pelanggan — semua berputar dalam satu rangkaian acara. Ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang tepat, acara seni dan pariwisata bisa saling menguntungkan: wisatawan mendapat pengalaman unik, masyarakat lokal mendapat manfaat ekonomi.

 

Secara simbolis, festival ini juga mencerminkan bagaimana kota besar seperti Jakarta tak melulu soal gedung tinggi, kemacetan, dan rutinitas — tetapi bisa juga menghadirkan ruang bagi seni, komunitas, dan pengalaman malam yang berbeda. Dalam jangka panjang, upaya seperti ini mungkin bisa memperkaya identitas kota dan menjembatani antara alam, budaya, dan modernitas.

 

Baca Juga:
Surga Pantai Tersembunyi di Jawa Barat: 5 Destinasi Liburan yang Wajib Kamu Jelajahi!

Bagi siapapun yang pernah ke Pulau Tidung — atau berencana ke sana — peristiwa ini bisa menjadi titik balik: melihat pulau bukan sekadar destinasi siang hari, tetapi ruang hidup malam yang penuh warna. Semoga festival ini bukan hanya sebatas kilau lampu untuk seminggu, tetapi awal dari tradisi baru yang berkelanjutan, memberi kehidupan bagi pulau, masyarakat, dan para pengunjung.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kapolres Serang Tebar Ribuan Ikan di Danau Puspemkab, Pemancing Antusias dan Ekonomi Warga Terbantu

30 November 2025 - 19:38 WIB

Enchanting Valley Hadirkan Festival Kuliner dan Pertunjukan Spesial Sambut Libur Akhir Tahun

30 November 2025 - 19:35 WIB

Kebun Raya Bogor: Museum Hidup dari Masa Kolonial hingga Pelestarian Alam

30 November 2025 - 14:12 WIB

Pulau Lima Resort, Destinasi Wisata Bahari Baru yang Mengangkat Potensi Pariwisata Banten

30 November 2025 - 02:50 WIB

Pulau Sabira: Surga Tersembunyi di Ujung Utara Jakarta dengan Alam Laut Spektakuler

30 November 2025 - 02:24 WIB

Fenomena Laut Dua Warna di Pantai Baron: Keindahan Alam Langka yang Menarik Wisatawan

29 November 2025 - 15:38 WIB

Trending di Wisata