Menu

Mode Gelap

Kuliner · 18 Des 2025 15:13 WIB

Resep Tahu Petis Gorengan Gurih Manis, Camilan Tradisional yang Selalu Bikin Ketagihan


 Resep Tahu Petis Gorengan Gurih Manis, Camilan Tradisional yang Selalu Bikin Ketagihan Perbesar

PROLOGMEDIA – Tahu petis adalah salah satu camilan tradisional Indonesia yang sudah begitu melekat di lidah masyarakat dari berbagai generasi. Makanan sederhana ini bukan hanya sekadar gorengan biasa, tetapi sebuah sajian yang mampu membangkitkan memori masa kecil dan kenangan berburu jajanan di kaki lima. Perpaduan tahu yang digoreng hingga renyah dengan saus petis kental berwarna hitam yang memiliki rasa gurih dan manis menciptakan sensasi rasa yang membuat banyak orang ketagihan setiap kali mencobanya. Tak heran jika tahu petis sering dijumpai di warung-warung kecil hingga di rumah sebagai variasi menu yang praktis namun penuh citarasa.

 

Asal-usul tahu petis sendiri tak bisa dilepaskan dari kekayaan kuliner Jawa, khususnya di daerah seperti Semarang dan Sidoarjo. Di sana, tahu petis bukan sekadar jajanan pinggir jalan, tetapi bagian dari identitas kuliner lokal yang terus dilestarikan oleh generasi ke generasi. Aromanya yang khas serta rasa yang seimbang antara gurih, manis dan sedikit asin membuatnya begitu digemari oleh berbagai kalangan. Bahkan, banyak yang menilai bahwa cita rasa tahu petis mampu merepresentasikan keragaman rempah dan kecerdikan kuliner Nusantara.

 

Proses pembuatan tahu petis memang terlihat sederhana, namun setiap langkahnya memegang peranan penting untuk menghasilkan cita rasa yang sempurna. Dimulai dari pemilihan tahu yang tepat; biasanya digunakan tahu putih atau tahu pong yang setelah digoreng akan menghasilkan bagian luar yang kering dan renyah sementara bagian dalamnya tetap lembut. Tahu direndam terlebih dahulu dalam campuran bawang putih yang dihaluskan, garam, dan air selama kira-kira 15 menit agar bumbu meresap hingga ke bagian dalam tahu. Teknik merendam ini bukan sekadar trik, tetapi rahasia kecil agar setiap gigitan tahu terasa lebih gurih dari dalam.

 

Setelah didiamkan dalam bumbu, tahu kemudian digoreng dalam minyak panas dengan api sedang hingga permukaannya berubah menjadi kecokelatan dan kulitnya terasa renyah saat digigit. Proses penggorengan ini harus dilakukan secara hati-hati agar tahu tidak terlalu kering atau gosong, tetapi tetap memiliki tekstur yang menarik: luar kulit, dalam lembut. Setelah selesai digoreng, potongan-potongan tahu ini kemudian ditiriskan agar minyaknya berkurang sebelum disiapkan untuk tahap berikutnya.

 

Tahapan pembuatan bumbu petis malah menjadi inti dari kenikmatan tahu petis itu sendiri. Bumbu petis terbuat dari petis udang sebagai komponennya yang utama, dengan tambahan bawang putih goreng, cabai rawit merah untuk sentuhan pedas, garam dan gula merah yang membantu menciptakan rasa manis yang seimbang. Semua bahan ini dihaluskan atau diulek hingga menjadi pasta yang kental dan harum. Setelah itu, bumbu ini dimasak bersama air di atas api sedang sambil terus diaduk hingga mendidih dan mulai mengental. Agar saus petis tidak menjadi terlalu encer, larutan tepung beras ditambahkan sebagai pengental sehingga menghasilkan tekstur yang lebih pekat dan lengket.

 

Baca Juga:
Pulau Lima Resort, Destinasi Wisata Bahari Baru yang Mengangkat Potensi Pariwisata Banten

Ketika tahu yang sudah digoreng disiapkan, bagian tengahnya dibelah tanpa memutus bagian bawah, sehingga seperti kantung kecil yang siap diisi. Kemudian, saus petis kental itu dioleskan atau dituangkan langsung ke dalam belahan tahu, memenuhi setiap ruang yang tersedia. Saat disajikan, tahu petis biasanya masih hangat, sehingga aroma petis yang khas langsung menyebar dan menggugah selera. Untuk menambah sensasi rasa, cabai rawit hijau sering disajikan sebagai pelengkap yang bisa dikonsumsi bersama tahu petis sesuai selera pedas masing-masing penikmatnya.

 

Kelezatan tahu petis memang tidak hanya berasal dari bumbunya saja, tetapi juga dari kombinasi tekstur dan pengalaman saat menikmatinya. Bagian luar tahu yang renyah dan kopong, saat digigit akan memberikan kejutan ketika saus petis yang pekat dan beraroma kuat terlepas, menciptakan sensasi rasa yang “muncrat” di mulut. Sensasi gurih dan manis berpadu dengan aroma udang dari petis membuat setiap gigitan selalu terasa berbeda dan menarik, sehingga tak sedikit orang yang menyatakan bahwa tahu petis adalah camilan yang sulit terlupakan.

 

Tak hanya sebagai jajanan kaki lima, tahu petis juga kerap dibuat di rumah sebagai variasi camilan atau lauk untuk keluarga. Banyak orang yang bosan dengan olahan tahu goreng biasa kemudian mencoba resep tahu petis karena bahan-bahannya relatif sederhana dan mudah ditemukan di pasar lokal. Dengan sedikit kreativitas, resep tahu petis juga bisa dimodifikasi; misalnya dengan menambahkan kecap manis agar rasanya lebih legit atau menambah jumlah cabai bagi yang menyukai sensasi pedas lebih kuat.

 

Dalam budaya kuliner Jawa, tahu petis juga sering dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke kota seperti Semarang. Keistimewaan rasanya membuat banyak orang berburu tahu petis khas daerah tersebut untuk dibawa pulang dan dinikmati bersama keluarga. Bahkan, beberapa penjual tahu petis yang legendaris sering kali memiliki penggemar setia yang rela mengantri hanya untuk menikmati tahu petis mereka.

 

Meski sederhana, tapi pengalaman mencicipi tahu petis dengan segelas teh hangat di sore hari atau sebagai kudapan saat berkumpul dengan teman menjadi sebuah kenikmatan tersendiri. Tahu petis tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga cerita dan nostalgia tentang makan bersama keluarga, kenangan jajan di masa kecil, hingga apresiasi terhadap kekayaan kuliner Nusantara yang terus hidup dari generasi ke generasi.

 

Baca Juga:
Cara Efektif Membersihkan Kulkas agar Bebas Bau dan Sayuran Lebih Tahan Lama

Dengan mengikuti langkah-langkah resep di atas dan memahami filosofi di balik setiap prosesnya, siapa pun bisa menghadirkan tahu petis dengan rasa autentik khas Jawa di rumah. Sajian ini bukan hanya sekadar gorengan, tetapi karya kuliner yang memadukan tradisi, selera dan kreativitas dalam setiap gigitannya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pasar Kue Subuh Senen: Denyut Ekonomi dan Tradisi Kuliner Jakarta yang Tak Pernah Tidur

26 Desember 2025 - 19:57 WIB

Rahasia Singkong Goreng Merekah dan Empuk Tanpa Air Es

26 Desember 2025 - 19:08 WIB

Kreativitas Kuliner Nusantara: Ragam Camilan dan Olahan Unik dari Daun Pepaya

26 Desember 2025 - 18:24 WIB

Wajib Tahu, Ini Bagian Udang yang Aman Dimakan dan Sebaiknya Dihindari

25 Desember 2025 - 02:07 WIB

Waspada Saat Terbang, Ini Makanan yang Sebaiknya Dihindari di Pesawat

25 Desember 2025 - 01:52 WIB

Ayam Panggang Bumbu Pedas yang Meresap, Daging Empuk dan Juicy

23 Desember 2025 - 18:37 WIB

Trending di Kuliner