PROLOGMEDIA – Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bantuan sosial yang menyentuh aspek hunian, ekonomi, dan pendidikan keagamaan. Pada Senin, 15 Desember 2025, Dimyati secara simbolis menyerahkan bantuan perbaikan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) kepada Askah, seorang warga Desa Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, yang selama ini menempati rumah dengan kondisi memprihatinkan. Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Banten dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Provinsi Banten, sebuah kolaborasi yang bertujuan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Banten menjelaskan bahwa program RLHB kali ini menargetkan perbaikan 13 unit rumah di berbagai kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Penekanan utama program ini adalah memastikan rumah yang direnovasi aman, sehat, dan layak dihuni, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup penerimanya. “Hari ini kami memberikan bantuan RTLH. Total keseluruhan penerima manfaat di Kabupaten Pandeglang saat ini sebanyak 13 rumah. Kami ingin memastikan setiap rumah yang kami bantu memenuhi standar keamanan dan kesehatan bagi penghuninya,” jelas Dimyati usai penyerahan bantuan.
Bantuan yang diberikan kepada setiap penerima manfaat berupa dana stimulan sebesar Rp22.500.000,00 yang digunakan untuk renovasi rumah. Selain Askah di Kecamatan Majasari, penerima bantuan lainnya tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Cipeucang, Cigeulis, Panimbang, Karangtanjung, dan Majasari. Dengan bantuan ini, masyarakat yang sebelumnya harus tinggal di rumah yang rusak atau tidak layak kini dapat menikmati hunian yang lebih aman dan nyaman. Wagub Banten menegaskan bahwa keselamatan penghuni menjadi prioritas utama dalam program ini. “Kami ingin semua penerima manfaat merasa aman dan nyaman di rumah mereka. Jangan sampai ada risiko kecelakaan akibat kondisi rumah yang tidak layak. Bantuan ini hadir untuk meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Selain fokus pada pemenuhan kebutuhan hunian, Wagub Banten juga menyalurkan bantuan modal usaha kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam kesempatan yang sama, sebanyak 10 pelaku UMKM menerima bantuan modal masing-masing sebesar Rp1.000.000,00. Dimyati menjelaskan bahwa pemberian modal ini tidak hanya bertujuan membantu mereka mengembangkan usaha, tetapi juga sebagai bentuk stimulus ekonomi yang dapat menggerakkan perekonomian lokal. “Bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah dan Baznas terhadap pelaku usaha kecil. Harapannya, mereka dapat bangkit, mengembangkan usaha, meraih prestasi, dan menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya,” katanya.
Selain bantuan hunian dan modal usaha, perhatian Pemprov Banten dan Baznas juga ditujukan pada lembaga keagamaan. Tiga Majelis Taklim menerima bantuan masing-masing Rp5.000.000,00, sedangkan satu Pondok Pesantren juga menerima bantuan dengan nominal yang sama. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah provinsi tidak hanya peduli terhadap kebutuhan fisik dan ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan pendidikan dan kegiatan keagamaan sebagai bagian penting dari pembangunan sosial dan moral masyarakat.
Baca Juga:
KPK Temukan 10 Kg Emas di Loker Bank Milik Eks Pemimpin Bangladesh, Penyelidikan Makin Menguak Aset Tersembunyi
Reaksi masyarakat penerima manfaat sangat positif. Askah, warga yang menerima bantuan RLHB, menyatakan rasa syukurnya secara tulus. Rumah yang telah lama menjadi sumber kekhawatiran kini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. “Alhamdulillah, senang banget. Doa Ibu diijabah dan didatangi Bapak Wakil Gubernur,” kata Askah dengan mata berkaca-kaca, menandakan betapa besar makna bantuan yang diterimanya. Kisah serupa juga dirasakan oleh para penerima manfaat lainnya, yang merasa diperhatikan dan diakui keberadaannya oleh pemerintah daerah.
Program bantuan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga zakat dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Dengan sinergi ini, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi diharapkan mampu menciptakan dampak jangka panjang. Renovasi rumah yang layak menghuni memberikan rasa aman dan meningkatkan kualitas hidup keluarga, sementara bantuan modal UMKM mendorong geliat ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Sementara itu, dukungan terhadap lembaga keagamaan turut memperkuat kegiatan sosial dan pendidikan yang membentuk karakter generasi muda.
Wagub Banten menegaskan bahwa program bantuan sosial ini akan terus dilanjutkan dan diperluas cakupannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk memastikan bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dan dapat dimanfaatkan secara maksimal. “Kami akan terus melakukan pendataan dan evaluasi agar setiap bantuan tepat sasaran. Semoga dengan adanya program ini, masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya dan kehidupan mereka menjadi lebih baik,” tegas Dimyati.
Momen penyaluran bantuan ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Kehadiran Wakil Gubernur di tengah masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah hadir tidak hanya sebagai pengatur kebijakan, tetapi juga sebagai mitra yang peduli terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Keakraban yang tercipta di lokasi penyerahan bantuan mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi fondasi penting dalam membangun Banten yang lebih maju dan sejahtera.
Baca Juga:
Kementerian LH Musnahkan 5 Ton Udang Radioaktif Asal Cikande: Ancaman Cesium 137!
Secara keseluruhan, program bantuan RLHB, modal UMKM, dan dukungan lembaga keagamaan ini merupakan langkah konkret pemerintah provinsi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pandeglang. Bantuan tersebut tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga membuka peluang bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kualitas hidup, kemandirian ekonomi, dan pengembangan spiritual. Dengan komitmen yang terus dijalankan, diharapkan program ini dapat menjadi teladan bagi kabupaten dan kota lain di Banten, serta menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan lembaga zakat dapat menghadirkan perubahan positif yang signifikan dalam masyarakat.









