Menu

Mode Gelap

Kuliner · 6 Nov 2025 10:51 WIB

Revolusi Kopi Lokal: Integrasi AI Dongkrak Kualitas & Konsistensi Rasa di Jakarta Coffee Week 2025


 Revolusi Kopi Lokal: Integrasi AI Dongkrak Kualitas & Konsistensi Rasa di Jakarta Coffee Week 2025 Perbesar

Jakarta Coffee Week (JCW) 2025 menjadi saksi bisu inovasi menarik di industri kopi lokal. Koro Roasters, sebuah brand kopi yang berasal dari Gianyar, Bali, berkolaborasi dengan Pratter, produsen mesin kopi lokal, memperkenalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses produksi kopi mereka. Kolaborasi ini menandai langkah maju dalam upaya meningkatkan kualitas dan konsistensi rasa kopi Indonesia.

– Kolaborasi Inovatif: Koro Roasters dan Pratter bersatu untuk mengintegrasikan AI dalam proses sangrai kopi.

– Rostoc: AI Karya Anak Bangsa: Alain Scialoja, pendiri Koro Roasters, mengembangkan AI bernama Rostoc, yang dirancang untuk menghasilkan cita rasa kopi yang konsisten dengan memanfaatkan data dari setiap proses sangrai.

– Peningkatan Kualitas Rasa: Rostoc membantu roaster untuk menyesuaikan variabel sangrai seperti suhu untuk mencapai profil rasa yang diinginkan, misalnya, meningkatkan rasa manis pada kopi.

– Basis Data Komprehensif: Rostoc dibangun dengan basis data besar yang berisi informasi tentang proses sangrai, pengolahan, hingga pengendalian mutu. Data ini memungkinkan AI untuk memberikan saran yang akurat dan relevan.

– Pengelolaan Bisnis yang Lebih Baik: Selain meningkatkan kualitas rasa, AI juga digunakan untuk mendukung pengelolaan bisnis Koro Roasters, memberikan wawasan tentang penjualan, keuntungan, dan lokasi penjualan.

– Kemitraan Strategis: Pratter akan menjadi mitra pertama yang mengintegrasikan Rostoc ke dalam mesin-mesin roaster berkapasitas 5 kg.

– Komitmen pada Nilai Lokal: Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai lokal dalam industri kopi, memberdayakan petani lokal dan menghormati karakter khas kopi Indonesia.

– Rencana Ekspansi: Koro Roasters berencana untuk merilis alat berbasis AI ini untuk publik, memungkinkan roaster lain untuk memanfaatkan teknologi ini.

Dalam ajang Jakarta Coffee Week 2025, Alain Scialoja menjelaskan bagaimana Rostoc bekerja. “Roaster kami menggunakan AI untuk meningkatkan proses sangrai. Misalnya, dia bisa bertanya, ‘Kopi ini kurang manis, bagaimana cara membuatnya lebih manis?’ Lalu AI akan memberi tahu bahwa kamu bisa menaikkan suhu pada tahap tertentu dalam proses sangrai,” ujarnya. Ini adalah contoh konkret bagaimana AI dapat membantu penyempurnaan cita rasa kopi.

Jakarta Coffee Week 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran kopi, tetapi juga panggung inovasi bagi industri kopi lokal. Sorotan utama tertuju pada kolaborasi antara Koro Roasters dan Pratter, yang memperkenalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses produksi kopi.

Langkah ini menandai era baru di mana teknologi canggih digunakan untuk meningkatkan kualitas, konsistensi, dan efisiensi produksi kopi Indonesia.

Koro Roasters, yang berbasis di Gianyar, Bali, dikenal dengan komitmennya terhadap kualitas dan inovasi. Dengan menggandeng Pratter, produsen mesin kopi lokal yang andal, mereka berupaya membawa perubahan signifikan dalam cara kopi diproduksi dan dinikmati.

Kolaborasi ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat mendukung nilai-nilai lokal dan memberdayakan petani kopi Indonesia.

Alain Scialoja, pendiri Koro Roasters, adalah otak di balik pengembangan AI bernama Rostoc. Dengan pengalaman 15 tahun di bidang teknologi dan robotika, Alain melihat potensi besar dalam memanfaatkan AI untuk mengatasi tantangan dalam industri kopi. Rostoc dirancang untuk membantu roaster menghasilkan cita rasa kopi yang konsisten dengan memanfaatkan data dari setiap proses sangrai.

Baca Juga:
Pendaftaran Kartu Layanan Gratis Transportasi Jakarta Dibuka di CFD dengan Kuota Terbatas

“Kami ingin menciptakan kopi yang tidak hanya enak, tetapi juga konsisten dalam setiap cangkirnya,” kata Alain. “Dengan Rostoc, kami dapat mengumpulkan dan menganalisis data dari setiap proses sangrai, sehingga kami dapat membuat penyesuaian yang diperlukan untuk mencapai profil rasa yang diinginkan.”

Rostoc bekerja dengan membangun basis data besar yang berisi informasi tentang proses sangrai, pengolahan, hingga pengendalian mutu. Data ini memungkinkan AI untuk memberikan saran yang akurat dan relevan kepada roaster.

Misalnya, jika seorang roaster ingin meningkatkan rasa manis pada kopi, Rostoc dapat memberikan rekomendasi tentang suhu dan waktu sangrai yang optimal.

Selain meningkatkan kualitas rasa, AI juga digunakan untuk mendukung pengelolaan bisnis Koro Roasters. Platform business intelligence yang terintegrasi dengan Rostoc memberikan wawasan tentang penjualan, keuntungan, dan lokasi penjualan. Informasi ini membantu Koro Roasters membuat keputusan yang lebih baik dan meningkatkan efisiensi operasional.

Pratter, sebagai mitra strategis, akan mengintegrasikan Rostoc ke dalam mesin-mesin roaster berkapasitas 5 kg. Langkah ini akan memungkinkan roaster lain untuk memanfaatkan teknologi AI dan meningkatkan kualitas kopi mereka.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Koro Roasters dalam proyek ini,” kata perwakilan dari Pratter. “Kami percaya bahwa teknologi AI memiliki potensi besar untuk mengubah industri kopi Indonesia.”

Kolaborasi antara Koro Roasters dan Pratter adalah contoh bagaimana teknologi dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai lokal. Koro Roasters memiliki komitmen yang kuat untuk memberdayakan petani kopi lokal dan menghormati karakter khas kopi Indonesia.

Dengan menggunakan teknologi AI, mereka dapat meningkatkan kualitas kopi sekaligus mendukung keberlanjutan industri kopi lokal.

“Kami percaya bahwa teknologi AI bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi juga bagian penting dari masa depan industri kopi,” kata Alain. “Kami berharap bahwa dengan memperkenalkan Rostoc, kami dapat menginspirasi roaster lain untuk memanfaatkan teknologi dan meningkatkan kualitas kopi Indonesia.”

Koro Roasters berencana untuk merilis alat berbasis AI ini untuk publik dalam waktu dekat. Langkah ini akan memungkinkan roaster lain untuk memanfaatkan teknologi AI dan meningkatkan kualitas kopi mereka.

Dengan demikian, Koro Roasters tidak hanya menciptakan inovasi untuk diri mereka sendiri, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan seluruh industri kopi Indonesia.

Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi industri kopi lokal. Dengan teknologi AI, roaster dapat menghasilkan kopi berkualitas tinggi dengan lebih efisien dan konsisten.

Hal ini dapat meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar global dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani kopi lokal.

Jakarta Coffee Week 2025 menjadi momentum penting bagi Koro Roasters dan Pratter untuk memperkenalkan inovasi mereka kepada dunia.

Kolaborasi ini adalah bukti bahwa teknologi dan tradisi dapat berjalan beriringan untuk menciptakan produk kopi berkualitas tinggi yang menghormati nilai-nilai lokal.

Baca Juga:
Museum Geologi Bandung Ungkap Gading Gajah Purba 800 Ribu Tahun!

Dengan semangat inovasi dan komitmen terhadap kualitas, Koro Roasters dan Pratter siap memimpin perubahan positif dalam industri kopi Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mengapa Telur Kalkun Jarang Dikonsumsi? Ini Alasan di Baliknya

5 Desember 2025 - 11:35 WIB

Tongseng Ayam Tanpa Santan yang Lebih Ringan dan Tetap Menggugah Selera

5 Desember 2025 - 11:23 WIB

Cara Mengukus Ayam di Magic Com untuk Hidangan Sehat yang Praktis dan Anti Ribet

5 Desember 2025 - 10:17 WIB

Rahasia Dapur Menghilangkan Bau Amis Ikan Laut dengan Mudah untuk Hidangan Lebih Lezat

5 Desember 2025 - 09:47 WIB

Kreasi Lezat Jantung Pisang Bersantan: Olahan Rumahan Gurih nan Bergizi

5 Desember 2025 - 00:23 WIB

Capcay Kuah Kental Gurih: Masakan 10 Menit yang Hangat, Praktis, dan Penuh Gizi

5 Desember 2025 - 00:21 WIB

Trending di Kuliner