Menu

Mode Gelap

Kuliner · 7 Nov 2025 16:32 WIB

Titiek Soeharto Terpukau Nasi Goreng MBG: Enak! Bukti Program Gizi Polri Berhasil?


 Titiek Soeharto Terpukau Nasi Goreng MBG: Enak! Bukti Program Gizi Polri Berhasil? Perbesar

KARANGANYAR – Di sebuah sudut Karanganyar, Jawa Tengah, aroma nasi goreng yang menggugah selera menguar, mengundang perhatian siapa saja yang melintas. Bukan sembarang nasi goreng, melainkan menu istimewa dari Sentra Pelayanan dan Pemberdayaan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Polres Karanganyar. Kehadiran menu nasi goreng ini pun semakin istimewa dengan kunjungan mendadak dari Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi, atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Titiek Soeharto.

Kunjungan Titiek Soeharto ke SPPG YKB Polres Karanganyar bukan tanpa alasan. Ia ingin melihat langsung implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan oleh Polri. Program MBG ini bertujuan untuk memberikan asupan gizi yang cukup bagi anak-anak Indonesia, terutama dari kalangan keluarga kurang mampu.

Didampingi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Juliati Sigit Prabowo, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo, dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat, Titiek Soeharto tampak antusias meninjau setiap sudut SPPG. Namun, ada satu hal yang paling menarik perhatiannya, yaitu menu nasi goreng yang menjadi andalan SPPG tersebut.

Tanpa ragu, Titiek Soeharto pun mencicipi nasi goreng yang disajikan. Setelah beberapa suapan, senyum merekah di wajahnya.

“Saya tadi sempat mencicipi nasi gorengnya, rasanya enak. Karena chef-nya, chef pilihan,” ujarnya kepada wartawan dengan nada puas.

Pujian ini tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim SPPG YKB Polres Karanganyar, yang telah bekerja keras untuk menyajikan menu bergizi dan lezat bagi anak-anak.

Ketertarikan Titiek Soeharto terhadap nasi goreng ini bukan hanya sekadar soal rasa. Ia juga ingin mengetahui lebih lanjut mengenai biaya produksi satu porsi menu MBG tersebut. “Dengan menu yang enak-enak ini, apakah Rp 10 ribu bisa masuk?” tanyanya. Mendengar jawaban bahwa biaya produksi masih di bawah Rp 15 ribu, Titiek Soeharto pun merasa lega.

“Masuk, sangat masuk. Malah katanya petugas di sini sudah dapat BPJS,” terangnya.

Hal ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak, tetapi juga bagi para petugas yang terlibat dalam pelaksanaannya. Dengan adanya BPJS, para petugas merasa lebih aman dan terlindungi dalam menjalankan tugas mereka.

Titiek Soeharto pun tak lupa memberikan apresiasi kepada Kapolri dan jajarannya, serta Juliati Sigit, yang telah terjun langsung memonitor program MBG.

“Jadi saya mengapresiasi Pak Kapolri dan jajaran dan Ibu Ketua Bhayangkari, semuanya ikut terjun, tak ada yang berpangku tangan, semua kerja besar kita semuanya,” jelasnya.

Apresiasi ini menunjukkan bahwa program MBG merupakan hasil kerja keras dan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pimpinan Polri hingga anggota Bhayangkari. Semua pihak memiliki peran penting dalam menyukseskan program ini.

Namun, pujian Titiek Soeharto tidak berhenti sampai di situ. Ia juga terkesan dengan kebersihan SPPG Polri di Karanganyar.

“Saya salut kebersihannya luar biasa, ini bisa jadi contoh SPPG seluruh Indonesia. Ini bersih di sini, kemudian sangat higienis,” ujarnya.

Baca Juga:
Penyaluran Bantuan Pengungsi Erupsi Semeru Berlangsung Intensif di Lumajang

Kebersihan memang menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan program MBG. Dengan menjaga kebersihan dapur dan peralatan masak, kita dapat mencegah terjadinya kontaminasi makanan yang dapat membahayakan kesehatan anak-anak.

Titiek Soeharto juga memuji kebersihan pencucian ompreng (peralatan makan) yang menurutnya bisa menjadi standar bagi dapur MBG lainnya.

