Menu

Mode Gelap

Berita · 25 Des 2025 02:14 WIB

Ribuan Buruh Banten Gelar Aksi Besar, Akses Tol Balaraja Timur Sempat Lumpuh


 Ribuan Buruh Banten Gelar Aksi Besar, Akses Tol Balaraja Timur Sempat Lumpuh Perbesar

PROLOGMEDIA – Rabu siang berubah menjadi hari yang tak terlupakan bagi ribuan pekerja dan warga di wilayah Tangerang Raya. Sejak pagi, gelombang massa buruh mulai memadati ruas-ruas jalan menuju Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang, dalam sebuah aksi besar yang tidak hanya berdampak pada suasana pusat pemerintahan, tetapi juga pada arus transportasi di salah satu pintu gerbang tol penting di Banten. Aksi yang berlangsung damai namun penuh semangat ini mencuri perhatian berbagai pihak ketika sejumlah ruas jalan hingga akses keluar tol Balaraja Timur lumpuh total akibat kepadatan massa.

Pagi itu, udara Serang terasa berbeda. Sejak pukul sembilan, deretan bendera dan spanduk tampak berkibar di sepanjang Jalan Raya Serang, menandai dimulainya aksi unjuk rasa oleh ribuan buruh dari berbagai organisasi dan serikat pekerja di Tangerang Raya dan sekitarnya. Para pengunjuk rasa berkumpul dengan tekad kuat untuk mengawal proses penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan menuntut kenaikan yang lebih layak untuk tahun 2026 mendatang. Mereka memulai aksi dengan berkumpul di titik-titik strategis, kemudian bergerak bersama menuju kantor gubernur yang menjadi pusat aspirasi.

Buruh yang datang terdiri dari beragam usia, mulai dari pekerja pabrik yang mengenakan seragam kerja lengkap hingga kelompok mahasiswa yang turut mendukung dengan membawa poster kreatif berisi tuntutan. Riuh suara orasi dan nyanyian semangat memperkuat suasana, sementara beberapa pemimpin aksi secara bergantian menyampaikan pidato tentang kondisi ekonomi pekerja dan kebutuhan mendesak untuk penetapan upah yang lebih tinggi.

Koordinator aksi dari Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3), yang menjadi salah satu penggerak utama demonstrasi ini, menyampaikan aspirasi secara tegas. Ia menjelaskan bahwa tuntutan mereka bukan sekadar angka semata, tetapi juga mencerminkan kebutuhan hidup layak yang semakin meningkat di tengah naiknya harga kebutuhan pokok dan tekanan ekonomi yang dirasakan oleh pekerja. Dalam orasinya, dia menegaskan bahwa angka kenaikan UMK yang diusulkan pemerintah — sekitar 6,31 persen — jauh dari mencukupi kebutuhan riil buruh sehari-hari. Menurutnya, kenaikan tersebut masih jauh di bawah angka yang dianggap mampu mencukupi standar kebutuhan minimum yang layak.

Kemarahan dan kekecewaan buruh terhadap angka tersebut bukan tanpa alasan. Mereka menggambarkan betapa sulitnya memenuhi kebutuhan hidup dengan upah yang ada, di tengah laju inflasi yang tinggi dan meningkatnya biaya bahan pokok. Dalam pandangan mereka, kenaikan yang diusulkan pemerintah dianggap lebih bersifat kosmetik dan tidak menyentuh realitas berat yang dihadapi pekerja dan keluarga mereka.

Salah satu momen paling mencolok dari aksi ini terjadi ketika beberapa kelompok buruh memutuskan untuk memblokir akses keluar Tol Balaraja Timur, salah satu titik strategis yang menjadi gerbang masuk dan keluar kawasan industri di Kabupaten Tangerang. Langkah ini membuat arus lalu lintas di kawasan itu lumpuh total. Kendaraan pribadi, truk, dan bus pariwisata yang hendak melintas terjebak macet hingga berjam-jam, sementara para buruh tetap teguh di tempat dengan spanduk dan orasi yang tak henti-hentinya.

Imbas dari pemblokiran itu tidak hanya dirasakan oleh para pekerja dan pengendara yang terjebak macet. Warga di sekitar tol juga merasakan dampaknya, karena jalur-jalur alternatif ikut penuh sesak oleh kendaraan yang mencoba menghindari kemacetan panjang. Banyak pengendara yang frustrasi dan mengeluhkan lamanya perjalanan yang seharusnya hanya membutuhkan waktu singkat. Seorang pengemudi yang terjebak di sekitar tol mengatakan bahwa ia hampir dua jam terjebak kemacetan hanya untuk keluar dari pintu tol yang tersumbat. Ia menggambarkan situasi itu sebagai pengalaman yang sangat melelahkan dan mengecewakan.

Baca Juga:
Deretan Makanan Kaya Antioksidan yang Bantu Rambut Lebih Sehat, Kuat, dan Berkilau

Namun, bagi para buruh, tindakan tersebut merupakan bagian dari strategi mereka untuk menunjukkan betapa seriusnya tuntutan mereka. Mereka berharap bahwa dengan menghambat arus transportasi umum, pemerintah akan lebih cepat merespons dan membuka ruang dialog yang serius dengan perwakilan buruh. Beberapa pemimpin aksi berujar bahwa tindakan ini adalah bentuk tekanan simbolis untuk mendapatkan perhatian yang layak dari pejabat provinsi.

Sementara itu, di kantor gubernur, suasana juga dipenuhi oleh gelombang massa yang terus berdatangan sepanjang hari. Polisi dan petugas keamanan tampak berjaga untuk menjaga ketertiban, sementara beberapa perwakilan buruh mencoba melakukan negosiasi dengan pejabat Pemprov Banten. Meski tidak ada konfrontasi langsung, ketegangan terlihat jelas antara aspirasi yang disuarakan buruh dan tekanan dari masyarakat yang terdampak kemacetan.

Di tengah kerumunan itu, beberapa pemuda dan mahasiswa tampak membagikan selebaran dan berorasi tentang pentingnya solidaritas pekerja sebagai bagian dari kekuatan kolektif yang mampu mendorong perubahan kebijakan. Mereka menekankan bahwa kenaikan upah minimum bukan hanya soal angka, tetapi juga soal keadilan sosial dan kualitas hidup yang lebih baik bagi jutaan pekerja di Banten.

Menjelang sore, meskipun situasi semakin padat, para buruh tetap bertahan. Mereka terus menggalang dukungan, bernyanyi, dan berorasi dengan semangat yang tak mudah padam. Suasana yang awalnya tenang berubah menjadi semarak dan penuh warna, dengan lagu-lagu perjuangan dan yel-yel solidaritas yang berkumandang di udara sore Serang.

Penutupan akses tol yang berlangsung beberapa jam kemudian akhirnya mulai diurai setelah perwakilan buruh mengadakan pertemuan terbatas dengan pejabat pemerintah setempat. Meskipun hasil pertemuan itu belum sepenuhnya memuaskan semua pihak, setidaknya posisi buruh telah didengar dan proses dialog akan dilanjutkan dalam waktu dekat.

Menjelang petang, arus lalu lintas di sekitar tol perlahan-lahan kembali normal, meskipun beberapa ruas jalan masih terasa padat oleh sisa-sisa kemacetan. Para pengendara yang sebelumnya terjebak mulai melanjutkan perjalanan mereka dengan ekspresi lega namun lelah. Bagi sebagian pekerja, aksi ini meninggalkan campuran perasaan bangga karena berhasil menyuarakan tuntutan, namun juga kelelahan fisik dan emosional setelah berjam-jam berdiri di bawah terik matahari.

Aksi buruh hari itu mencerminkan sebuah dinamika penting dalam sejarah perjuangan tenaga kerja di Banten. Semangat untuk memperjuangkan kesejahteraan melalui jalur damai dan terorganisir menunjukkan besarnya tekad kaum pekerja dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Walaupun tantangan masih besar dan proses dialog masih berlanjut, momentum aksi ini dipandang sebagai pemicu penting bagi perubahan yang lebih berarti di masa depan.

Baca Juga:
Polri Turun Tangan: Distribusi Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir di Sumatera

Dengan demikian, Rabu yang semula tampak biasa berubah menjadi sebuah momen bersejarah bagi buruh di Banten. Suara mereka yang menggema dari jalanan tol hingga ke kantor gubernur menjadi bukti nyata bahwa aspirasi rakyat, jika diorganisir dan disuarakan bersama, mampu menciptakan gelombang perubahan yang tak mudah diabaikan.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita