Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 5 Des 2025 16:24 WIB

Tanda-Tanda Kekurangan Vitamin D dan Dampak Seriusnya bagi Tubuh


 Tanda-Tanda Kekurangan Vitamin D dan Dampak Seriusnya bagi Tubuh Perbesar

PROLOGMEDIA – Seiring banyak orang menganggap asupan Vitamin D sebagai hal sepele — “cuma vitamin, paling juga suplemen” — kenyataannya kekurangan vitamin ini bisa membawa banyak konsekuensi serius dan sering kali mengejutkan. Tubuh bisa memberi sinyal melalui berbagai cara, dan jika diabaikan, efeknya bisa memengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Banyak orang dengan kadar vitamin D rendah sebenarnya tidak menyadarinya. Gejala awal sering samar dan bisa disalahartikan sebagai kelelahan biasa, stres kerja, kurang tidur, atau bahkan penuaan. Namun, tubuh bisa memberi peringatan: rasa lelah yang tak hilang meskipun sudah cukup istirahat, sering merasa ngos-ngosan, malas beraktivitas, atau merasa “lemah” secara terus-menerus.

Saat kekurangan vitamin D semakin parah atau berlangsung lama, efeknya bisa meluas: bukan hanya rasa letih, tetapi juga nyeri otot dan tulang. Otot bisa terasa pegal, tegang, bahkan kram, sementara tulang dan persendian bisa ngilu — terutama di punggung atau sendi besar. Karena vitamin D memiliki peran penting dalam penyerapan kalsium, kekurangannya membuat tulang melemah. Hal ini bisa berujung pada kondisi seperti Osteomalacia pada orang dewasa atau Rakhitis pada anak-anak — di mana tulang menjadi lunak, rapuh, dan mudah patah.

Untuk orang dewasa, kondisi ini mungkin juga memicu pengeroposan tulang atau Osteoporosis jika berlangsung lama, sehingga meningkatkan risiko patah tulang, dan membuat tulang serta gigi mudah keropos.

Tak hanya sistem muskuloskeletal: kekurangan vitamin D juga dapat menggoyahkan sistem imun. Orang dengan kadar vitamin D rendah lebih rentan terhadap infeksi — flu, pilek, batuk berkepanjangan, bahkan infeksi saluran pernapasan lebih serius. Tubuh yang seharusnya mampu melawan virus dan bakteri malah jadi “mudah luluh” karena pertahanan tubuh melemah.

Proses penyembuhan tubuh pun bisa melambat. Luka, goresan, atau bekas infeksi bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Bahkan, pemulihan setelah operasi pun bisa terganggu bila tubuh kekurangan vitamin D.

Baca Juga:
Lesman Bangun Kembali Pimpin SMSI Banten, Siap Angkat Sejarah dan Budaya Jelang HPN 2026

Dampak lain yang sering tidak disangka: gangguan mood dan kesehatan mental. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D bisa berhubungan dengan suasana hati yang memburuk — mudah sedih, cemas, bahkan depresi. Kadang orang merasa “berat” secara psikologis tanpa sebab yang jelas. Hal ini bisa jadi sinyal bahwa vitamin D tubuh sedang kurang optimal.

Masalah rambut dan kulit juga muncul. Beberapa orang melaporkan rambut rontok, pertumbuhan rambut melambat, atau kulit tampak kusam dan mudah iritasi. Hal ini karena vitamin D memainkan peran dalam regenerasi sel kulit serta menjaga fungsi folikel rambut — ketika kadar rendah, proses alami ini bisa terganggu.

Yang lebih mengkhawatirkan: efek jangka panjang dari kekurangan vitamin D bisa jauh dari ringan. Tulang yang terus menerus kekurangan mineral bisa kehilangan kepadatan, sehingga risiko patah tulang meningkat. Pada anak-anak, pertumbuhan bisa terganggu — postur bisa melengkung, sendi bisa berubah bentuk jika kekurangan dibiarkan tanpa penanganan.

Selain itu, penurunan daya tahan tubuh yang kronis bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit, bahkan penyakit berat. Risiko kesehatan jangka panjang — seperti kelainan metabolik, gangguan muskuloskeletal, dan penurunan kualitas hidup — bisa meningkat.

Masalahnya, seringkali kita baru menyadari ketika gejalanya sudah parah: nyeri tulang intens, patah tulang, kehilangan mobilitas, atau sering sakit berulang kali. Padahal, jika sejak awal kita peka terhadap tanda-tanda seperti kelelahan terus-menerus, otot mudah tegang, tulang terasa pegal, rambut dan kulit berubah, mungkin kita masih bisa melakukan intervensi — dari gaya hidup, asupan makanan, hingga suplemen bila perlu.

Untuk mencegah kekurangan vitamin D, penting memperhatikan beberapa hal: menjaga cukup paparan sinar matahari (karena tubuh mampu memproduksi vitamin D ketika kulit terpapar sinar UVB), mengonsumsi makanan kaya vitamin D seperti ikan berlemak, telur, susu atau produk fortified, dan bila diperlukan, mempertimbangkan suplemen dengan dosis tepat yang disarankan profesional kesehatan.

Baca Juga:
Olahraga yang Aman dan Efektif untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi

Kesimpulannya: kekurangan vitamin D bukan sekadar masalah “kurang gizi ringan” — dampaknya bisa menyeluruh, dari otot dan tulang hingga sistem imun, kulit, rambut, dan bahkan suasana hati. Karena gejalanya sering samar dan berkembang perlahan, kita perlu waspada dan peka terhadap setiap perubahan tubuh, jangan menganggap lelah atau pegal sebagai hal normal kalau terjadi terus-menerus. Pemeriksaan kadar vitamin D bisa jadi langkah bijak — dan jika memang rendah, segera ambil tindakan agar tubuh kembali optimal.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Respons Cepat Pemkab Serang, Sartini Warga Petir Dapat Bantuan dan Penanganan Medis

27 Januari 2026 - 12:15 WIB

Latihan Beban Bukan Sekadar Otot: Rahasia Tubuh Sehat dan Kuat bagi Wanita

2 Januari 2026 - 17:41 WIB

Deretan Makanan Kaya Vitamin B12 yang Penting untuk Energi, Saraf, dan Kesehatan Tubuh

1 Januari 2026 - 01:35 WIB

6 Latihan Upper Body Efektif untuk Membentuk Tubuh Kuat dan Proporsional

1 Januari 2026 - 01:26 WIB

Gaya Makan Sehat Milenial: Tren, Tips, dan Langkah Awal Menuju Hidup Lebih Fit

26 Desember 2025 - 19:55 WIB

8 Jenis Karbohidrat Tinggi Kalori yang Sebaiknya Dihindari Saat Diet

26 Desember 2025 - 19:32 WIB

Trending di Kesehatan