PROLOGMEDIA – Sejumlah pengusaha dari Tiongkok tiba di kawasan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk meninjau langsung kondisi dan progres pembangunan IKN, dan respon mereka dikatakan cukup mengejutkan.
Kedatangan rombongan tersebut — yang diprakarsai oleh Kamar Dagang Hainan bersama sejumlah pelaku usaha dari daerah lain seperti Shenzhen, Guangzhou, dan Hong Kong — terjadi pada Minggu, 7 Desember 2025. Mereka datang bukan sekadar untuk ‘mengintip’ proyek secara umum, melainkan ingin melihat secara langsung bagaimana pembangunan fisik IKN berjalan saat ini, sekaligus menggali peluang investasi yang bisa dijajaki.
Dalam kunjungan itu, delegasi disambut oleh staf dari Otorita IKN — termasuk staf khusus di bidang manajemen dan strategi konstruksi — yang memaparkan progres pembangunan kawasan inti IKN hingga rencana jangka panjang untuk menjadikan IKN sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028. Lokasi pembangunan utama saat ini difokuskan di kawasan inti pemerintahan (KIPP) 1A, dengan konstruksi sudah mulai meluas ke area KIPP 1B dan 1C.
Tanggapan dari para pengusaha China ternyata jauh lebih antusias daripada yang banyak diperkirakan sebelumnya. Menurut pernyataan dari Wakil Ketua Kamar Dagang Hainan Indonesia, respon mereka menunjukkan apresiasi besar terhadap kondisi IKN — mereka menilai perkembangan pembangunan berlangsung dengan baik dan menunjukkan potensi besar.
Baca Juga:
Pemkab Serang Terima Aspirasi Ribuan Buruh, Usulan Kenaikan UMK 2026 Dibahas dalam Audiensi Tertib
Menariknya, rombongan pengusaha ini tidak hanya berasal dari sektor konstruksi atau properti. Mereka datang dari berbagai bidang: mulai dari manufaktur, teknologi, furnitur, bahan bangunan, industri sanitasi, produk konsumen, hingga pariwisata dan jasa. Keberagaman sektor ini mencerminkan pandangan mereka bahwa IKN bukan hanya soal bangunan pemerintahan — melainkan sebuah kota baru yang berpotensi jadi ekosistem urban dengan banyak segmen usaha dan pasar.
Respon “tak terduga” itu pun membawa optimisme baru terhadap masa depan IKN. Di mata mereka, kota baru ini bukan hanya menjadi ibu kota administrasi atau pemerintahan — melainkan ladang investasi, potensi bisnis, dan sarana berkembangnya industri modern. Hal ini memperkuat kesan bahwa IKN benar-benar dipandang sebagai proyek strategis, bukan sekadar proyek infrastruktur biasa.
Kunjungan seperti ini menjadi sinyal positif bahwa IKN makin dilirik sebagai destinasi investasi besar, apalagi jika dilihat dalam konteks data terbaru: sebelumnya, investasi dari investor China ke IKN dilaporkan telah mencapai angka mendekati Rp 70 triliun, terutama melalui skema kerja sama pemerintahan dan badan usaha (KPBU) di sektor perumahan, transportasi, dan infrastruktur dasar.
Baca Juga:
Habiburokhman: Komisi III DPR RI Dukung Penyidikan Kasus Roy Suryo
Dengan hadirnya investor multinasional dari China yang beragam — dari furnitur sampai teknologi — dan dengan apresiasi positif yang nyata terhadap kemajuan IKN, peluang kolaborasi di masa depan terlihat makin terbuka. Bagi IKN, ini bukan sekadar angka investasi, tapi juga pengakuan atas visi kota baru yang modern, beragam, dan siap menyambut berbagai peluang ekonomi.









