Menu

Mode Gelap

Berita · 23 Des 2025 18:33 WIB

Puncak Arus Mudik Natal di Pelabuhan Bakauheni Diprediksi H-2


 Puncak Arus Mudik Natal di Pelabuhan Bakauheni Diprediksi H-2 Perbesar

PROLOGMEDIA – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, suasana di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menjadi salah satu titik fokus pergerakan manusia terbesar di Indonesia. Seluruh elemen transportasi laut, petugas pelabuhan, hingga para pemudik tengah bersiap menghadapi lonjakan aktivitas yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada H‑2 Natal, yakni sekitar 23 Desember 2025. Prediksi ini datang dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), perusahaan pelayaran yang mengelola penyeberangan antar pulau di Selat Sunda, khususnya jalur Bakauheni–Merak.

General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menyampaikan bahwa hingga hari ini aktivitas lalu lintas kendaraan dan penumpang di pelabuhan masih terpantau normal dan lancar, namun semua pihak siap jika terjadi lonjakan besar. Ia mengatakan bahwa pihak ASDP memproyeksikan puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru akan terjadi mulai H‑2 hingga H‑1, atau dari 23 hingga 24 Desember, saat sebagian besar warga yang merantau ingin segera berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Fenomena arus mudik ini bukan hal baru. Tradisi mudik telah menjadi bagian dari budaya Indonesia di setiap momen besar keagamaan dan libur nasional. Sama seperti tradisi mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri, aktivitas serupa juga terjadi menjelang Natal bagi warga yang merantau jauh dari keluarga. Tradisi panjang ini menunjukkan betapa pentingnya nilai kebersamaan dan silaturahmi dalam masyarakat Indonesia.

Untuk menghadapi lonjakan tersebut, manajemen pelabuhan telah menyiagakan ratusan petugas gabungan, terdiri dari personel ASDP, kepolisian, dan instansi terkait lainnya. Waktu ini dipilih karena menjadi momen ramai di mana banyak pemudik memilih lewat jalur laut untuk menyeberang dari Pulau Sumatra ke Pulau Jawa dan sebaliknya. Petugas bertugas mengatur arus kendaraan, mengurangi kemungkinan penumpukan kendaraan, serta membantu memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk memastikan semua kebutuhan operasional berjalan dengan baik. Selain penyiagaan personel, ASDP juga telah menyiapkan seluruh fasilitas termasuk armada kapal dan sarana penunjang lainnya secara matang. Persiapan ini mencakup pengaturan antrean kendaraan, penambahan fasilitas layanan jika diperlukan, serta koordinasi lintas instansi untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas laut.

Data dari posko angkutan Natal dan Tahun Baru menunjukkan bahwa hingga laporan terakhir, sebanyak 3.619 kendaraan sudah melaksanakan penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak, Banten. Dari jumlah itu, jenis kendaraan logistik berupa truk menjadi mayoritas dengan 1.594 unit, disusul oleh 1.545 mobil pribadi dan 216 bus. Sementara itu, jumlah penumpang yang sudah menyeberang, baik pejalan kaki maupun yang berada di dalam kendaraan, mencapai 16.047 orang.

Angka‑angka ini memberikan gambaran awal bahwa momentum liburan akhir tahun telah dimulai nyata. Tidak hanya kendaraan kecil atau pribadi, kendaraan besar seperti truk logistik juga turut meramaikan antrean penyeberangan, mengingat kebutuhan distribusi barang selama musim liburan meningkat signifikan. Keberadaan truk logistik yang dominan menunjukkan bahwa selain aspek sosial, aspek ekonomi dan distribusi barang juga menjadi bagian integral dari lonjakan mobilitas saat ini.

Baca Juga:
Pendaftaran Kartu Layanan Gratis Transportasi Jakarta Dibuka di CFD dengan Kuota Terbatas

Meski diprediksi puncak arus mudik akan terjadi H‑2, pihak ASDP tetap waspada terhadap perubahan dinamika mobilitas yang bisa saja terjadi lebih awal atau justru menyebar merata di beberapa hari menjelang Natal. Hal ini mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari cuaca hingga perubahan preferensi masyarakat dalam menentukan waktu keberangkatan. Cuaca ekstrem yang diprediksi melanda beberapa wilayah Indonesia juga menjadi salah satu perhatian utama karena berpotensi memengaruhi keselamatan penyeberangan di Selat Sunda, terutama mengingat jangkuan rute Bakauheni–Merak terkenal luas serta sering mengalami perubahan kondisi laut.

Partogi Tamba sendiri memberikan imbauan kepada masyarakat calon penumpang untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca. Ia menyarankan agar para calon penumpang selalu memantau perkembangan cuaca sebelum mengambil keputusan berangkat menyeberang. Hal ini penting dipahami karena keselamatan merupakan aspek utama yang tidak boleh diabaikan, terutama saat menghadapi potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi secara cepat di jalur penyeberangan.

Koordinasi dengan pihak Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga dilakukan secara intensif. Informasi cuaca dan gelombang laut yang diberikan secara berkala menjadi salah satu rujukan penting dalam pengambilan keputusan operasional kapal. Jika BMKG memberikan rekomendasi bahwa kondisi laut tidak aman, ASDP menyatakan akan mematuhinya demi keselamatan bersama. Ini menunjukkan bahwa selain fokus pada pelayanan, aspek keselamatan menjadi prioritas yang tak bisa ditawar. �

Persiapan Pelabuhan Bakauheni ini juga merupakan bagian dari strategi nasional yang lebih luas dalam menghadapi masa angkutan Natal dan Tahun Baru. Pihak pengelola berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pihak pelabuhan di sisi Jawa, yakni Pelabuhan Merak, untuk menyamakan pola pengaturan arus kendaraan dan penumpang. Sinergi ini penting untuk menciptakan alur perjalanan yang efisien, terutama pada titik‑titik kritis seperti pintu masuk dan keluar terminal penyeberangan.

Lintasan penyeberangan Selat Sunda antara Bakauheni dan Merak merupakan salah satu jalur tersibuk di Indonesia, menjadi penghubung vital antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa. Selama periode libur besar seperti Natal dan Tahun Baru, tak jarang jalur ini mengalami lonjakan volume kendaraan yang sangat tinggi, bahkan menjadi sorotan pemerintah dalam kebijakan transportasi nasional.

Melihat antusiasme masyarakat yang sudah mulai terlihat sejak beberapa hari sebelum puncak prediksi, banyak pemudik memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan ekstrem dan menyesuaikan waktu perjalanan agar tiba di tujuan sebelum hari raya. Strategi pemudik ini turut membantu mengurai kepadatan di titik‑titik penyeberangan di waktu‑waktu yang lebih padat.

Baca Juga:
Indonesia Punya Pesona, Negara Tetangga Punya Strategi: Tantangan Pariwisata RI di Tengah Gencarnya Promosi ASEAN

Secara keseluruhan, kesiapan menghadapi arus mudik Natal dan Tahun Baru di Pelabuhan Bakauheni mencerminkan upaya terencana dari berbagai pihak untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Dengan pengaturan yang baik, kolaborasi antar instansi, hingga koordinasi terhadap informasi cuaca, diharapkan seluruh pemudik dapat menikmati perjalanan dengan aman, nyaman, dan lancar. Momentum kumpul keluarga di hari Natal pun bisa dirasakan penuh sukacita, tanpa terbebani oleh kendala transportasi yang berarti.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita