Menu

Mode Gelap

Berita · 1 Des 2025 19:57 WIB

Waspada Banjir Pesisir Jakarta 1–10 Desember 2025: Ini Daerah Rawan Rob di Utara Ibu Kota


 Waspada Banjir Pesisir Jakarta 1–10 Desember 2025: Ini Daerah Rawan Rob di Utara Ibu Kota Perbesar

PROLOGMEDIA – Sejak memasuki awal Desember, warga Ibu Kota dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan — terutama bagi yang tinggal di pesisir utara — karena potensi banjir pesisir alias rob mengancam antara 1 hingga 10 Desember 2025.

 

Menurut data dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, kombinasi antara pasang maksimum air laut dan fenomena fase Bulan Baru bisa memicu peningkatan tinggi air laut yang drastis. Puncak pasang diestimasikan terjadi antara pukul 07.00 hingga 13.00 WIB — periode paling rawan bagi warga pesisir.

 

Sejumlah wilayah di Jakarta telah diidentifikasi sebagai area berisiko tinggi. Di antaranya: Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, serta kawasan di Kepulauan Seribu.

 

Menghadapi ancaman ini, warga diimbau untuk lebih aktif memantau kondisi air laut dan cuaca — terutama saat jadwal pasang tertinggi. Sebaiknya hindari beraktivitas di daerah pesisir pada waktu rawan, terutama jika tinggal atau bekerja di pemukiman, pelabuhan, kawasan tambak, atau pelabuhan ikan.

Baca Juga:
Pemprov Banten Pastikan Ketersediaan Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

 

Selain itu, pengecekan sistem drainase di lingkungan rumah dirasa penting agar genangan air tidak semakin parah saat air laut naik. Untuk membantu masyarakat, tersedia sejumlah kanal resmi: pantauan banjir bisa dicek melalui situs resmi hingga aplikasi pelaporan warga.

 

Jika terjadi genangan atau rob, masyarakat dianjurkan melaporkan lewat aplikasi warga atau kontak layanan darurat — sehingga respons cepat bisa dilakukan.

 

Dampak dari banjir pesisir sejatinya bisa meluas dan menyentuh banyak aspek kehidupan warga: dari aktivitas bongkar-muat di pelabuhan, usaha nelayan dan tambak garam, hingga kehidupan masyarakat di pemukiman pesisir. Mengingat kondisi ini, kewaspadaan kolektif dan kesiapsiagaan sangat dibutuhkan agar potensi kerugian — baik materi maupun sosial — bisa diminimalkan.

 

Baca Juga:
Insentif Mobil Listrik Dihentikan, Pemerintah Fokus Bangun Mobil Nasional

Mengingat pentingnya informasi dan kesiapsiagaan, seluruh warga disarankan untuk terus memantau pembaruan dari BMKG dan lembaga terkait. Terlebih bila tinggal di wilayah pesisir: persiapan, kewaspadaan, dan kerja sama komunitas bisa menjadi garda terdepan dalam menghadapi potensi ancaman banjir pesisir kali ini.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita