Menu

Mode Gelap

Berita · 12 Des 2025 15:22 WIB

Tragedi di Sungai Ciujung: Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas Setelah Tenggelam


 Tragedi di Sungai Ciujung: Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas Setelah Tenggelam Perbesar

PROLOGMEDIA – Suasana duka menyelimuti Desa Ciagel, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, setelah Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Kevin Marfeliansyah, bocah berusia 9 tahun yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Ciujung pada Jumat, 12 Desember 2025. Upaya pencarian yang intensif dan melibatkan berbagai unsur instansi berjalan hingga pagi hari, dan akhirnya membuahkan hasil yang sangat dinanti-nantikan oleh keluarga serta warga setempat.

 

Kevin, yang sehari-hari dikenal sebagai anak ceria dan aktif, tenggelam di sungai tersebut dalam kondisi arus yang cukup deras. Kejadian ini sempat membuat panik warga sekitar, yang segera melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak berwenang. Pencarian pun langsung dilakukan dengan melibatkan unsur gabungan dari Sat Brimobda Polda Banten, Basarnas Banten, BPBD Kabupaten Serang, Polres Serang, Polsek Cikande, Koramil Cikande, serta tim Mapala lokal.

 

Proses pencarian dilakukan dengan dua metode utama, yakni melalui penyisiran darat di sepanjang aliran sungai dan penyisiran menggunakan perahu karet di area sungai yang lebih luas. Cuaca yang cukup bersahabat pada pagi hari menjadi salah satu faktor yang membantu kelancaran operasi pencarian. Tim SAR pun bekerja dengan penuh fokus, dibagi dalam beberapa kelompok untuk menutupi setiap kemungkinan lokasi keberadaan korban.

 

Sekitar dua kilometer dari titik awal kejadian, jasad Kevin akhirnya ditemukan. Penemuan ini disambut dengan campuran rasa lega dan duka oleh seluruh tim SAR, mengingat pencarian telah berlangsung beberapa jam penuh ketegangan. “Kami bersyukur dapat menemukan korban dalam kondisi selamat dari pencarian yang panjang, meski takdir berkata lain,” ujar salah seorang anggota tim SAR yang terlibat.

 

Setelah ditemukan, jasad Kevin segera dievakuasi dan dibawa ke rumah duka, di mana pihak keluarga menunggu dengan penuh harap dan cemas sejak laporan pertama diterima. Proses serah terima jenazah berlangsung dengan penuh keharuan. Tangisan keluarga tak terelakkan, terutama dari orang tua dan kerabat dekat yang merasa kehilangan begitu mendalam. Suasana duka ini juga menyelimuti tetangga dan warga sekitar yang turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

 

Pihak keluarga menegaskan bahwa mereka menolak dilakukan otopsi maupun visum et repertum terhadap jenazah Kevin. Mereka memilih untuk menerima kejadian ini sebagai musibah dan segera memakamkan korban sesuai adat keluarga. Keputusan ini, meski menolak prosedur hukum lebih lanjut, diterima dengan pengertian oleh pihak kepolisian. Kapolsek Cikande AKP Tatang menegaskan bahwa pihaknya sudah memberikan penjelasan terkait prosedur yang berlaku. “Kami sudah menjelaskan seluruh mekanisme pemeriksaan kepada keluarga. Namun, secara resmi mereka menolak otopsi dan memilih menerima peristiwa ini sebagai musibah,” kata Tatang.

 

Lebih lanjut, Kapolsek mengapresiasi kerja keras seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja tanpa lelah sejak laporan pertama masuk. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel dari berbagai instansi yang terlibat. Kerja sama yang solid dan koordinasi yang baik membuat proses pencarian dapat berjalan cepat dan efektif. Semua pihak bekerja dengan penuh dedikasi demi keselamatan korban,” ujar Tatang dengan nada bangga.

