Menu

Mode Gelap

Wisata · 14 Des 2025 12:47 WIB

Terowongan Natal di Pacific Place Jadi Viral, Pengunjung Rela Naik-Turun Eskalator


 Terowongan Natal di Pacific Place Jadi Viral, Pengunjung Rela Naik-Turun Eskalator Perbesar

PROLOGMEDIA – Memasuki pekan kedua Desember, suasana liburan Natal mulai terasa di seluruh penjuru ibu kota Jakarta. Di tengah hiruk‑pikuk persiapan perayaan akhir tahun, sebuah fenomena unik tiba‑tiba mencuri perhatian warganet dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bukan karena sebuah konser megah atau pasar Natal besar, melainkan sebuah terowongan eskalator di salah satu pusat perbelanjaan mewah yang berdiri megah di kawasan pusat bisnis Jakarta Selatan.

Terowongan itu bukan sekadar lorong biasa. Ia berubah total menjadi sebuah instalasi menarik bernama “Christmas Tunnel” yang memadukan seni dekorasi dan pengalaman visual khas suasana Natal. Terletak di escalator yang menghubungkan lantai dasar dengan lantai atas, ruang ini direkayasa sehingga seluruh sisi lintasan eskalator dipenuhi lampu‑lampu kelap‑kelip, hiasan warna‑warni, dan ornamen Natal yang memukau. Ketika malam tiba, pancaran cahaya tersebut menciptakan efek magis yang memikat siapa saja yang melintas di bawahnya, seolah mengajak pengunjung masuk ke dunia liburan yang penuh keajaiban dan kebahagiaan.

Desain yang unik dan tampilan yang estetis langsung menarik perhatian publik. Sejak awal Desember, foto dan video “Christmas Tunnel” tersebar di berbagai platform seperti Instagram, TikTok, hingga YouTube. Banyak akun media sosial membagikan momen mereka melewati lorong bercahaya itu, lengkap dengan musik Natal latar dan suasana meriah yang terekam. Perlahan namun pasti, tempat ini menjadi salah satu spot paling viral di Jakarta menjelang Natal, bahkan bagi sebagian orang menjadi tujuan wajib ketika berkunjung ke mall tersebut.

Fenomena ini menarik karena berbeda dari atraksi Natal pada umumnya. Biasanya pusat perbelanjaan akan menghadirkan pohon Natal raksasa, pameran lampu atau area foto besar di lobi. Namun instalasi di eskalator ini berhasil menggabungkan fungsi sehari‑hari alat transportasi vertikal dengan elemen visual yang kuat, sehingga memberikan pengalaman baru saat naik atau turun lantai. Pengunjung tidak hanya bergerak dari satu tempat ke tempat lain, tetapi mereka juga menikmati sensasi berjalan melalui lorong yang bersinar, seperti memasuki terowongan cahaya yang penuh imaji Natal.

Banyak yang datang bukan hanya untuk berbelanja atau sekadar transit ke area lain di dalam mall. Mereka rela mengantri panjang untuk bisa masuk ke dalam “Christmas Tunnel”, naik eskalator, kemudian turun lagi hanya untuk merasakan pemandangan yang sama berkali‑kali. Suasana ini menciptakan pemandangan unik: barisan panjang orang dengan senyum di wajah, kamera dan ponsel di tangan, siap mengabadikan setiap detik cahaya yang memantul di balik ornamen Natal.

Beberapa pengunjung bahkan membuat konten sendiri dari pengalaman mereka, memadukan audio lagu‑lagu Natal dengan visual terowongan yang berkilau. Tidak sedikit yang menggambarkan suasana tersebut sebagai “magical”, “surreal”, atau sekadar “definisi baru dari Instagrammable spot” di Jakarta. Yang lebih menarik lagi, tempat ini tidak dipasang demi komersial semata, tetapi lebih sebagai bagian dari rangkaian dekorasi musim liburan yang bertujuan menghadirkan kebahagiaan dan semangat Natal bagi masyarakat luas.

Baca Juga:
Bandara Internasional Nusantara IKN Siap Operasi Komersial 2026, Gerbang Masa Depan Kalimantan

Reaksi masyarakat luas terlihat beragam. Bagi sebagian orang, ini menjadi cara baru menikmati musim liburan yang mungkin terasa monoton dengan hanya melihat pohon Natal atau lampu di lobi mal. Terowongan eskalator ini memberikan dimensi baru, menggabungkan tempat transit menjadi sebuah pengalaman visual yang tidak terlupakan. Bagi generasi muda dan pengguna media sosial, ini menjadi latar sempurna untuk konten kreatif yang bisa dibagikan ke teman‑teman dan pengikut mereka.

Namun ada juga yang menilai fenomena ini sebagai contoh bagaimana elemen komersial dan hiburan modern berhasil merangkul semangat tradisional Natal. Sebuah lorong eskalator yang biasanya dipandang sebagai ruang utilitarian kini berubah menjadi daya tarik visual yang memikat, menunjukkan bahwa dalam era media sosial saat ini, pengalaman visual bisa menjadi magnet besar yang mengundang animo publik. Bukan hanya fungsi dasar yang menjadi pusat perhatian, tetapi juga cara penyajiannya yang mampu mengubah cara orang melihat ruang publik dan ruang komersial.

Beberapa pengunjung yang diwawancarai menyebut bahwa mereka sengaja datang dari luar kota atau jauh hanya untuk melihat Christmas Tunnel. Ada yang membawa keluarga lengkap, ada pula yang datang bersama teman‑teman dekat untuk berburu foto Natal yang berbeda dari biasanya. Pernyataan mereka mencerminkan bahwa tempat ini tidak lagi hanya sekadar lorong eskalator, tetapi telah menjadi magnet sosial bagi kelompok usia dan latar belakang yang beragam.

Ketertarikan ini juga berdampak pada tingkat kunjungan pusat perbelanjaan secara keseluruhan. Area sekitar “Christmas Tunnel” kini dipenuhi oleh kafe, gerai kopi, dan toko yang ramai dikunjungi, karena kunjungan yang meningkat otomatis mendorong banyak pengunjung untuk menjelajahi area lain di dalam mall. Atmosfer menjadi lebih hidup, terasa seperti sebuah festival kecil di tengah musim liburan yang biasanya identik dengan kehangatan dan kebersamaan. Banyak pengunjung yang kemudian menghabiskan waktu berjam‑jam di sini, tidak hanya untuk mendapatkan foto yang menarik tetapi juga untuk menikmati ragam fasilitas lain yang tersedia, seperti tempat makan, pertunjukan musik kecil, atau sekadar bersantai setelah berbelanja.

Fenomena viral ini kemudian memicu respons dari pengelola mall. Mereka menambahkan fasilitas pendukung seperti area foto tambahan, signage khusus untuk membantu pengunjung mengambil gambar terbaik, serta penataan waktu antrian agar tidak mengganggu kenyamanan semua orang yang datang. Langkah ini menunjukkan bahwa sebuah ide kreatif yang awalnya sederhana ternyata mampu memberikan dampak besar, tidak hanya dalam hal estetika tetapi juga dalam memperkuat keterlibatan komunitas pengunjung dengan ruang publik komersial.

Dalam konteks yang lebih luas, fenomena terowongan Natal ini mencerminkan bagaimana suasana perayaan Natal di Jakarta semakin dirayakan dengan cara yang inovatif dan kreatif. Di banyak sudut ibu kota, berbagai pusat perbelanjaan dan ruang publik juga berlomba menghadirkan dekorasi dan pengalaman unik untuk menarik pengunjung menyambut liburan akhir tahun. Dari pasar malam bertema, pohon Natal raksasa yang mencolok, hingga pertunjukan musik dan acara budaya, semuanya turut memperkuat nuansa liburan yang hangat dan penuh kegembiraan.

Baca Juga:
Kilang Minyak Modular: Ambisi Indonesia Capai 1 Juta Barel Per Hari

Dengan hadirnya “Christmas Tunnel” di eskalator ini, pengalaman berlibur di tengah kota Jakarta kini mendapatkan dimensi baru yang tidak hanya dirasakan melalui belanja atau hiburan biasa, tetapi juga melalui pengalaman visual yang memukau dan mudah dikenang. Ke depannya, inovasi‑inovasi seperti ini kemungkinan besar akan terus berkembang, menjadikan musim liburan di kota besar seperti Jakarta semakin berwarna, dinamis, dan penuh kejutan untuk dinikmati semua lapisan masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Alternatif Destinasi Liburan Tenang di Tengah Ramainya Nataru 2025

26 Desember 2025 - 19:35 WIB

Trending di Wisata