Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 19 Nov 2025 22:29 WIB

Studi Ungkap Vitamin D3 Efektif Turunkan Risiko Serangan Jantung Berulang


 Studi Ungkap Vitamin D3 Efektif Turunkan Risiko Serangan Jantung Berulang Perbesar

PROLOGMEDIA – Sebuah studi terbaru yang dipresentasikan dalam pertemuan Asosiasi Jantung Amerika 2025, meskipun belum dipublikasikan dalam jurnal yang ditinjau oleh rekan sejawat, mengungkapkan bahwa vitamin D, khususnya vitamin D3, memiliki potensi signifikan dalam menurunkan risiko serangan jantung, terutama bagi individu yang sebelumnya pernah mengalami kondisi tersebut. Penelitian ini menyoroti manfaat tambahan dari vitamin D selain yang sudah dikenal luas, seperti menjaga sistem kekebalan tubuh, kesehatan gigi, tulang, dan fungsi otot. Serangan jantung tetap menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, dengan banyak pasien yang selamat menghadapi risiko serangan berulang.

Upaya untuk mengurangi risiko ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi beban pada sistem perawatan kesehatan. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki apakah suplementasi vitamin D dapat mengurangi risiko serangan jantung berulang pada pasien yang sebelumnya telah mengalami serangan jantung.

Penelitian ini dilakukan oleh Intermountain Health Saltlike City, yang memantau kadar vitamin D dalam darah sekitar 630 peserta laki-laki dengan usia rata-rata 63 tahun yang pernah mengalami serangan jantung satu bulan sebelumnya. Para peserta diberikan dosis vitamin D3 yang disesuaikan untuk mempertahankan kadar optimal selama uji coba. Kadar target adalah 40 nanogram/mililiter (ng/ml), dan kadar vitamin D rata-rata pada awal penelitian adalah 27 ng/ml. Sekitar 60 persen peserta menerima dosis awal vitamin D3 yang tinggi sebesar 5.000 UI.

Para peneliti secara acak memilih kelompok kontrol dan kelompok yang menerima perawatan vitamin D3 yang ditargetkan, dan memantau kadar vitamin D3 selama uji coba untuk memastikan kadarnya tetap pada tingkat target. Jika kadar vitamin D seseorang turun di bawah target, mereka menerima suplementasi vitamin D untuk kembali ke tingkat yang normal.

Selama uji coba, para peneliti mencatat kejadian kardiovaskular utama, termasuk kematian, serangan jantung, rawat inap karena gagal jantung, dan stroke. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang diberi vitamin D3 yang ditargetkan mengalami hanya setengah dari jumlah serangan jantung lanjutan dibandingkan kelompok kontrol.

Baca Juga:
BNN Hadiri Rapat Strategis Pembahasan Pelaksanaan Anggaran 2026 di Kemensetneg

Tingkat serangan jantung lanjutan adalah 3,8 persen pada kelompok uji dibandingkan dengan 7,9 persen pada kelompok kontrol. Meskipun tidak ada perbedaan signifikan antarkelompok dalam kejadian jantung secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D3 yang ditargetkan berhasil mengurangi risiko serangan jantung berulang lebih dari setengahnya.

Ahli Jantung Intervensi bersertifikat dan Direktur Medis Program Jantung di Memorial Care Saddleback Medical Center, Cheng-Han Chen, MD, mengomentari temuan ini dan berpendapat bahwa studi yang lebih besar tentang penelitian ini akan memberi dampak yang cukup signifikan.

Ia mengingatkan bahwa vitamin D3 tidak hanya berguna untuk penderita yang pernah mengalami serangan jantung tetapi juga memberi manfaat kardiovaskular yang beragam seperti mengurangi peradangan dan menurunkan tekanan darah.

Vitamin D3 adalah vitamin yang diproduksi tubuh secara alami saat kulit terpapar sinar matahari. Selain itu, vitamin ini juga berasal dari sumber hewani, seperti ikan berlemak (salmon, tuna, makarel), kuning telur, dan hati sapi. Vitamin D3 (kolekalsiferol) dikenal untuk meningkatkan kesehatan tulang.

Namun, vitamin ini juga penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan suasana hati dan fungsi otot. Suplemen vitamin D3 juga dapat dikonsumsi setiap hari untuk mendapatkan kulit bercahaya, kesehatan mental yang lebih baik, dan manfaat lainnya. Penelitian baru menunjukkan mengonsumsi vitamin D juga dapat secara efektif mengurangi risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular.

Baca Juga:
Kapal Pesiar China Ramai-ramai Hindari Jepang, Korea Selatan Jadi Tujuan Favorit Baru

Studi ini memberikan bukti lebih lanjut tentang pentingnya vitamin D dalam menjaga kesehatan jantung, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung berulang. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan menentukan dosis optimal vitamin D3 untuk pencegahan penyakit kardiovaskular, hasil ini menjanjikan dan menyoroti potensi vitamin D sebagai alat yang efektif dalam mengurangi beban penyakit jantung.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manfaat Daun Kenikir untuk Kesehatan: Nutrisi, Antioksidan, dan Dukungan Ginjal

8 Desember 2025 - 19:47 WIB

Waktu Terbaik Konsumsi Pisang untuk Menjaga Kesehatan Jantung

8 Desember 2025 - 19:21 WIB

Manfaat Pare untuk Wanita: Rahasia Sayur Pahit yang Jarang Diketahui

8 Desember 2025 - 19:18 WIB

Air Rebusan Asam Jawa: Khasiat, Manfaat Kesehatan, dan Cara Membuatnya

8 Desember 2025 - 18:44 WIB

Padel, Olahraga Rakitan yang Menjadi Gaya Hidup Urban

8 Desember 2025 - 12:27 WIB

Manfaat Minyak Zaitun untuk Kecantikan dan Kesehatan: Rahasia Kulit Lembut, Rambut Sehat, dan Tubuh Fit

7 Desember 2025 - 23:02 WIB

Trending di Kesehatan