Menu

Mode Gelap

Berita · 24 Des 2025 23:29 WIB

Tangani Darurat Sampah, Tangsel Sepakati Pengiriman 500 Ton Sampah per Hari ke Serang


 Tangani Darurat Sampah, Tangsel Sepakati Pengiriman 500 Ton Sampah per Hari ke Serang Perbesar

PROLOGMEDIA – Dalam rapat paripurna yang digelar baru-baru ini, sebuah keputusan penting dan strategis bagi pengelolaan sampah di wilayah Banten dan sekitarnya akhirnya disepakati. Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Pemerintah Kota Serang menyetujui kerja sama yang membuka peluang bagi Tangsel untuk mengirimkan ratusan ton sampah setiap harinya ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong di Kota Serang. Keputusan ini menjadi jawaban atas krisis sampah yang telah berlangsung berkepanjangan di Tangsel dan juga menjadi bagian dari upaya solusi lintas daerah untuk mengatasi persoalan lingkungan yang kompleks.

Rencana kerja sama ini bukanlah sekadar pernyataan belaka, melainkan hasil pembicaraan intensif yang melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, DPRD, sampai dengan instansi teknis yang menangani lingkungan hidup. Inti dari kerja sama ini adalah pengiriman sampah dari Tangsel ke Serang sebesar 500 ton per hari dan direncanakan berlangsung selama empat tahun secara bertahap. Pola kerja ini diharapkan saling menguntungkan sekaligus meringankan beban kedua wilayah yang selama ini mengalami tantangan besar dalam pengelolaan sampah.

Tangsel sendiri selama ini menghadapi tekanan besar karena produksi sampah hariannya jauh melebihi kapasitas fasilitas pengolahan yang tersedia. Kondisi ini kemudian memunculkan status darurat sampah di kota yang memiliki jumlah penduduk cukup padat tersebut. Untuk mengatasi kekosongan solusi lokal, akhirnya muncul gagasan untuk bermitra dengan daerah lain. Kota Serang dipilih sebagai salah satu alternatif strategis karena lokasi TPSA Cilowong yang relatif mampu menampung volume besar sampah.

Dalam diskusi yang berlangsung di gedung DPRD Kota Serang, anggota dewan dari Komisi III menyampaikan bahwa persetujuan pengiriman sampah tersebut disertai sejumlah catatan penting yang wajib dipenuhi. Salah satunya adalah kewajiban dugaan kajian terhadap dampak lingkungan dan lalu lintas yang harus disampaikan kepada Komisi III paling lambat akhir Desember, sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan kenyamanan masyarakat di sepanjang rute pengiriman. Selain itu, DPRD juga menyoroti pentingnya memperhatikan waktu pengiriman sehingga tidak mengganggu aktivitas warga secara signifikan, dengan saran agar pengangkutan dilakukan pada malam sampai pagi hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang menjelaskan beberapa hal teknis yang menjadi bagian dari kesepakatan kerja sama ini. Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya sekadar menambah volume sampah yang masuk ke TPSA Cilowong, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan. Salah satu kewajiban Tangsel adalah menyediakan armada truk sampah yang telah dimodifikasi dengan penampung air lindi khusus, sehingga di sepanjang perjalanan tidak terjadi tumpahan yang dapat menimbulkan bau dan pencemaran visual. Detail teknis ini dinilai penting untuk menjamin supaya proses pengelolaan sampah lintas daerah ini berjalan dengan baik.

Volume sampah yang masuk ke TPSA Cilowong setelah kerja sama ini berjalan diproyeksikan dapat mencapai sekitar 900 ton per hari, bahkan kemungkinan meningkat sampai 1.200 ton per hari bila ditambah suplai dari daerah lain seperti Kabupaten Serang. Angka ini jauh lebih besar dibanding kondisi produktivitas sampah lokal Kota Serang sendiri yang saat ini hanya sekitar 419 ton per hari. Oleh karena itu, tambahan dari Tangsel bisa menjadi penopang kestabilan sistem pengelolaan di TPSA Cilowong.

Baca Juga:
Tips Khusus Mobil Matik Saat Melibas Tanjakan

Tidak dapat dipungkiri, kebutuhan untuk segera menemukan solusi atas persoalan sampah di Tangsel menjadi sangat mendesak. Produksi sampah di kota yang luasnya tidak lebih dari 147 kilometer persegi itu terus meningkat, sementara fasilitas lokal seperti TPA Cipeucang yang sebelumnya menjadi pusat pengolahan sampah telah dinyatakan tidak lagi mampu menampung seluruh volume sampah akibat masalah kapasitas dan penutupan sementara untuk penataan ulang. Upaya darurat pun kemudian dilakukan dengan mencoba membuka kembali TPA Cipeucang meskipun dengan kapasitas maksimal hanya sekitar 400 ton per hari, jauh di bawah kebutuhan yang mencapai lebih dari 1.100 ton per hari. Kondisi ini jelas meninggalkan kekosongan besar yang harus diatasi melalui kerja sama lintas daerah. �

Antara News

Dalam konteks ini, kesepakatan dengan Kota Serang bukan satu-satunya pendekatan. Pemerintah Provinsi Banten bahkan turut turun tangan untuk mencari berbagai solusi termasuk mendorong pembangunan fasilitas baru yang bisa memproses sampah menjadi energi listrik di masa mendatang. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang, sekaligus menjadi inovasi dalam pengelolaan sampah yang tidak hanya bertumpu pada pembuangan tetapi juga pemanfaatan teknologi untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang berguna.

Meski begitu, tidak semua pihak menyambut rencana ini dengan antusias. Sejumlah warga dari daerah lain di Banten sempat menolak rencana pengiriman sampah dalam volume besar. Seperti yang pernah terjadi beberapa bulan sebelumnya, warga di sekitar TPA Bangkonol, Kabupaten Pandeglang, menolak rencana serupa karena mereka khawatir dampaknya terhadap lingkungan dan kenyamanan masyarakat lokal akan semakin buruk. Penolakan ini sempat memicu ketegangan dan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan aspek sosial serta keterlibatan masyarakat dalam setiap keputusan besar terkait pengelolaan sampah lintas wilayah.

Kendati demikian, kerja sama antara Tangsel dan Serang yang baru disetujui DPRD ini menunjukkan adanya kemauan kuat dari para pemangku kebijakan untuk menangani persoalan sampah secara kolektif, bukan hanya bergantung pada solusi lokal yang kini terbukti tidak memadai. Dengan sinergi ini diharapkan masalah yang menumpuk selama bertahun-tahun dapat diurai secara sistematis, sehingga kualitas lingkungan serta kesehatan masyarakat dapat makin terjaga.

Baca Juga:
Wakapolri Lepas Bantuan Kemanusiaan dari Polda Lampung untuk Percepatan Penanganan Krisis Sumatera

Tak kalah penting, pemerintah daerah juga memastikan bahwa proses kerja sama ini akan terus melalui evaluasi tahunan untuk melihat sejauh mana target dan kesepakatan yang telah dibuat benar-benar dijalankan dengan baik, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan begitu, rencana pengiriman 500 ton sampah per hari dari Tangsel menuju Serang tidak hanya menjadi angka semata, tetapi bagian dari langkah nyata mengelola persoalan lingkungan yang kompleks dengan pendekatan yang lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita