PROLOGMEDIA – Tim K-9 SAR Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri berhasil menemukan titik sumber bau yang diduga kuat menjadi lokasi keberadaan korban longsor di wilayah Jl. Zaenal Basri, Kecamatan Pandan, Kelurahan Matauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Penemuan ini dilakukan setelah tim melakukan pelacakan intensif terhadap Divan Simangungsong, seorang laki-laki berusia 22 tahun yang dilaporkan hilang sejak kurang lebih 20 hari lalu akibat tertimbun material longsor.
Proses pelacakan korban bermula dari permintaan mendesak keluarga. Orang tua Divan yang panik dan khawatir atas keselamatan putranya, memohon bantuan pihak kepolisian melalui unit K-9 SAR untuk membantu pencarian. Permintaan ini menjadi perhatian serius bagi Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri, yang segera menyiagakan tim K-9 SAR untuk melakukan penelusuran di lokasi kejadian.
Pelacakan dipimpin langsung oleh Kompol Kadarman, selaku perwira pengendali tim K-9 SAR, yang memastikan seluruh proses berlangsung sistematis dan profesional. Tim yang diturunkan terdiri dari dua pawang berpengalaman, yakni Aipda Hasan Musa dengan satwa K-9 Dasa, serta Briptu Jona bersama satwa K-9 Walet. Kedua anjing pelacak ini telah dilatih secara khusus untuk mendeteksi bau manusia, bahkan dalam kondisi medan yang sulit seperti tumpukan material longsor yang padat dan berisiko.
Dalam pelaksanaan tugasnya, tim K-9 SAR melakukan penyisiran menyeluruh di lokasi yang diduga menjadi titik tertimbunnya Divan. Kinerja anjing pelacak menunjukkan hasil yang signifikan, ketika Dasa dan Walet berhasil mendeteksi satu titik dengan aroma kuat yang sesuai dengan bau manusia. Menurut Kompol Kadarman, penemuan titik sumber bau ini menjadi kunci penting bagi proses evakuasi selanjutnya.
“Dari hasil pelacakan K-9 SAR, kami berhasil menemukan satu titik sumber bau yang diduga terdapat korban tertimbun material longsor. Langkah berikutnya adalah proses penggalian menggunakan alat berat yang akan difasilitasi oleh Dinas Pekerjaan Umum,” jelas Kompol Kadarman, Minggu, 14 Desember 2025. Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan pihak pemerintah daerah sudah dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional alat berat dan proses evakuasi dapat dilakukan secara efektif dan aman.
Lebih lanjut, Kompol Kadarman menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, guna memastikan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Koordinasi ini mencakup penyediaan alat berat, perlengkapan keselamatan, dan tim tambahan yang akan membantu proses penggalian di lokasi yang cukup berisiko tersebut. “Kami ingin memastikan bahwa proses evakuasi dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kepastian bagi keluarga korban,” tambahnya.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam situasi bencana. Kemampuan teknis Unit K-9 SAR Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada penanganan situasi darurat yang melibatkan keselamatan jiwa masyarakat. Keberhasilan dalam menemukan titik sumber bau korban menjadi bukti nyata bagaimana teknologi dan keterampilan manusia bekerja secara sinergis, dengan dukungan anjing pelacak yang terlatih khusus.
Baca Juga:
Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama longsor, mengingat kondisi geografis Tapanuli Tengah yang rawan terhadap pergerakan tanah saat musim hujan. Dukungan masyarakat sangat penting, terutama dalam memberikan informasi yang relevan kepada petugas di lapangan, sehingga proses pencarian dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Selain aspek teknis, upaya pencarian korban ini juga memiliki dampak psikologis bagi keluarga yang menunggu kepastian. Penemuan titik bau menjadi secercah harapan bagi orang tua dan keluarga Divan, yang selama 20 hari terakhir berada dalam ketidakpastian dan kecemasan. Kehadiran tim K-9 SAR tidak hanya memberikan keahlian teknis, tetapi juga memberikan dukungan emosional bagi keluarga, dengan menunjukkan bahwa upaya pencarian dilakukan secara maksimal dan profesional.
Kompol Kadarman menegaskan bahwa keselamatan tim dan korban menjadi prioritas utama dalam setiap operasi SAR. Penggunaan alat berat dipersiapkan dengan standar keamanan tinggi, dan tim medis juga siaga di lokasi untuk menangani kemungkinan korban ditemukan dalam kondisi kritis. Setiap langkah dilakukan dengan cermat, termasuk pengaturan jalur evakuasi dan koordinasi lintas lembaga, demi menjamin keselamatan semua pihak.
Peran satwa K-9 dalam operasi ini tidak bisa dilebih-lebihkan. Anjing pelacak, melalui latihan intensif dan insting alami, mampu mendeteksi aroma manusia yang tersembunyi di balik material longsor, bahkan di medan yang sulit sekalipun. Kemampuan ini menjadi senjata ampuh bagi tim SAR dalam mempercepat pencarian korban, sekaligus mengurangi risiko bagi tim manusia yang harus menembus tumpukan material berbahaya.
Proses evakuasi yang segera dilakukan setelah penemuan titik sumber bau juga menjadi contoh sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhasil menyelamatkan korban, tetapi juga menjadi pelajaran penting tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
Polri menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Keberhasilan tim K-9 SAR Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri dalam menemukan titik sumber bau korban menjadi bukti nyata dedikasi mereka dalam melayani masyarakat, sekaligus menegaskan pentingnya penguatan kemampuan teknis dan koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana.
Baca Juga:
KPK Amankan Uang Rupiah dan Dolar Asing dari Kediaman Pejabat Riau
Dengan dukungan semua pihak, diharapkan proses penggalian dan evakuasi dapat segera dilaksanakan, sehingga keluarga korban memperoleh kepastian dan masyarakat semakin waspada terhadap potensi bencana. Kesiapsiagaan, koordinasi, dan dukungan masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam menanggulangi dampak bencana alam seperti longsor, terutama di wilayah yang memiliki risiko tinggi.