Baca Juga:
Pengelola Galian C di Sadeng Akui Tak Berizin namun Tetap Beroperasi, Warga Makin Resah

 

Kehadiran berbagai tim SAR dari instansi yang berbeda ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya koordinasi dalam penanganan bencana dan kecelakaan di wilayah sungai, terutama untuk kasus-kasus yang melibatkan anak-anak. Kecepatan dan ketepatan tindakan menjadi faktor krusial, mengingat arus sungai yang cukup deras dan risiko keselamatan yang tinggi bagi korban. Dalam proses pencarian ini, tim SAR juga dibekali dengan peralatan lengkap mulai dari perahu karet, pelampung, hingga alat komunikasi untuk memudahkan koordinasi di lapangan.

 

Selain unsur SAR, partisipasi warga setempat juga menjadi faktor penting dalam pencarian. Warga membantu memberi informasi mengenai lokasi terakhir Kevin terlihat, serta menyisir area sekitar sungai yang sulit dijangkau tim SAR. Solidaritas masyarakat ini menjadi bagian tak terpisahkan dari proses evakuasi, menunjukkan kepedulian dan kepatuhan terhadap keselamatan anak-anak di lingkungan mereka.

 

Setelah jasad Kevin diserahkan kepada keluarga, proses pemakaman segera dilakukan sesuai adat keluarga. Meski duka masih sangat terasa, keluarga berusaha tabah menghadapi musibah ini. Mereka berharap agar peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh warga, terutama para orang tua, untuk selalu waspada dan memperhatikan keselamatan anak-anak saat berada di area sungai atau tempat berair lainnya.

 

Kapolsek Cikande juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap risiko yang ada di sungai. Ia berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi seluruh warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama ketika arus sedang deras. Keselamatan anak-anak, menurutnya, harus menjadi prioritas utama, dan pengawasan orang tua menjadi kunci utama mencegah tragedi serupa terjadi di masa mendatang.

 

Musibah ini sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa meski sungai menjadi tempat bermain atau aktivitas sehari-hari, potensi bahaya selalu ada. Arus yang tak terlihat, kedalaman yang berbeda-beda, serta kondisi lingkungan yang berubah-ubah dapat menimbulkan risiko serius, terutama bagi anak-anak. Oleh karena itu, pengawasan ketat dari orang tua atau pendamping menjadi langkah preventif yang sangat penting.

 

Dengan ditemukannya korban, seluruh operasi pencarian resmi ditutup. Tim SAR gabungan pun menyatakan misi telah selesai, dan mereka kembali ke markas masing-masing setelah memastikan seluruh prosedur telah dijalankan dengan baik. Pengalaman ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas instansi, kecepatan respons, serta partisipasi aktif masyarakat dapat memberikan hasil yang optimal, meski hasil akhirnya tetap ditentukan oleh takdir.

 

Baca Juga:
25 ASN Pemprov Banten Dikenai Sanksi Disiplin, Pemerintah Fokus Tingkatkan Profesionalisme

Kepergian Kevin Marfeliansyah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetangga, dan seluruh warga Desa Ciagel. Namun, kisah perjuangan tim SAR dan kepedulian masyarakat sekitar menjadi cerita yang menginspirasi tentang solidaritas, kesigapan, dan kepedulian terhadap sesama. Semoga musibah ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap risiko di lingkungan sekitar.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Polemik UMSK Jawa Barat Memanas, Zuli Zulkipli Singgung Transparansi Serikat Buruh

3 Januari 2026 - 19:10 WIB

Polri Pastikan Sekolah di Aceh Utara Siap Digunakan Pascabanjir

3 Januari 2026 - 19:00 WIB

Terungkap, Motif Utang Rp1,4 Juta Picu Pembunuhan Sadis di Jambe

3 Januari 2026 - 18:56 WIB

Kisruh Keuangan dan Dugaan Korupsi, Pemprov Banten Bersih-Bersih ABM

3 Januari 2026 - 18:48 WIB

Permukiman hingga Kawasan Industri Cilegon Dikepung Banjir

2 Januari 2026 - 23:08 WIB

Trending di Berita