PROLOGMEDIA – Makan dengan sadar — sampai sekitar 80% kenyang. Di Jepang ada pepatah “hara hachi bu”, yaitu menyarankan agar kita berhenti makan sebelum benar-benar kenyang. Dengan cara ini, mereka mencegah makan berlebihan dan mengatur asupan kalori secara wajar. Pendekatan seperti ini bukan tentang diet ekstrem, melainkan makan dengan kesadaran penuh: menikmati makanan, menghargai porsi, dan memberi waktu bagi tubuh untuk menyadari rasa kenyang. Praktik sederhana ini diyakini dapat membantu menurunkan peradangan dan mendukung umur panjang.
Menerapkan segala sesuatu dengan secukupnya, tanpa berlebihan. Bukan hanya soal makan — ini termasuk gaya hidup secara keseluruhan. Dari memilih makanan, minuman, hingga pola istirahat: semuanya dilakukan secara seimbang. Misalnya, seorang lansia Jepang berusia sangat lanjut diketahui masih menikmati soda, tapi hanya satu botol sehari — bukan kebiasaan konsumsi berlebihan. Ini menunjukkan sikap sadar akan batas: menjaga kebiasaan baik, tanpa ekstrem. Dengan moderasi, gaya hidup sehat menjadi lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Aktif bergerak secara rutin dalam keseharian. Orang Jepang — termasuk banyak lansia — dikenal sering bergerak: berjalan kaki, naik tangga, atau melakukan tugas harian tanpa mengandalkan kendaraan. Ada tradisi lama, sejak 1928, yaitu “senam radio”: latihan ringan selama sekitar lima menit setiap pagi melalui siaran radio, yang banyak diikuti oleh mereka dari segala usia. Aktivitas fisik seperti ini, meskipun sederhana, membantu menjaga kebugaran, sirkulasi darah, fleksibilitas tubuh, dan menurunkan risiko penyakit serius seperti jantung dan kanker. Di banyak kasus, kebugaran bukan hasil dari gym intens, melainkan pergerakan alami yang terintegrasi dalam hidup sehari‑hari.
Menjaga postur tubuh — duduk dan berdiri dengan tegak. Orang Jepang yang hidup sangat lama, menurut pengamatan para peneliti, punya kebiasaan menjaga punggung tetap lurus sejak muda sampai tua. Mereka disiplin menjaga postur, tidak membiarkan tulang belakang membungkuk bahkan ketika usia sudah lanjut. Postur yang baik tidak hanya membuat penampilan lebih baik, tetapi juga membantu mengurangi ketegangan otot dan nyeri, menjaga mobilitas, dan mendukung fungsi tubuh secara optimal hingga usia senja.
Baca Juga:
Aturan Baru BGN: Jangan Biarkan Dapur Umum Dipegang Hanya Segelintir Orang
—
Kombinasi dari keempat kebiasaan ini — makan dengan sadar, hidup secukupnya, bergerak rutin, dan menjaga postur — membantu membentuk gaya hidup sehat secara menyeluruh. Mereka bukan “trik instan” atau rahasia aneh, melainkan kebiasaan sederhana yang dilakukan sehari‑hari, dengan disiplin dan konsistensi. Karena itu, manfaatnya terasa sepanjang hidup: bukan hanya dari sisi fisik, melainkan juga kualitas hidup — stamina, mobilitas, dan kesehatan secara umum.
Baca Juga:
Angkot Puncak Dihentikan Sementara Saat Libur Nataru, Ini Dampaknya bagi Wisatawan dan Sopir
Menariknya, kebiasaan‑kebiasaan tersebut sangat bisa ditiru siapa saja, di mana saja. Anda tidak perlu peralatan khusus, hanya kesadaran, kemauan, dan konsistensi. Dengan mengikuti pola makan dan gaya hidup seperti ini, kemungkinan Anda juga bisa merasakan manfaat jangka panjang: kesehatan yang lebih stabil, tubuh yang lebih lentur, dan kualitas hidup yang lebih baik saat usia bertambah.









