Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 27 Nov 2025 16:02 WIB

Studi BRIN Ungkap Cemaran Obat Diabetes di Air Jakarta dan Potensi Dampaknya bagi Lingkungan


 Studi BRIN Ungkap Cemaran Obat Diabetes di Air Jakarta dan Potensi Dampaknya bagi Lingkungan Perbesar

PROLOGMEDIA – Sebuah penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap temuan mengejutkan: jejak obat diabetes berjenis Metformin telah terdeteksi dalam aliran Sungai Angke — salah satu sungai utama di Jakarta. Analisis menunjukkan bahwa konsentrasi metformin dalam air berkisar antara 27 hingga 414 nanogram per liter (ng/L), berdasarkan sampel yang diambil di enam titik berbeda sepanjang sungai. Temuan ini menjadi bukti pertama bahwa obat antidiabetes dapat terakumulasi di perairan ibu kota.

 

Metformin sendiri adalah obat yang banyak digunakan untuk menangani diabetes tipe 2, dan memiliki karakteristik yang unik: setelah dikonsumsi, obat ini hampir tidak mengalami metabolisme dalam tubuh, sehingga dikeluarkan kembali melalui urine dalam bentuk aktif. Akibatnya, ketika pasien menggunakan metformin dalam jumlah besar — seperti di kota besar dengan prevalensi diabetes yang tinggi — potensi tercemarnya air sungai pun meningkat secara signifikan.

 

Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai bagian dari kelompok polutan baru yang disebut “emerging contaminants”: senyawa aktif farmasi yang masuk ke lingkungan — sungai, danau, hingga laut — serta seringkali tidak terpantau dalam pemantauan kualitas air konvensional. Karena metformin tidak mudah terurai secara alami di lingkungan, keberadaannya di air berpotensi bertahan dan memasuki rantai makanan.

 

Dampak pencemaran metformin pada ekosistem air telah menunjukkan sejumlah efek biologis pada organisme akuatik, terutama ikan. Studi internasional—dan sebagian kecil data lokal yang tersedia—menunjukkan bahwa paparan metformin bisa menyebabkan gangguan sistem reproduksi ikan, termasuk kerusakan jaringan gonad, perubahan ekspresi gen, gangguan pertumbuhan pada ikan muda, hingga peningkatan produksi hormon steroid pada ikan betina dewasa.

 

Meski konsentrasi yang ditemukan di Sungai Angke relatif lebih rendah dibandingkan di beberapa negara lain — di mana metformin pernah terdeteksi dengan kadar puluhan hingga ratusan mikrogram per liter — keberadaan senyawa ini tetap menjadi peringatan serius. Di Portugal, misalnya, kadar metformin tercatat mencapai 325 µg/L; di China, 53,6 µg/L; dan di Meksiko sekitar 107 µg/L.

 

Kekhawatiran utama dari para peneliti adalah bahwa pencemaran ini tidak hanya berhenti sebagai isu lingkungan — ia juga bisa berdampak jangka panjang terhadap kesehatan manusia. Bila air tercemar metformin digunakan untuk irigasi pertanian, rekreasi, atau bahkan konsumsi (setelah pengolahan air), maka senyawa aktif bisa masuk ke rantai makanan manusia. Terlebih jika ikan dari perairan tercemar dikonsumsi, atau air tersebut diolah secara minim.

Baca Juga:
Mengapa Hari Tanpa Aktivitas Penting: Alasan Ilmiah di Balik Istirahat dan “Bermalas-malasan” untuk Produktivitas

 

Para epidemiolog dan ahli kesehatan lingkungan menyoroti pentingnya temuan ini sebagai peringatan untuk memperkuat sistem pengelolaan limbah cair di wilayah perkotaan. Sebagai contoh, dr. Dicky Budiman menyatakan bahwa temuan metformin di Sungai Angke menunjukkan bahwa sistem pengolahan limbah domestik di Jakarta selama ini belum cukup untuk memfilter senyawa farmasi dalam urine manusia sebelum dibuang ke sungai.

 

Sebagai respons terhadap temuan ini, tim peneliti BRIN menyarankan agar pemerintah memperketat regulasi dan pengawasan terhadap pembuangan limbah obat-obatan — termasuk obat yang sudah kadaluwarsa atau tidak terpakai — serta memperbaiki sistem pengolahan air limbah rumah tangga agar mampu menahan senyawa farmasi dan kontaminan lain. Mereka juga menekankan perlunya penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah metformin sudah terakumulasi dalam organisme air di sungai Jakarta, serta seberapa besar potensi risiko terhadap kesehatan masyarakat.

 

Temuan ini bukanlah kasus tunggal. Di kawasan lain di Indonesia, seperti di wilayah DAS Citarum, peneliti BRIN sudah lebih dulu menemukan adanya kontaminasi bahan aktif obat dalam air sungai, akibat pembuangan limbah obat, urin, hingga limbah domestik dan rumah sakit tanpa penanganan layak. Kondisi ini menunjukkan bahwa pencemaran farmasi di perairan — dan bukan hanya berupa sampah plastik atau limbah kimia industri — merupakan masalah lingkungan yang semakin mendesak.

 

Dengan tingginya prevalensi diabetes di Indonesia dan populasi besar di Jakarta, penggunaan metformin diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Hal ini memperkuat prediksi bahwa tanpa intervensi — yaitu pengelolaan limbah yang lebih baik dan regulasi ketat — kontaminasi obat di perairan ibu kota dan daerah lain kemungkinan akan makin meluas.

 

Lebih dari sekadar data ilmiah: temuan ini adalah alarm bagi warga kota bahwa polusi di Jakarta tidak selalu berupa sampah plastik, asap kendaraan, atau limbah industri — tetapi bisa juga berasal dari barang sehari-hari seperti obat yang kita konsumsi. Bila kita tidak bijak dalam membuang sisa obat atau residu konsumsi, dampaknya bisa jauh lebih luas dari dugaan sebelumnya — menyentuh lingkungan, ekosistem, dan kesehatan generasi mendatang.

 

Baca Juga:
Mobil Listrik Murah Segera Hadir di Indonesia? Hilirisasi Nikel Jadi Kunci!

Masalah ini menuntut perhatian tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat luas, untuk lebih bertanggung jawab dalam penggunaan obat dan pengelolaan limbah rumah tangga. Tanpa tindakan nyata, Jakarta bisa menghadapi jenis pencemaran baru: polutan farmasi yang diam-diam menyusup ke air, sungai, hingga makanan kita sehari-hari.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manfaat Air Lemon untuk Kesehatan: Dari Imunitas hingga Pencernaan

9 Desember 2025 - 02:13 WIB

Manfaat Daun Kenikir untuk Kesehatan: Nutrisi, Antioksidan, dan Dukungan Ginjal

8 Desember 2025 - 19:47 WIB

Waktu Terbaik Konsumsi Pisang untuk Menjaga Kesehatan Jantung

8 Desember 2025 - 19:21 WIB

Manfaat Pare untuk Wanita: Rahasia Sayur Pahit yang Jarang Diketahui

8 Desember 2025 - 19:18 WIB

Air Rebusan Asam Jawa: Khasiat, Manfaat Kesehatan, dan Cara Membuatnya

8 Desember 2025 - 18:44 WIB

Padel, Olahraga Rakitan yang Menjadi Gaya Hidup Urban

8 Desember 2025 - 12:27 WIB

Trending di Kesehatan