PROLOGMEDIA – Beberapa waktu belakangan, suasana di Goa Kebon di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta tergolong sepi. Kendati memiliki keindahan alam dan nuansa asri, termasuk gua alami dan air terjun, jumlah pengunjung jauh dari harapan. Atas kondisi ini, pemerintah setempat menyatakan akan melakukan revitalisasi kawasan dengan harapan bisa mengembalikan daya tarik goa ini di mata wisatawan.
Goa Kebon terletak di Dukuh VII, Kalurahan Krembangan, Kecamatan Panjatan. Aksesnya relatif mudah dan bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Area jalan menuju lokasi sudah diaspal, sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman. Saat memasuki kawasan, pengunjung dulu harus menuruni deretan anak tangga dari area parkir menuju mulut gua. Waktu tempuh dari parkir ke lokasi air terjun memakan waktu sekitar 30 menit. Di dalamnya terdapat mata air pegunungan yang mengalir secara konsisten. Air ini diyakini tidak pernah kering, sehingga air terjun di Goa Kebon sering disebut sebagai “air terjun abadi”.
Kombinasi goa alami dan curug mini membuat Goa Kebon terasa berbeda dari wisata air terjun besar pada umumnya. Curug di sini termasuk mungil dengan ketinggian yang tidak ekstrem, namun air mengalir dari mulut gua, menciptakan suasana alami dan damai. Banyak pengunjung menyukai suasana teduh di sekitar kebun dan pepohonan yang membingkai jalur menuju lokasi.
Dulu, masyarakat setempat telah mengembangkan Goa Kebon menjadi kawasan wisata. Selain goa dan air terjun, tersedia fasilitas seperti camping ground dan area outbound. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk wisata keluarga atau wisata alam sederhana. Bahkan ada wacana agar Goa Kebon juga berfungsi sebagai lokasi wisata edukatif, misalnya dengan laboratorium alam atau media pembelajaran biologi, mengingat asal-usulnya sebagai sumber air dan tempat edukasi di masa lampau.
Baca Juga:
Pemkab Serang Tegaskan Larangan Petasan dan Kembang Api Jelang Tahun Baru
Sayangnya, pengelolaan dan promosi yang minim membuat Goa Kebon gagal menarik banyak pengunjung dalam beberapa waktu terakhir. Beberapa fasilitas dasar dinilai kurang memadai, misalnya kebersihan, toilet bersih, ruang ganti, dan tempat sampah. Hal ini menyebabkan kenyamanan pengunjung terabaikan, dan menjadi salah satu faktor utama yang membuat kawasan kerap sepi.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui instansi terkait telah menyatakan komitmennya untuk merenovasi dan merevitalisasi Goa Kebon. Rencana revitalisasi ini mencakup perbaikan fasilitas dasar, peningkatan kebersihan, penyediaan infrastruktur pendukung, dan kemungkinan paket wisata baru. Tujuannya agar Goa Kebon, selain menjadi destinasi wisata alam yang nyaman, juga bisa menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun dari luar DIY.
Diharapkan, dengan langkah revitalisasi ini, Goa Kebon bisa “bangkit” lagi. Potensi alam yang ada, berupa kombinasi goa dan aliran air alami di tengah kebun, sejatinya sudah memiliki daya tarik tersendiri. Jika dikelola dan dipromosikan dengan lebih serius, Goa Kebon bisa menjadi wisata unggulan di Kulon Progo, melengkapi berbagai objek wisata lain di daerah tersebut.
Namun, upaya ini tidak hanya soal infrastruktur. Aktivitas komunitas lokal, kesiapan pengelola, serta partisipasi masyarakat juga sangat penting agar hasil revitalisasi berkelanjutan. Jangan sekadar memperbaiki fisik, tetapi juga membangun pengelolaan wisata yang adil dan ramah lingkungan. Dengan demikian, alam tetap terjaga, dan masyarakat sekitar bisa mendapatkan manfaat nyata dari keberadaan objek wisata.
Baca Juga:
DPP PMN Dukung Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional 2025 oleh Menteri Fadli Zon
Dengan rencana revitalisasi yang matang, ada harapan Goa Kebon kembali hidup. Tempat ini bisa menjadi pilihan wisata yang menarik, nyaman, dan menyenangkan. Tidak menutup kemungkinan, Goa Kebon akan kembali menyambut pengunjung yang rindu suasana alam, kedamaian, dan keasrian di tengah kebun rimbun khas Kulon Progo.









