PROLOGMEDIA – Saat sebagian warga Tangerang kesulitan menghadapi antrean panjang yang memakan waktu dan birokrasi yang berbelit-belit untuk mengurus KTP, Syarif (47) menghadirkan solusi cepat yang muncul dari trotoar Jalan Irigasi Sipon, Cibodas, Kota Tangerang. Dengan hanya meja kecil dan peralatan sederhana yang disusun rapi di bawah payung lipat, ia menawarkan layanan servis KTP yang cepat, rapi, dan aman—membantu warga memperbaiki kartu identitas rusak tanpa mengubah satupun data asli yang tercatat di Dukcapil.
Di mejanya yang sempit, Syarif menata perlengkapan yang tampak sederhana namun berperan penting: botol minyak telon, potongan lap halus, ponsel yang digunakan untuk proses digitalisasi, dan beberapa lembar pelapis anti-gores. Setiap kali pelanggan datang dengan KTP yang rusak—baik karena lapisan plastik yang mengelupas, noda yang sulit dibersihkan, atau foto yang memudar—ia akan menyapa dengan ramah dan berkata,
“Duduk dulu. Tiga puluh menit jadi.” Kata-kata itu bukan hanya janji semata, melainkan kenyataan yang telah dibuktikan oleh ribuan pelanggan yang telah mempercayakan kerjanya.
Bagi banyak warga, layanan cepat seperti yang dijalankan Syarif menjadi penyelamat dalam situasi mendesak. Ada yang harus segera mengurus transaksi di bank, mendaftarkan anak ke sekolah, mengurus administrasi BPJS, atau sekadar membuktikan identitas diri untuk keperluan resmi. Tanpa harus menghabiskan setengah hari di kantor kecamatan atau mengikuti proses yang rumit, mereka bisa mendapatkan KTP yang terlihat segar dan mudah dibaca hanya dalam waktu seperempat jam.
Cerita Syarif dalam dunia servis KTP dimulai pada tahun 2019. Sebelumnya, ia bekerja sebagai satpam di salah satu gedung di Tangerang. Namun, seiring usia yang mulai menua, ia merasa perlu mencari sumber penghasilan yang lebih fleksibel dan tidak terlalu membutuhkan tenaga fisik yang banyak.
“Umur sudah agak sedikit tualah ya. Jadi saya pikir, mending buka usaha saja,” ceritanya sambil tersenyum.
Awalnya, ia hanya ingin membantu warga sekitar yang kesulitan dengan KTP rusak. Ia melihat banyak tetangga yang kesusahan karena KTP yang tidak jelas, tapi malas menghadapi antrean di kecamatan. Tak disangka, permintaan layanannya meluas dengan cepat—bukan hanya dari tetangga, tapi juga dari warga di daerah lain di Tangerang dan bahkan sekitarnya. Semua karena hasil kerjanya yang cepat, rapi, dan terpercaya.
Baca Juga:
Rahasia Panjang Umur ala Warga Jepang: 4 Kebiasaan Sehari-hari yang Mudah Ditiru
“Yang penting kami tidak mengubah data, foto dari Dukcapil langsung, front sesuai KTP. Kita cuma perbaiki yang rusak,” jelasnya dengan tegas, menekankan bahwa ia tidak pernah melakukan manipulasi data.
Keahlian yang dimiliki Syarif tidak didapatkan dari pendidikan formal atau pelatihan resmi. Semuanya dipelajari secara otodidak, bermodal keinginan belajar dan tekad yang kuat. Dengan modal awal sebesar Rp 10 juta, ia mulai menjelajahi internet, menonton tutorial di Google dan YouTube, serta mempelajari setiap tahap proses—dari mengekstrak data dan foto dari chip KTP, mencetak ulang dengan kualitas yang baik, hingga melapisi kartu dengan pelapis anti-gores agar lebih tahan lama.
“Perpindahan dari komputer ke handphone saja, saya belajar tiga hari,” imbuhnya, menceritakan kesulitan yang ia hadapi di awal, tapi tetap tidak menyerah.
Meskipun terampil, Syarif memiliki batasan yang tegas dalam pekerjaannya. Ia hanya bisa memperbaiki KTP yang chip-nya masih terbaca oleh perangkat. Tak sedikit pelanggan yang datang dengan KTP yang chip-nya rusak dan tidak bisa dibaca, padahal mereka membutuhkannya untuk keperluan mendesak. Dalam kasus seperti itu, ia tidak akan memaksakan diri untuk menangani. Sebaliknya, ia akan dengan ramah menyarankan warga kembali ke kecamatan untuk mengurus pembuatan KTP baru. Hal ini dilakukan agar menghindari kesalahpahaman yang berbahaya—bahkan ada yang mengira dirinya membuat KTP palsu—dan memastikan warga mengikuti proses yang sah sesuai peraturan.
Keamanan data menjadi prioritas nomor satu bagi Syarif. Ia selalu menunjukkan chip KTP kepada pelanggan sebelum memulai pekerjaan dan menjelaskan setiap tahap proses secara rinci, agar pelanggan yakin bahwa tidak ada pengubahan data apapun. Setelah pekerjaan selesai dan KTP diberikan kepada pelanggan, ia akan segera menghapus semua data yang tersimpan di perangkatnya—baik di ponsel maupun perangkat lain yang digunakan. Hal ini untuk mencegah kebocoran data yang bisa membahayakan pelanggan.
Selama lebih dari enam tahun menjalankan usaha ini, Syarif telah membangun nama baik di antara warga Tangerang. Banyak pelanggan yang datang karena rekomendasi dari teman atau keluarga, yang puas dengan hasil kerjanya. Ia juga selalu menjaga harga layanan agar terjangkau—tidak terlalu mahal sehingga warga menengah ke bawah bisa membelinya.
“Saya cuma ingin membantu warga yang kesulitan. Bukan cuma buat cari uang doang,” katanya.
Baca Juga:
Cara Tepat Menyimpan Daging Ayam di Kulkas agar Tetap Segar, Aman, dan Tahan Lama
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin maju dan proses administrasi yang mulai dibuat lebih mudah oleh pemerintah, peran Syarif tetap dibutuhkan oleh banyak orang. Bagi mereka yang membutuhkan solusi cepat dan tanpa repot untuk KTP rusak, trotoar Jalan Irigasi Sipon telah menjadi tempat yang diandalkan. Setiap hari, ia akan kembali ke mejanya di bawah payung lipat, siap membantu warga dengan tangan yang terampil dan hati yang ikhlas—bukti bahwa usaha kecil yang dimulai dari keinginan membantu bisa memberikan manfaat besar bagi banyak orang.









