Menu

Mode Gelap

Wisata · 8 Des 2025 12:25 WIB

Turis Singapura Dikurung di Toko oleh-oleh di Chengdu karena Menolak Belanja


 Group of cheerful male and female tourists with backpacks and map during tour vacation with young woman guide on mountains and trees background cartoon vector illustration. Perbesar

Group of cheerful male and female tourists with backpacks and map during tour vacation with young woman guide on mountains and trees background cartoon vector illustration.

PROLOGMEDIA – Sejumlah wisatawan asing mengalami pengalaman wisata yang berubah drastis dari harapan liburan menjadi mimpi buruk — hanya karena mereka menolak diminta berbelanja. Para wisatawan ini — 23 orang asal Singapura — mengaku dikurung oleh pemandu wisata di sebuah toko oleh‑oleh di Chengdu, Tiongkok, setelah mereka menolak membeli barang yang ditawarkan.

 

Mereka tengah berada dalam paket tur sembilan hari pada November 2025. Saat mengunjungi toko suvenir yang direkomendasikan pemandu, turis — termasuk salah satu peserta, penyanyi Shawn Tok — bersama rombongan ditawari berbagai barang: batu giok, perhiasan perak, sisir tradisional, hingga ramuan obat herbal.

 

Namun, ketika mereka menolak membeli, situasi memanas. Pemandu yang merasa target penjualan tidak tercapai bersikeras supaya rombongan memenuhi kuota — bahkan setelah mereka mengaku telah berbelanja senilai sekitar 105.000 yuan, atau sekitar Rp 246 juta. Ketika penolakan terus berlanjut, pemandu akhirnya mengunci pintu toko dan menahan mereka di dalam, menolak membiarkan mereka keluar.

 

Bagi para wisatawan, tindakan ini mengejutkan bukan hanya karena ketidaknyamanan — tetapi karena menurut mereka tidak ada klausul dalam kontrak perjalanan yang mensyaratkan pembelian oleh-oleh atau penjualan paksa sebagai bagian dari kesepakatan. Lebih jauh, menurut hukum setempat di Tiongkok, tindakan memaksa wisatawan berbelanja atau menahan mereka seperti itu dianggap ilegal.

 

Baca Juga:
Pesut Mahakam: Perjuangan Lumba-lumba Air Tawar di Tengah Ancaman Sungai

Tidak tinggal diam, kelompok tersebut akhirnya melaporkan kejadian itu ke otoritas dengan dugaan penipuan dan praktik “belanja paksa”. Mereka menyerahkan struk pembelian dan bukti transaksi sebagai bagian dari laporan. Setelah penyelidikan, agen tur yang bertanggung jawab memutuskan untuk mengembalikan seluruh dana kepada para peserta tur sebagai kompensasi.

 

Kejadian ini memicu kehebohan di media sosial dan menjadi peringatan keras bagi banyak calon wisatawan. Banyak netizen menyuarakan bahwa praktik paket tur dengan harga murah — yang kemudian menyembunyikan target penjualan di toko oleh-oleh mitra — adalah jebakan yang perlu dihindari.

 

Lantas, apa pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini? Pertama, jangan mudah tergiur oleh paket tur murah tanpa riset menyeluruh tentang reputasi agen dan detail apa saja yang termasuk dalam paket. Target belanja atau komisi bagi pemandu sering kali tersembunyi dalam fine print — atau bahkan tidak tertulis sama sekali. Kedua, simpan semua bukti transaksi, struk pembelian, dan dokumen kontrak selama berwisata supaya bisa dijadikan bukti bila perlu.

 

Terakhir — dan paling penting — sadari bahwa sebagai wisatawan, Anda berhak menolak klaim atau tekanan untuk membeli barang. Bila menemui paksaan atau ancaman, melapor ke pihak berwenang adalah langkah yang bisa melindungi Anda sekaligus mencegah praktik semacam itu terulang terhadap orang lain.

 

Baca Juga:
Solo Jadi Destinasi Favorit Akhir Tahun: Jelajahi Pesona Sehari yang Penuh Kenangan

Kejadian di Chengdu ini menunjukkan bahwa di balik gemerlap paket liburan dan rangkaian destinasi menarik, terkadang terselip risiko serius — terutama bila Anda kurang jeli dan kurang siap menghadapi situasi tak terduga. Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi siapa saja yang ingin bepergian: cari agen terpercaya, baca kontrak dengan teliti, dan jangan ragu menolak jika sesuatu terasa tidak benar.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Ekonomi Desa, Ratu Zakiyah Jadikan BUMDes Cibojong Model Pertanian Modern

12 Februari 2026 - 08:35 WIB

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Trending di Wisata