Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 21 Nov 2025 11:15 WIB

Sering Buang Air Kecil? Kenali Penyebabnya Mulai dari ISK Sampai Diabetes dan Cara Mengatasinya


 Sering Buang Air Kecil? Kenali Penyebabnya Mulai dari ISK Sampai Diabetes dan Cara Mengatasinya Perbesar

PROLOGMEDIA – Setiap orang memiliki frekuensi buang air kecil yang berbeda-beda setiap harinya. Semuanya tergantung pada banyaknya asupan cairan yang dikonsumsi dan kinerja organ ginjal dalam mengolah kelebihan cairan tersebut. Secara normal, keinginan untuk berkemih muncul sekitar 6 hingga 7 jam sekali, meskipun hal ini juga dipengar oleh berbagai faktor lain, seperti jenis cairan yang diminum. Misalnya, jika kamu minum terlalu banyak air putih atau kopi yang mengandung kafein, frekuensi berkemih akan cenderung meningkat. Namun, ketika kebiasan berkemih menjadi terlalu sering dan mengganggu aktivitas sehari-hari, hal ini bisa menjadi pertanda berbagai gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan, salah satunya infeksi saluran kemih (ISK).

Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan sering buang air kecil. Salah satu yang paling sering adalah infeksi saluran kemih (ISK). Menurut buku berjudul Urinary Tract Infection oleh StatPearls Publishing tahun 2023, ISK adalah masalah kesehatan yang paling sering memengaruhi frekuensi buang air kecil pada seseorang. Penyakit ini ini paling sering terjadi pada orang berusia 16 sampai 35 tahun, dengan 10 persen wanita terkena infeksi berulang dan lebih dari 40 persen hingga 60 persen mengalami infeksi setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Selain itu, kekambuhan juga sering terjadi, dengan hampir setengah pengidapnya mengalami gangguan sebanyak dua kali dalam satu tahun. Masalah kesehatan ini memicu peningkatan frekuensi buang air kecil bersamaan dengan penurunan volume urine yang keluar setiap kali berkemih.

 

Selain ISK, penyebab sering buang air kecil juga bisa berasal dari kandung kemih overaktif. Kondisi ini terjadi ketika kandung kemih berkontraksi berlebihan, bahkan meskipun belum penuh dengan urine. Biasanya, gejala dari masalah kesehatan ini muncul secara tiba-tiba dan bisa sangat mengganggu. Tak banyak yang menyadari bahwa peningkatan frekuensi buang air kecil juga menjadi gejala awal dari diabetes. Gangguan ini terjadi karena tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan glukosa dalam bentuk urine.

Namun, pastinya perlu ada pemeriksaan medis pendukung untuk menguatkan diagnosis sebelum menyimpulkan bahwa sering buang air kecil itu disebabkan oleh diabetes.

Sering buang air kecil pun menjadi gejala utama dari penyakit batu ginjal. Keinginan untuk sering buang air ini awalnya akan muncul saat pengidap merasakan rasa sakit berbentuk tekanan pada bagian saluran kemih. Tekanan ini berasal dari batu yang keluar dari ginjal dan tersangkut di ureter. Ketika batu mencapai kantung kemih, rasa sakit tertekannya akan mereda, tapi sebagai gantinya keinginan untuk sering buang air kecil muncul.

Selain itu, penyakit ini juga muncul dengan gejala berupa mual, muntah, sakit perut bagian bawah, dan perubahan warna urine menjadi lebih keruh. Bahkan, pengidap juga terkadang mengalami kencing berdarah yang perlu segera diperiksa oleh dokter.

 

Untuk ibu hamil, terutama pada trimester akhir, sering mengalami buang air kecil adalah hal yang wajar. Kondisi ini terjadi karena kepala bayi sudah memasuki panggul dan menekan kandung kemih. Selain sering buang air kecil, ibu hamil pada trimester akhir juga biasanya mengalami nyeri punggung, sembelit, sulit tidur, dan mudah merasa lelah.

