Menu

Mode Gelap

Berita · 28 Nov 2025 15:29 WIB

TNI AL Kerahkan 6 KRI, 4 Helikopter, dan Pasukan Khusus untuk Percepatan Penanganan Banjir Sumatera


 TNI AL Kerahkan 6 KRI, 4 Helikopter, dan Pasukan Khusus untuk Percepatan Penanganan Banjir Sumatera Perbesar

PROLOGMEDIA – TNI Angkatan Laut (TNI AL) bergerak cepat merespons bencana banjir, longsor, dan angin kencang yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Sebagai wujud nyata komitmen terhadap kemanusiaan, mereka mengerahkan kekuatan besar: enam kapal perang Republik Indonesia (KRI), empat helikopter, pasukan khusus, serta tim medis untuk membantu evakuasi, distribusi logistik, dan penanganan darurat bagi warga terdampak.

 

Di antara armada yang dikerahkan terdapat kapal bantu rumah sakit KRI Soeharso-990 dan KRI Semarang-594, yang diposisikan untuk mendukung pengiriman bantuan, relokasi pasukan, serta evakuasi korban. Selain itu, tiga KRI lainnya — KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531, dan KRI Teluk Celukan Bawang-532 — telah disiagakan untuk mengangkut bahan kontak, tenda darurat, alat kesehatan, serta perahu karet ke lokasi bencana. Sementara itu, KRI Brawijaya-320 turut memperkuat upaya tanggap darurat dari sisi laut.

 

Tak hanya mengandalkan unsur laut — TNI AL juga menurunkan kekuatan udara. Empat helikopter onboard dari Puspenerbal telah dikerahkan untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses lewat darat, mempercepat distribusi bantuan, serta membantu evakuasi masyarakat terdampak. Pasukan khusus dari Kopaska siap diterjunkan membantu evakuasi warga, membersihkan area terdampak, serta menyalurkan bantuan langsung ke masyarakat yang membutuhkan.

 

Dalam upaya penanganan bencana ini, tim medis dari Batalyon Kesehatan Marinir disiagakan untuk mendirikan pos kesehatan lapangan, memberikan pengobatan bagi korban luka, serta menangani urgensi medis lain akibat dampak banjir dan longsor.

 

Menurut pernyataan resmi dari Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, pengerahan unsur laut, udara, pasukan khusus, dan tenaga kesehatan ini merupakan respons cepat terhadap kebutuhan mendesak di lapangan — terutama untuk mempercepat evakuasi, distribusi bantuan, dan upaya penanganan medis. Seluruh unsur tersebut diperkirakan akan diberangkatkan secepat mungkin dalam pekan ini, dengan tujuan menjangkau semua titik terdampak, termasuk wilayah terisolasi.

 

Baca Juga:
Mendikdasmen Soroti Nilai Matematika TKA 2025 yang Merosot, Tekankan Perlunya Perbaikan Pembelajaran

Penempatan strategi ini dipandang penting, mengingat infrastruktur di sejumlah daerah terdampak telah rusak — jalan dan jalur darat banyak yang terputus — sehingga akses terhambat. Dengan menghadirkan kapal perang, helikopter, tenda darurat, perahu karet, serta tim medis, TNI AL berharap bantuan bisa lebih cepat sampai ke tangan warga yang sangat membutuhkan.

 

Upaya ini juga disambut sebagai kolaborasi besar antara unsur militer dan kemanusiaan untuk meringankan beban warga terdampak bencana. Tidak hanya sekadar membantu evakuasi dan distribusi bantuan, kehadiran tim medis dan kapal bantu rumah sakit menunjukkan komitmen untuk memberikan layanan komprehensif — mulai dari penyelamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pemulihan kesehatan bagi korban.

 

Dengan kesiapan mengerahkan puluhan personel, kapal perang, helikopter, pasukan khusus, dan tenaga medis, TNI AL memberikan tanda bahwa penanganan bencana kali ini akan dilakukan secara masif, terstruktur, dan menyeluruh. Harapannya, warga terdampak di Sumatera Barat dan Sumatera Utara bisa segera menerima bantuan, mendapatkan pertolongan medis, dan dibantu mobilitasnya meskipun kondisi jalan mempersulit akses.

 

Selain itu, pengerahan ini juga diharapkan membantu pemerintah daerah yang saat ini tengah kewalahan menghadapi kerusakan infrastruktur dan terputusnya akses di banyak titik. Dengan koordinasi dan mobilitas dari unsur laut, udara, dan darat, diharapkan proses evakuasi dan distribusi bantuan menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.

 

Bagi masyarakat di wilayah terdampak, kehadiran pasukan TNI AL bisa menjadi harapan di tengah kondisi darurat: korban bisa dievakuasi, korban luka mendapat perawatan, bantuan logistik tiba, dan proses pemulihan bisa dimulai. Bagi pemerintah dan lembaga terkait, langkah ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara kekuatan militer dan kemanusiaan dalam penanganan bencana besar.

 

Baca Juga:
Sleman Jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar di DIY, Tantangan dan Upaya Pemulihan Ekonomi

Dengan demikian, upaya TNI AL bukan sekadar respons spasial terhadap bencana, melainkan representasi kepedulian dan tanggung jawab terhadap warga yang tertimpa musibah. Semoga kehadiran mereka bisa mempercepat proses pemulihan, meminimalkan kerugian lebih lanjut, dan membawa kelegaan bagi banyak keluarga yang terdampak.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita