Menu

Mode Gelap

Berita · 3 Des 2025 12:18 WIB

TNI AD Kirim Bantuan Besar ke Aceh, Sumut, dan Sumbar: Kapal ADRI XVII BM Dilepas Kasad untuk Misi Kemanusiaan


 TNI AD Kirim Bantuan Besar ke Aceh, Sumut, dan Sumbar: Kapal ADRI XVII BM Dilepas Kasad untuk Misi Kemanusiaan Perbesar

PROLOGMEDIA – Upaya penanganan bencana di sejumlah wilayah di Tanah Air kembali mendapat perhatian serius dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Pada Rabu pagi, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., resmi melepas keberangkatan Kapal ADRI XVII BM dari Dermaga Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta. Kapal logistik berkapasitas besar ini membawa ribuan bantuan kemanusiaan yang ditujukan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

 

Pelepasan kapal dilakukan dalam suasana penuh keprihatinan sekaligus momentum solidaritas. Berbagai daerah di Sumatra bagian utara sedang berjuang menghadapi dampak banjir bandang, tanah longsor, hingga kerusakan infrastruktur yang memutus akses antarwilayah. Kehadiran bantuan TNI AD melalui kapal ADRI ini diharapkan menjadi penguat dalam penanganan darurat yang kini berlangsung secara masif.

 

Kasad menegaskan bahwa penggunaan Kapal ADRI XVII BM merupakan langkah strategis yang memungkinkan pengiriman bantuan dalam jumlah besar sekaligus. Menurutnya, beberapa jenis bantuan—terutama kebutuhan darurat—sebetulnya sudah diberangkatkan sehari sebelumnya menggunakan dua KRI milik TNI AL dan armada udara berupa pesawat Hercules.

 

“Hari ini kami memberangkatkan Kapal ADRI untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara maupun Padang. Ini adalah pengiriman gelombang lanjutan setelah kemarin kami mengirimkan barang-barang yang dibutuhkan segera melalui KRI dan Hercules untuk penanganan paling mendesak,” jelas Kasad dalam keterangannya.

 

Bantuan Jembatan Darurat dan Armada Udara Percepat Penanganan

 

Salah satu bantuan vital yang dikirim TNI AD ialah empat unit jembatan Bailey, yakni tiga unit untuk wilayah Aceh dan satu unit untuk Sumatera Utara. Jembatan Bailey dibutuhkan untuk menggantikan jembatan yang terputus akibat arus banjir bandang maupun tanah longsor. Infrastruktur darurat tersebut menjadi kunci dalam pembukaan akses distribusi logistik dan pergerakan evakuasi.

 

Selain jembatan, TNI AD juga mengerahkan lima helikopter serta satu pesawat Cassa untuk mempercepat distribusi bantuan ke lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Di beberapa titik, medan sangat berat dan akses tertutup total, sehingga dukungan udara menjadi satu-satunya pilihan.

 

Tidak hanya itu, ribuan paket logistik dikirimkan dalam misi kemanusiaan kali ini. Bantuan tersebut meliputi sembako, air bersih, obat-obatan, perlengkapan balita dan ibu hamil, tenda keluarga, selimut, perlengkapan sanitasi, hingga genset portabel untuk kebutuhan penerangan dan operasional darurat. Seluruh barang telah dipilah berdasarkan prioritas kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.

 

Alutsista dan Perlengkapan Evakuasi Dikerahkan

 

TNI AD juga menyiapkan dukungan pemulihan infrastruktur awal dengan mengirimkan alat berat seperti excavator dan buldozer, termasuk berbagai perlengkapan zeni yang dibutuhkan dalam operasi tanggap darurat. Ketersediaan alat berat sangat krusial bagi daerah terdampak banjir dan longsor yang membutuhkan pembersihan material, perbaikan akses, hingga stabilisasi kontur tanah yang rawan amblas.