Infeksi ginjal juga bisa menjadi penyebab sering buang air kecil. Infeksi ini terjadi akibat bakteri penyebab infeksi kandung kemih sudah masuk ke dalam ginjal. Selain sering buang air kecil, gejala gangguan kesehatan ini juga berupa demam, nyeri punggung, dan nyeri ketika buang air kecil.

Pada pria, gangguan prostat dapat menyebabkan sering buang air kecil. Gangguan ini dapat menekan uretra dan saluran kemih, sehingga dinding kandung kemih menjadi lebih sensitif. Kelainan ini mengakibatkan kandung kemih berkontraksi lebih sering sehingga pengidapnya menjadi sering berkemih.

Baca Juga:
Buah Naga Merah: Pewarna Alami yang Cantik dan Sarat Manfaat bagi Kesehatan

Selain itu, efek dari obat-obatan diuretik juga bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil. Obat-obatan yang bersifat diuretik memiliki fungsi mengeluarkan garam dan cairan berlebih dalam tubuh, sehingga mengonsumsi jenis obat golongan ini akan membuat kamu lebih sering buang air kecil.

Ada juga kondisi yang sangat langka yang bisa menyebabkan sering buang air kecil, yaitu divertikulitis kandung kemih. Studi berjudul A rare case of acute urinary bladder diverticulitis mimicking acute appendicitis dalam American Journal of Case Reports menyebutkan bahwa penyakit ini tak hanya membuat pengidapnya menjadi sering buang air kecil, tapi juga berhubungan dengan perdarahan per dubur yang terlihat dengan divertikulitis kolon. Dampaknya, masalah kesehatan ini bisa berujung pada terjadinya hematuria atau kencing berdarah.

Penanganan sering buang air kecil tentu harus sesuai dengan kondisi yang menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, kamu perlu melakukan pemeriksaan ke dokter untuk bisa memastikan penyebab masalah kesehatan tersebut.

Tidak hanya diri sendiri, pemeriksaan juga perlu kamu lakukan untuk orang tua, terutama untuk kelompok orang yang berusia lebih dari 40 tahun yang memang sangat rentan mengalami berbagai masalah kesehatan kronis, seperti diabetes atau prostat.

Ada beberapa cara mengatasi sering buang air kecil yang bisa dilakukan, baik pada wanita maupun pria. Yang pertama adalah menghindari pemicunya. Penelitian berjudul Impact of smoking habit on overactive bladder symptoms and incontinence in women dalam International Journal of Urology mengatakan bahwa kebiasaan merokok jadi salah satu pemicu sering buang air kecil. Baik perokok maupun orang yang pernah merokok menunjukkan peningkatan prevalensi inkontinensia urine dibandingkan kelompok orang bukan perokok.

Cara lain adalah dengan aktif bergerak. Sebab, malas gerak berkaitan dengan obesitas atau kelebihan berat badan. Bobot tubuh yang berlebihan berpotensi melemahkan otot yang menopang kandung kemih, sehingga terjadi peningkatan frekuensi buang air kecil. Senam kegel juga merupakan salah satu cara alami untuk menurunkan frekuensi berkemih. Gerakan sederhananya dapat membantu mengatasi gangguan, terlepas dari usia dan penyebab dari penyakit, terutama pada orang tua. Studi dalam The 3rd Joint International Conference (JIC) menyebutkan bahwa sebanyak 95,5 persen orang dengan gangguan kesehatan mengalami penurunan frekuensi buang air kecil setelah melakukan senam kegel.

Dalam mengatasi gangguan, senam kegel mampu meningkatkan sekaligus memperkuat kemampuan otot dasar panggul. Cara melakukannya adalah dengan berbaring pada atas matras atau kasur, kemudian kencangkan otot panggul dan tahan selama 5 hingga 10 detik, kemudian kendurkan. Lakukan cara ini sebanyak 10 kali dalam sehari.

Mengatur pola makan juga sangat penting untuk mengatasi sering buang air kecil. Makanan yang mengandung kafein, pemanis buatan, dan makanan pedas dapat memicu peningkatan keinginan untuk berkemih atau bersifat diuretik. Sebagai gantinya, kamu bisa mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti sayur dan buah serta memenuhi asupan cairan tubuh.

Namun, sebaiknya hindari terlalu banyak minum pada malam hari sebelum tidur. Selain itu, batasi asupan garam karena garam dapat meningkatkan volume cairan dalam pembuluh darah. Ketika jumlahnya naik, maka ginjal harus menyaring kelebihan cairan tersebut sehingga terjadi peningkatan produksi urine. Sebaiknya batasi asupannya tidak lebih dari 2.400 miligram atau 1 sendok teh garam per hari.

Bladder training juga merupakan terapi yang efektif untuk melatih fungsi kandung kemih. Cara kerjanya dengan mengontrol jarak waktu berkemih dan volume urine yang keluar. Langkah-langkahnya adalah: langsung berkemih setelah bangun tidur, tentukan jarak waktu berkemih (misalnya satu jam sekali), ikuti jadwal itu secara rutin, segera tarik napas dalam dan lemaskan otot badan jika ingin kencing sebelum waktunya, dan jika tak tahan, tunggu 5 menit sebelum berkemih. Ketika sudah berhasil dalam seminggu, tambah jarak waktu selama 15 menit dan tambahkan secara berkala hingga kamu mampu kencing dalam waktu 3 sampai 4 jam sekali.

Menurut studi dari StatPearls berjudul Physiology, Urination tahun 2023, memahami proses buang air kecil normal sangat penting dalam mengelola gangguan terkait buang air kecil yang tidak normal. Sering buang air kecil bisa menjadi pertanda berbagai masalah yang berhubungan dengan sistem urinaria dan merupakan salah satu kondisi inkontinensia urine yang dapat mempengaruhi individu dari berbagai kelompok usia, baik pada anak-anak, orang dewasa, maupun lansia.

Sering buang air kecil atau rasa ingin buang air kecil yang mendesak sering dikaitkan dengan kondisi seperti kandung kemih overaktif yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, menyebabkan gangguan tidur, dan kesulitan dalam beraktivitas normal. Untuk mengatasi masalah-masalah ini, peneliti menyarankan untuk melakukan pendekatan yang komprehensif termasuk pemeriksaan medis yang akurat, diagnosis yang tepat, serta pengembangan rencana pengobatan individu yang disesuaikan dengan penyebabnya.

Baca Juga:
HP Bakal Punah? Era AI Ancam Dominasi Smartphone!

Jika masalah sering berkemih yang kamu alami tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk segera bertanya pada dokter spesialis urologi agar bisa mendapat penanganan medis yang sesuai dan mengurangi potensi risikonya.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Respons Cepat Pemkab Serang, Sartini Warga Petir Dapat Bantuan dan Penanganan Medis

27 Januari 2026 - 12:15 WIB

Latihan Beban Bukan Sekadar Otot: Rahasia Tubuh Sehat dan Kuat bagi Wanita

2 Januari 2026 - 17:41 WIB

Deretan Makanan Kaya Vitamin B12 yang Penting untuk Energi, Saraf, dan Kesehatan Tubuh

1 Januari 2026 - 01:35 WIB

6 Latihan Upper Body Efektif untuk Membentuk Tubuh Kuat dan Proporsional

1 Januari 2026 - 01:26 WIB

Gaya Makan Sehat Milenial: Tren, Tips, dan Langkah Awal Menuju Hidup Lebih Fit

26 Desember 2025 - 19:55 WIB

8 Jenis Karbohidrat Tinggi Kalori yang Sebaiknya Dihindari Saat Diet

26 Desember 2025 - 19:32 WIB

Trending di Kesehatan