PROLOGMEDIA – Kamu ingin menikmati tongseng ayam yang gurih dan nikmat — tanpa rasa berat dan “berlemak” dari santan? Rasanya tidak perlu ragu. Versi tongseng ayam tanpa santan bisa jadi pilihan tepat: tetap kaya rempah, tetap sedap, namun terasa lebih ringan dan mudah dicerna.
Bayangkan aroma harum bawang merah dan bawang putih yang ditumis bersama kemiri, jahe, kunyit, lalu dipadu dengan serai dan daun-daunan aromatik seperti daun salam atau daun jeruk. Saat bumbu sudah matang dan menguar harum ke seluruh dapur, wangi rempah-rempah itu menandakan bahwa rasa dan rasa khas tongseng akan segera hadir.
Setelah itu, potongan ayam — bisa paha atau fillet — masuk ke dalam wajan. Ayam dibiarkan menyerap aroma bumbu, berubah warna, lalu disiram dengan air atau kaldu secukupnya hingga terendam. Ini adalah trik agar kuah tetap bersisa dan rasa bumbu tetap pekat meskipun tak ada santan.
Kemudian, tambahkan kecap manis sebagai sumber rasa manis dan gurih, plus sedikit garam, gula, dan kaldu bubuk (kalau pakai) untuk memperkuat cita rasa. Setelah mendidih dan ayam matang sempurna, aroma manis-gurih dari kecap dan rempah makin menggoda.
Langkah terakhir — masukkan sayuran: kol iris kasar, irisan tomat, dan taburan daun bawang. Jangan lupa cabai rawit atau cabai merah sesuai selera jika kamu suka pedas. Sayuran ini memberikan sentuhan segar dan manis-asam alami, sekaligus memberi tekstur yang renyah di dalam kuah. Masak sebentar saja agar kol dan tomat tidak terlalu lembek. Kemudian angkat dan sajikan.
Hidangkan tongseng hangat bersama nasi putih pulen — dan jika suka, tambahkan taburan bawang merah goreng agar aroma dan teksturnya makin menggoda. Yang paling memukau: meskipun tanpa santan, kuahnya tetap terasa kaya, rempahnya tetap nyala, dan rasa ayam tetap empuk serta juicy. Versi tanpa santan ini sering jadi favorit karena terasa segar — ringan di perut — tapi tetap memuaskan bagi penikmat masakan berkuah khas rumahan.
Baca Juga:
Gubernur Andra Soni Resmikan Festival Santri Lebak 2025, Tegaskan Pemberdayaan SDM dan Sinergi Daerah
Yang membuat versi ini menarik adalah fleksibilitasnya. Karena tidak menggunakan santan, kamu tidak perlu mengandelkan bahan berat seperti santan kental, dan kuah tongseng jadi lebih encer, bersih, dan ringan. Kaldu ayam atau air biasa sudah cukup — asal rempah dan bumbu tumisnya dimaksimalkan agar rasa tetap “nendang.”
Metode ini pun relatif mudah dan cocok bagi siapa saja — bahkan bagi pemula di dapur. Cukup masak dengan api kecil setelah kuah mendidih agar bumbu meresap sempurna tanpa bikin ayam terlalu lembek atau sayuran terlalu layu.
Tongseng ayam tanpa santan ini bisa kamu sesuaikan sesuai selera: kalau kamu ingin versi yang ringan dan sehat — gunakan ayam tanpa banyak lemak, sayuran segar, dan kurangi gula atau garam. Kalau ingin rasa yang lebih “kuat” dan “berempah” — gunakan lebih banyak campuran bumbu seperti lengkuas, jahe, kunyit, serai, dan daun jeruk. Atur pedasnya dengan jumlah cabai rawit yang kamu tambahkan. Kombinasinya fleksibel dan bisa disesuaikan dengan selera atau kondisi tubuh.
Pada akhirnya, tongseng ayam tanpa santan menunjukkan bahwa meskipun kita menghilangkan satu elemen — yang biasanya dianggap krusial seperti santan — dengan komposisi bumbu tepat, hasilnya tetap memuaskan. Wangi rempah, rasa gurih-manis dari kecap, sensasi pedas dari cabai, dan segarnya sayuran — semuanya berpadu membuat masakan ini cocok sekali untuk menu sehari-hari, bekal keluarga, ataupun hidangan spesial saat makan bersama.
Jadi, jika kamu sedang ingin makan tongseng yang hangat, kaya rasa, tetapi tetap ingin pilihan yang lebih ringan — tongseng ayam tanpa santan adalah jawaban yang tepat. Coba saja di dapur rumahmu, ikuti langkah-langkahnya dengan cermat, dan siapkan nasi hangat untuk melengkapi!
Baca Juga:
5 Bahaya Serius Junk Food yang Perlu Kamu Tahu
Selamat memasak — semoga hasilnya menggugah selera dan keluarga makin menikmati.