 

Dukungan tidak hanya berupa logistik dan peralatan. Satuan-satuan jajaran TNI AD seperti Zeni, Kesehatan, Bekang, serta personel dari Kodam I/Bukit Barisan, Kodam Iskandar Muda, dan Kodam XVIII/Tuanku Imam Bonjol telah disiapkan dan diberangkatkan. Mereka akan bertugas membuka akses terputus, mengevakuasi warga, memberikan layanan kesehatan, hingga menyiapkan dapur lapangan yang menyuplai makanan untuk para pengungsi.

 

Menepis Anggapan Respons Lambat

 

Baca Juga:
Kawah Ijen: Saksikan Keajaiban Blue Flame dan Kisah Ketangguhan di Jantung Jawa

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Maruli juga menanggapi sejumlah anggapan publik mengenai dugaan lambatnya respons TNI dalam membantu penanganan bencana. Ia menegaskan bahwa TNI bergerak secepat mungkin begitu menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

 

“Setelah saya menerima perintah dari Presiden, kami langsung bergerak. Bahkan pengiriman awal sudah kita lakukan kemarin melalui KRI dan Hercules. Jadi tidak ada yang ditunda,” tegas Kasad.

 

Ia menambahkan bahwa perhatian Presiden terhadap penanganan bencana sangat besar. Salah satunya adalah rencana pengerahan sekitar 20 helikopter untuk mendukung operasi kemanusiaan di berbagai wilayah terdampak. Armada udara tersebut akan mempercepat mobilitas bantuan, terutama ke titik-titik yang terisolasi.

 

Koordinasi Intensif dengan BNPB dan Pemerintah Daerah

 

Sebelum kapal resmi diberangkatkan, Kasad bersama para pejabat utama TNI AD menerima paparan dari Asisten Operasi Kasad, Mayjen TNI Aminton Manurung, mengenai mekanisme pengiriman, kesiapan personel, dan manifest barang. Penjelasan tersebut memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasi dan kebutuhan lapangan.

 

Kasad juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa serta besarnya kerusakan yang dialami masyarakat. Ia menegaskan bahwa TNI AD akan terus memperkuat koordinasi dengan BNPB, BPBD, pemerintah daerah, hingga relawan lokal. Kolaborasi multipihak dianggap sebagai kunci keberhasilan penanganan bencana, terutama di fase darurat yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan.

 

Distribusi Bantuan Sesuai Prioritas

 

Seluruh bantuan kemanusiaan yang dibawa Kapal ADRI XVII BM dijadwalkan akan didistribusikan ke posko gabungan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Setelah tiba di pelabuhan tujuan, bantuan akan diteruskan menggunakan truk, kendaraan taktis, atau helikopter, disesuaikan dengan tingkat kerusakan akses di setiap wilayah.

 

Pendataan kebutuhan juga akan diperbarui setiap hari agar bantuan yang dikirim selalu sesuai prioritas. TNI AD memastikan tidak ada daerah yang terlewat, terutama desa yang terisolasi dan sulit dijangkau.

 

Komitmen TNI AD untuk Selalu Hadir

 

Keberangkatan Kapal ADRI ini bukan sekadar pengiriman logistik, tetapi juga wujud nyata komitmen TNI AD dalam mengemban tugas kemanusiaan. Kasad menekankan bahwa TNI AD selalu siap hadir kapan pun rakyat membutuhkan, dengan mengedepankan profesionalisme, respons cepat, dan pendekatan humanis.

 

“Dalam kondisi apa pun, TNI AD akan selalu berada di garis depan untuk membantu rakyat. Itu adalah bagian dari jati diri kami,” tutup Jenderal Maruli.

 

Baca Juga:
Kebangkitan Hayli Gubbi: Erupsi Pertama Setelah 12.000 Tahun Mengguncang Warga Afar

Misi kemanusiaan ini diharapkan menjadi bagian penting dalam percepatan pemulihan di tiga wilayah terdampak bencana. Dengan dukungan logistik, personel, dan alutsista TNI AD, masyarakat yang kini tengah berjuang bangkit diharapkan segera mendapatkan kembali akses, layanan dasar, dan rasa aman.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita