BENGKULU – Di tengah hamparan sawah yang menghijau dan udara segar yang membelai, Desa Sido Luhur di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Bengkulu, kini bersinar lebih terang dari sebelumnya. Badan Narkotika Nasional (BNN) secara resmi menobatkan desa ini sebagai Desa Bersinar (Bersih Narkoba), sebuah langkah monumental yang diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia.
Pencanangan Desa Sido Luhur sebagai Desa Bersinar dilakukan dalam kegiatan Konsolidasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Gotong Royong Membangun Desa, yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) pada Minggu (16/11). Acara ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memerangi ancaman narkoba hingga ke akar rumput.
Langkah kolaboratif ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wujud nyata dari komitmen bersama untuk mengimplementasikan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Asta Cita ke-6, yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, bersinergi erat dengan Asta Cita ke-7, yang berfokus pada penguatan reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba. Desa Bersinar menjadi program unggulan BNN yang diharapkan mampu menjembatani kedua cita mulia tersebut.
Menteri Desa PDT RI, Yandri Susanto, hadir langsung dalam acara pencanangan, didampingi oleh Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI, Tantan Sulistyana, yang mewakili Kepala BNN RI. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dalam menangani masalah narkoba di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Sestama BNN RI, Tantan Sulistyana, menegaskan bahwa desa memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam penguatan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika). Ia juga menekankan bahwa sinergi antar-kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah adalah kunci untuk mewujudkan program Desa Bersinar yang berkelanjutan, adaptif, dan mampu menjawab tantangan penyalahgunaan narkoba di lapisan masyarakat paling dasar.
“Desa adalah fondasi negara. Jika desa kuat, maka negara pun akan kuat. Oleh karena itu, program Desa Bersinar ini sangat penting untuk melindungi masyarakat desa dari ancaman narkoba,” ujar Tantan Sulistyana dengan nada penuh semangat.
Program Desa Bersinar, lanjut Sestama BNN RI, sejalan dan selaras dengan program pembangunan desa secara keseluruhan. Desa harus kuat, mandiri, dan berdaya saing, sehingga dapat menjadi motor penggerak meningkatnya ekonomi masyarakat desa dan menjadi pilar penting dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan meningkatnya kemandirian desa dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang disertai dengan semangat gotong royong, akan menjadi benteng utama dalam mencegah terjadinya keterlibatan masyarakat dalam sindikasi kejahatan narkoba serta masuknya para sindikat jaringan narkoba ke desa-desa,” tegas Sestama BNN RI.
Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Berdasarkan data intelijen BNN, di Provinsi Bengkulu masih terdapat lima kawasan rawan narkoba yang selama ini dikenal sebagai tempat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi semua pihak.
Menyadari potensi kerentanan wilayah terhadap ancaman bahaya narkoba, BNN berharap kepada Gubernur, Bupati, dan para Kepala Desa untuk dapat terus mendorong pelaksanaan program Desa Bersinar dengan melibatkan secara aktif berbagai unsur masyarakat desa untuk melaksanakan program-program pencegahan serta pemulihan dan pemberdayaan masyarakat.
Harapan tersebut sejalan dengan semangat penguatan pembangunan desa yang menjadi fondasi utama dalam membangun Indonesia. Komitmen kolaboratif ini juga dipertegas oleh Menteri Desa PDT RI, Yandri Susanto, yang menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketahanan desa, utamanya dari ancaman narkoba.
“Saya mengajak secara sungguh-sungguh dari hati yang paling dalam, ayo Kita bangun desa Kita masing-masing. Ayo kita galakkan gotong royong di segala bidang, apakah itu sosial, budaya, politik, apalagi masalah narkoba,” seru Menteri Desa PDT RI dengan nada berapi-api.
Baca Juga:
Pembangkit Nuklir Pertama Indonesia Siap Beroperasi 2032, Era Baru Energi Nasional Dimulai
Yandri Susanto menambahkan, narkoba adalah ancaman nyata bagi generasi muda dan masa depan bangsa. Oleh karena itu, semua pihak harus bersatu padu untuk memerangi narkoba hingga tuntas.
Dengan dicanangkannya Desa Sido Luhur sebagai Desa Bersinar, BNN berharap akan lahir semakin banyak desa yang tangguh, mandiri, dan berdaya dalam menghadapi ancaman narkoba. Desa-desa ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya, sekaligus menjadi pilot project yang menginspirasi seluruh desa di Indonesia untuk membangun lingkungan yang sehat, aman, dan produktif tanpa narkoba.
Kepala Desa Sido Luhur, Bapak Sutrisno, выразил свою глубокую благодарность за оказанное доверие и заверил, что его деревня приложит все усилия для успешной реализации программы Desa Bersinar.
“Kami sangat bangga dan terharu atas kepercayaan yang diberikan kepada desa kami. Kami akan bekerja keras untuk mewujudkan Desa Sido Luhur sebagai desa yang bersih dari narkoba dan menjadi contoh bagi desa-desa lain,” ujar Bapak Sutrisno dengan mata berkaca-kaca.
Bapak Sutrisno juga mengajak seluruh masyarakat Desa Sido Luhur untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman narkoba. Ia mengatakan, partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk keberhasilan program Desa Bersinar.
“Mari kita jaga desa kita bersama-sama. Mari kita ciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan produktif bagi anak cucu kita,” ajak Bapak Sutrisno dengan penuh harap.
Pencanangan Desa Sido Luhur sebagai Desa Bersinar bukan hanya sekadar acara seremonial. Ini adalah awal dari perjalanan panjang dan penuh tantangan. Namun, dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat dari semua pihak, diharapkan Desa Sido Luhur dapat menjadi mercusuar harapan bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia dalam memerangi ancaman narkoba.
Masa depan bangsa ada di tangan kita. Mari kita jaga generasi muda kita dari ancaman narkoba, dan mari kita bangun desa yang kuat, mandiri, dan berdaya saing untuk Indonesia yang lebih baik.
BNN dan Kemendes PDT berharap, kisah sukses Desa Sido Luhur akan menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan semakin banyaknya Desa Bersinar di seluruh Indonesia, diharapkan peredaran dan penyalahgunaan narkoba dapat ditekan secara signifikan.
Namun, perlu diingat bahwa program Desa Bersinar bukanlah solusi tunggal untuk mengatasi masalah narkoba. Program ini harus didukung oleh upaya-upaya lain, seperti penegakan hukum yang tegas, rehabilitasi bagi para pecandu narkoba, dan edukasi tentang bahaya narkoba kepada masyarakat luas.
Selain itu, peran keluarga juga sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Orang tua harus lebih perhatian terhadap anak-anaknya, memberikan mereka pendidikan agama yang cukup, serta mendampingi mereka dalam setiap aktivitasnya.
Baca Juga:
Resah, Warga Jombang Keluhkan Fenomena Manusia Gua di Hutan
Dengan kerjasama dan sinergi dari semua pihak, diharapkan Indonesia dapat terbebas dari ancaman narkoba. Mari kita jadikan Indonesia sebagai negara yang sehat, aman, dan produktif bagi seluruh warganya.









