Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 19 Des 2025 13:54 WIB

Rahasia Latihan Interval: Cara Efektif Meningkatkan Kebugaran dan Stamina


 Rahasia Latihan Interval: Cara Efektif Meningkatkan Kebugaran dan Stamina Perbesar

PROLOGMEDIA – Latihan interval kini semakin menjadi tren di kalangan masyarakat yang peduli akan kesehatan dan kebugaran. Tidak lagi eksklusif hanya untuk atlet profesional atau pelari berpengalaman, metode latihan ini kini mulai dilirik oleh banyak orang dari berbagai latar belakang usia dan tingkat kebugaran. Konsepnya sederhana namun kuat: memadukan fase intensitas tinggi dengan fase intensitas rendah dalam satu sesi latihan untuk meningkatkan performa tubuh secara keseluruhan. Ini bukan sekadar olahraga biasa — latihan interval menawarkan beragam manfaat yang bisa memaksimalkan efisiensi olahraga dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan latihan kardio tradisional yang monoton.

 

Pada dasarnya, latihan interval adalah bentuk olahraga kardio di mana Anda melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi dan rendah secara bergantian. Misalnya, dalam konteks lari, Anda bisa berlari secepat mungkin selama satu menit, kemudian berjalan atau jogging pelan selama dua menit, lalu mengulang pola ini beberapa kali dalam satu sesi latihan yang biasanya berlangsung antara 15 hingga 30 menit. Meski terlihat sederhana, pola berulang ini mampu merangsang tubuh melewati batas aerobik, sehingga detak jantung dan sistem pernapasan bekerja lebih efisien. Keuntungan utamanya adalah tubuh dilatih untuk beradaptasi dengan variasi intensitas yang tajam — ini sekaligus melatih jantung, paru-paru, otot, dan sistem metabolisme secara simultan.

 

Uniknya, latihan interval dapat dilakukan di mana saja — dari treadmill di rumah, trek lari di taman, hingga lapangan terbuka. Metode ini juga fleksibel dalam hal intensitas dan durasi, sehingga cocok bagi pemula yang baru mulai berolahraga, sekaligus bagi atlet berpengalaman yang ingin meningkatkan kemampuan mereka. Bahkan mereka yang punya jadwal padat pun bisa menikmati manfaatnya karena sesi latihan yang efektif tidak harus panjang; biasanya cukup antara 20 sampai 40 menit saja setiap sesi.

 

Jenis-jenis latihan interval pun sangat beragam. Ada latihan yang fokus pada penggunaan beban seperti dumbbell atau kettlebell untuk meningkatkan kekuatan otot sekaligus melatih sistem kardiovaskular. Ada juga jenis latihan full body yang melibatkan banyak kelompok otot sekaligus melalui gerakan seperti burpee, squat, dan mountain climber. Latihan kardio interval memberikan variasi lain yang efektif dalam membakar kalori, sementara metode Tabata merupakan salah satu bentuk latihan interval intensitas tinggi yang terkenal karena struktur waktunya yang singkat namun optimal. Dalam metode Tabata, biasanya dilakukan gerakan intens selama 20 detik, lalu istirahat selama 10 detik, yang diulang beberapa kali dalam satu set.

 

Bagi banyak orang, manfaat melakukan latihan interval tidak sebatas peningkatan kemampuan fisik semata, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan yang lebih luas. Salah satunya adalah peningkatan kekuatan otot dan metabolisme tubuh. Ketika tubuh mengadaptasi intensitas berulang ini, otot belajar bekerja lebih efisien dan lebih cepat pulih dari kelelahan. Ini sangat berguna terutama bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan atau mempertahankan komposisi tubuh ideal karena metabolisme yang lebih tinggi membantu pembakaran kalori bahkan setelah sesi latihan selesai.

 

Tidak hanya itu, latihan interval juga terbukti sangat efektif dalam meningkatkan performa atletik. Pola intensitas tinggi yang bergantian memaksa tubuh untuk beradaptasi dan memperkuat kemampuan jantung dan paru-paru dalam memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Ini kemudian berdampak positif dalam aktivitas sehari-hari — mulai dari kemampuan bernapas yang lebih baik, stamina yang meningkat ketika melakukan aktivitas fisik berat, hingga ketahanan tubuh dalam menghadapi aktivitas yang panjang sekalipun.

 

Baca Juga:
Revolusi Senyap di RSHS: Sampah Organik Jadi Eco-Enzym, Hemat Puluhan Juta!

Mendasari fisiologinya, latihan interval membuat sistem kardiovaskular bekerja lebih efisien. Dalam fase intens tinggi, tubuh memaksa jantung bekerja keras, sedangkan fase intens rendah memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih. Siklus ini menciptakan adaptasi jantung dan paru-paru sehingga kemampuan organ-organ vital ini meningkat dari waktu ke waktu. Efek yang dirasakan oleh banyak orang setelah rutin melakukan latihan ini adalah napas yang lebih panjang saat beraktivitas dan denyut jantung yang lebih stabil saat istirahat.

 

Bagi pelari, latihan interval sering menjadi bagian penting dari program latihan karena membantu meningkatkan pace, yaitu waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tertentu. Ketika tubuh terbiasa menghadapi fase intensitas tinggi yang berulang, kemampuan tubuh dalam mempertahankan kecepatan juga meningkat. Ini kemudian membuat latihan lari jarak jauh maupun sprint terasa lebih ringan dan performanya meningkat secara signifikan.

 

Cara melakukan latihan interval sendiri bisa disesuaikan dengan tujuan latihan. Untuk pemula yang baru mengenal metode ini, latihan bisa dimulai dengan kombinasi berjalan santai, jogging, dan sprint dalam durasi dan intensitas yang dikontrol. Misalnya, setelah pemanasan berjalan santai selama beberapa menit, Anda dapat meningkatkan kecepatan menjadi jogging cepat atau brisk walking, kemudian disusul dengan fase intens sprint ringan selama beberapa puluh detik. Pola ini kemudian diulang berkali-kali sebelum sesi diakhiri dengan pendinginan berupa berjalan pelan.

 

Tips penting yang sering disarankan oleh ahli olahraga adalah melakukan pemanasan dan pendinginan dengan benar sebelum dan setelah latihan interval. Pemanasan membantu menyiapkan otot dan sendi sehingga risiko cedera dapat diminimalkan, sementara pendinginan membantu menenangkan detak jantung dan membantu tubuh kembali ke kondisi normal setelah sesi latihan yang intens. Disarankan juga agar latihan interval dilakukan 2–3 kali per minggu saja untuk memberi waktu bagi otot dan sistem tubuh untuk pulih, terutama jika baru memulai.

 

Seiring dengan peningkatan popularitas latihan ini, banyak pula yang mulai menggabungkannya dengan gaya hidup sehat lainnya, seperti pemilihan makanan bergizi, hidrasi yang cukup, dan istirahat yang memadai. Kombinasi ini menghasilkan hasil yang jauh lebih optimal daripada sekadar latihan fisik tanpa disertai pola hidup yang seimbang. Tubuh yang terlatih dengan baik tentu lebih siap menghadapi tantangan hidup sehari-hari, baik dalam aktivitas ringan maupun berat sekalipun.

 

Untuk menunjang kenyamanan saat melakukan latihan interval, pemakaian perlengkapan olahraga yang tepat juga menjadi faktor penting. Pakaian yang nyaman dan mendukung pergerakan bebas dapat meningkatkan motivasi serta mengurangi gangguan yang mungkin timbul akibat gerakan intens dalam sesi latihan. Saat ini, banyak juga tersedia outfit workout yang dirancang khusus untuk mendukung latihan intens seperti ini, dengan bahan yang mampu menyerap keringat dan menjaga suhu tubuh tetap sejuk selama berolahraga.

 

Baca Juga:
Bubur Sumsum Pandan Lumer di Mulut: Resep Mudah, Aroma Wangi, Sarapan Istimewa!

Secara keseluruhan, latihan interval merupakan bentuk olahraga yang efektif, dinamis, dan fleksibel — cocok untuk siapa saja yang ingin meningkatkan kebugaran tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di gym atau lintasan. Dengan cara yang benar, konsistensi, serta dukungan gaya hidup sehat, latihan ini bisa menjadi kunci penting untuk mencapai performa tubuh yang lebih optimal dan sehat. Semakin banyak orang yang menyadari hal ini, semakin nyaman pula komunitas olahraga dalam memanfaatkan metode latihan interval sebagai bagian dari rutinitas kebugaran mereka setiap hari.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Respons Cepat Pemkab Serang, Sartini Warga Petir Dapat Bantuan dan Penanganan Medis

27 Januari 2026 - 12:15 WIB

Latihan Beban Bukan Sekadar Otot: Rahasia Tubuh Sehat dan Kuat bagi Wanita

2 Januari 2026 - 17:41 WIB

Deretan Makanan Kaya Vitamin B12 yang Penting untuk Energi, Saraf, dan Kesehatan Tubuh

1 Januari 2026 - 01:35 WIB

6 Latihan Upper Body Efektif untuk Membentuk Tubuh Kuat dan Proporsional

1 Januari 2026 - 01:26 WIB

Gaya Makan Sehat Milenial: Tren, Tips, dan Langkah Awal Menuju Hidup Lebih Fit

26 Desember 2025 - 19:55 WIB

8 Jenis Karbohidrat Tinggi Kalori yang Sebaiknya Dihindari Saat Diet

26 Desember 2025 - 19:32 WIB

Trending di Kesehatan