“Kebersihannya juga pencucian piring ompreng bisa jadi standar. Punya SPPG jangan hanya punya-punyaan. ‘Bangga saya punya SPPG, ‘Saya punya SPPG bisa memberikan pada sekian ribu anak’. Tapi tak memperhatikan higienis dan gizi untuk anak-anak itu, di sini semua diperhatikan, mudah-mudahan bisa jadi contoh bagi SPPG yang lain,” sambungnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Titiek Soeharto sangat memperhatikan kualitas program MBG secara keseluruhan, bukan hanya dari segi kuantitas, melainkan juga dari segi kualitas gizi dan kebersihan. Ia berharap agar SPPG YKB Polres Karanganyar dapat menjadi contoh bagi SPPG lainnya di seluruh Indonesia, sehingga program MBG dapat memberikan manfaat yang optimal bagi anak-anak Indonesia.

Kunjungan Titiek Soeharto ke SPPG YKB Polres Karanganyar ini menjadi bukti nyata bahwa program MBG mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk dari DPR. Dukungan ini sangat penting untuk memastikan keberlangsungan dan keberhasilan program MBG di masa depan.

Program MBG merupakan salah satu upaya penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan memberikan asupan gizi yang cukup bagi anak-anak, kita dapat membantu mereka tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga mereka dapat menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Namun, program MBG tidak hanya soal memberikan makanan bergizi bagi anak-anak. Lebih dari itu, program ini juga merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Dengan memberikan gizi yang cukup sejak dini, kita dapat mencegah terjadinya stunting dan masalah gizi lainnya yang dapat menghambat perkembangan anak-anak.

Selain itu, program MBG juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi bagi kesehatan. Dengan melihat langsung manfaat program MBG, masyarakat akan lebih termotivasi untuk memberikan asupan gizi yang cukup bagi anak-anak mereka.

Tentu saja, program MBG tidak dapat berjalan sukses tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bersinergi untuk mewujudkan program ini. Dengan dukungan dari semua pihak, program MBG dapat memberikan manfaat yang optimal bagi anak-anak Indonesia dan membantu mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.

Keberhasilan program MBG di SPPG YKB Polres Karanganyar menunjukkan bahwa program ini dapat diimplementasikan di berbagai daerah di Indonesia. Dengan adanya komitmen dan kerja keras dari semua pihak, program MBG dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah gizi pada anak-anak Indonesia.

Namun, tantangan yang dihadapi dalam implementasi program MBG tentu tidak sedikit. Salah satu tantangan utama adalah memastikan ketersediaan anggaran yang cukup untuk membiayai program ini. Selain itu, juga perlu dipastikan adanya tenaga kesehatan yang terlatih untuk memberikan edukasi gizi kepada masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan dukungan yang lebih besar bagi program MBG, baik dari segi anggaran maupun sumber daya manusia. Selain itu, juga perlu dilakukan evaluasi secara berkala terhadap program MBG untuk memastikan efektivitasnya dan melakukan perbaikan jika diperlukan.

Dengan adanya dukungan dan evaluasi yang berkelanjutan, program MBG dapat menjadi program yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang optimal bagi anak-anak Indonesia.

Baca Juga:
Pantai Crystal Bay Terdampak Banjir, Aktivitas Wisata Ditutup Sementara

Kisah sukses SPPG YKB Polres Karanganyar dengan menu nasi gorengnya yang lezat dan bergizi menjadi inspirasi bagi kita semua. Mari kita dukung program MBG dan bersama-sama wujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera bagi generasi penerus bangsa.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pasar Kue Subuh Senen: Denyut Ekonomi dan Tradisi Kuliner Jakarta yang Tak Pernah Tidur

26 Desember 2025 - 19:57 WIB

Rahasia Singkong Goreng Merekah dan Empuk Tanpa Air Es

26 Desember 2025 - 19:08 WIB

Kreativitas Kuliner Nusantara: Ragam Camilan dan Olahan Unik dari Daun Pepaya

26 Desember 2025 - 18:24 WIB

Wajib Tahu, Ini Bagian Udang yang Aman Dimakan dan Sebaiknya Dihindari

25 Desember 2025 - 02:07 WIB

Waspada Saat Terbang, Ini Makanan yang Sebaiknya Dihindari di Pesawat

25 Desember 2025 - 01:52 WIB

Ayam Panggang Bumbu Pedas yang Meresap, Daging Empuk dan Juicy

23 Desember 2025 - 18:37 WIB

Trending di Kuliner