Menu

Mode Gelap

Berita · 12 Nov 2025 19:21 WIB

SDN Pamarican 2 Lumpuh! Banjir Kepung Sekolah, Siswa Tak Bisa Belajar!


 SDN Pamarican 2 Lumpuh! Banjir Kepung Sekolah, Siswa Tak Bisa Belajar! Perbesar

SERANG – Pemandangan memilukan terlihat di SDN Pamarican 2 Kota Serang, Banten. Sekolah dasar ini lumpuh total akibat banjir yang telah merendam area sekolah selama tiga hari terakhir. Ratusan siswa terpaksa diliburkan dan tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Apa yang sebenarnya terjadi?

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, banjir ini disebabkan oleh hujan lebat yang mengguyur Kota Serang dan meluapnya rawa di sekitar lokasi sekolah. Kondisi ini diperparah dengan posisi sekolah yang lebih rendah dari rawa dan permukaan jalan, serta tidak adanya saluran pembuangan air yang memadai di area marka jalan.

“Banjir sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Per Rabu (12/11/2025) pagi, air masih menggenangi area sekolah, bahkan hingga masuk ke kelas,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, dengan nada prihatin.

Lutfi menjelaskan bahwa ketinggian air bervariasi di beberapa titik, bahkan mencapai setinggi mata kaki orang dewasa di beberapa ruangan kelas. Kondisi ini tentu sangat mengganggu dan membahayakan keselamatan siswa.

“Air bertahan, ada yang setinggi mata kaki di beberapa titik. Tidak semua ruangan, ada yang basah, ada yang setinggi mata kaki orang dewasa,” ungkap Lutfi.

Akibatnya, ratusan siswa SDN Pamarican 2 terpaksa diliburkan dan tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan normal. Para siswa dialihkan untuk belajar dari rumah, namun hal ini tentu tidak efektif dan optimal.

Lutfi menyebutkan bahwa SDN Pamarican 2 memang merupakan daerah rawan banjir jika terjadi hujan deras. Selain faktor geografis dan drainase yang buruk, ada indikasi penyumbatan di proyek pembangunan Jembatan Pabean yang memperparah kondisi banjir.

“Genangan diakibatkan oleh meluapnya air dari rawa di belakang sekolah yang masuk ke area sekolah. Hal ini terjadi karena posisi sekolah lebih rendah dari jalan raya dan tidak ada saluran pembuangan,” ujarnya.

“Selain itu, pembangunan Jembatan Pabean mengakibatkan aliran air tersumbat dan meluap ke wilayah sekitarnya,” tambahnya.

Tragisnya, banjir di SDN Pamarican 2 bukanlah kejadian pertama kali. Tahun lalu, area sekolah juga sempat kebanjiran dan menyulitkan kegiatan belajar mengajar.

“Tahun lalu sempat disedot sama BPBD Kota Serang, tapi enggak efektif, karena balik lagi,” ujar Lutfi.

Baca Juga:
Paracetamol Bikin Ngantuk? Mitos vs Fakta, Ini Penjelasan Dokter

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan menimbulkan pertanyaan besar. Mengapa masalah banjir di SDN Pamarican 2 terus berulang setiap tahun? Apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Serang untuk mengatasi masalah ini secara permanen?

Banjir bukan hanya sekadar masalah genangan air, tetapi juga masalah kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Banjir dapat menyebabkan berbagai penyakit menular, merusak fasilitas sekolah, mengganggu kegiatan belajar mengajar, dan merugikan masyarakat sekitar.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Serang harus segera mengambil tindakan yang konkret dan efektif untuk mengatasi masalah banjir di SDN Pamarican 2 dan wilayah sekitarnya. Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain:

1. Meningkatkan sistem drainase di sekitar sekolah.

2. Menormalisasi rawa di belakang sekolah.

3. Menyelesaikan masalah penyumbatan di proyek pembangunan Jembatan Pabean.

4. Meninggikan bangunan sekolah atau memindahkan lokasi sekolah ke tempat yang lebih aman.

5. Memberikan bantuan dan dukungan kepada siswa dan guru yang terdampak banjir.

Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Sampah yang menumpuk di saluran air dapat menyebabkan penyumbatan dan memperparah banjir.

Masalah banjir di SDN Pamarican 2 adalah cermin dari masalah yang lebih besar, yaitu masalah tata ruang dan pengelolaan lingkungan yang buruk. Pemerintah daerah harus lebih serius dalam menangani masalah ini agar tidak terus berulang setiap tahun dan merugikan masyarakat.

Kita berharap Pemerintah Kota Serang dapat segera mengambil tindakan yang cepat dan tepat untuk mengatasi masalah banjir di SDN Pamarican 2 dan memberikan solusi yang permanen. Kasihan para siswa yang harus kehilangan waktu belajar dan terancam masa depannya akibat banjir.

Baca Juga:
Keajaiban di Lombok! Kurma Rinjani Dinobatkan Terbaik Ke-7 Dunia

Pendidikan adalah hak setiap anak, dan pemerintah harus memastikan bahwa semua anak memiliki akses yang sama terhadap pendidikan yang berkualitas. Jangan biarkan banjir menghalangi mereka untuk meraih cita-cita dan menjadi generasi penerus bangsa yang hebat.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Helikopter AW169 Polri Salurkan 348 Kg Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

5 Desember 2025 - 15:14 WIB

Pelajar Indonesia Kini Bisa Kuliah Gratis di Luar Negeri — Dilengkapi Tunjangan Hidup

5 Desember 2025 - 11:21 WIB

Tiga Kapal BBM Pertamina Akhirnya Tiba di Medan Setelah Terhambat Cuaca Ekstrem

5 Desember 2025 - 11:15 WIB

Anggota DPR Desak Menteri Kehutanan Mundur di Tengah Sorotan Kerusakan Hutan Sumatera

5 Desember 2025 - 11:10 WIB

Gelombang Rob Terjang Pesing hingga Jelambar Baru, Warga Jakarta Barat Diminta Waspada

5 Desember 2025 - 10:12 WIB

Jejak Konsesi Hutan di Era SBY dan Dampaknya terhadap Lingkungan Indonesia

5 Desember 2025 - 09:45 WIB

Trending di Berita