Menu

Mode Gelap

Wisata · 15 Des 2025 11:50 WIB

Wisata Ke Pulau Socotra, Surga Eksotis yang Menjadi Perjalanan Paling Aneh di Dunia


 Wisata Ke Pulau Socotra, Surga Eksotis yang Menjadi Perjalanan Paling Aneh di Dunia Perbesar

PROLOGMEDIA – Chị Hoàng Thúy Anh, seorang wanita asal Vietnam yang kini menetap di Dallas, Texas, telah dikenal luas di kalangan pecinta traveling karena telah menjejakkan kaki di 140 negara di enam benua. Namun perjalanan terakhirnya benar-benar berbeda dari semua perjalanan sebelumnya. Ia melakukan perjalanan delapan hari tujuh malam ke Pulau Socotra di Yaman, yang menurutnya adalah salah satu tempat paling aneh di dunia, seakan menapaki dunia lain yang eksotis dan asing.

Sesampainya di Socotra, kesan pertama yang ia rasakan adalah berbeda total dibandingkan tempat-tempat yang pernah ia kunjungi. Bandara Socotra sangat kecil, hingga hampir tidak ada sistem komputerisasi untuk mengurus data penumpang — semua formulir harus ditulis tangan. Pemandangan awal membuatnya ragu; sampah berserakan di mana-mana, jalan berbatu dan berlubang, rumah-rumah sederhana berdiri rendah dan tampak lusuh. Hal ini membuatnya meragukan foto-foto indah yang pernah dilihatnya di internet sebelum berangkat.

Namun, ketika rombongan meninggalkan kota kecil itu, pemandangan yang luar biasa terbentang. Desa-desa kecil yang tenang dan bersih muncul di antara alam yang masih sangat alami. Setiap sudut tampak murni dan menenangkan, membuat siapa pun yang mencintai alam terpikat. Dari desa ke desa, Thúy Anh menyadari satu hal: meskipun kehidupan di Socotra sederhana, ada keindahan tersendiri yang berbeda dengan gaya hidup modern yang ia kenal di negara lain.

Pulau Socotra, yang berada di lepas pantai Somalia, memang hampir tidak terpengaruh oleh konflik di daratan Yaman. Pulau utama di kepulauan ini menempati 95% wilayah dan diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia sejak 2008, karena memiliki ratusan spesies flora dan fauna yang unik dan tidak ditemukan di tempat lain di dunia.

Salah satu pemandangan paling menakjubkan bagi Thúy Anh adalah pohon naga merah (Dracaena Cinnabar). Bentuknya aneh seperti jamur raksasa yang tumbuh di tanah kering. Getah pohonnya berwarna merah khas, membuat orang teringat pada darah naga dalam legenda. Ketika ia menemukan sebuah cabang yang patah, getahnya mengalir merah segar, menghadirkan sensasi kagum sekaligus takjub pada keunikan alam.

Tidak hanya itu, Socotra juga memiliki bunga mawar gurun (Adenium Obesium). Batangnya membengkak di tanah berkerikil, dapat mencapai tinggi lima meter dan lebar tiga meter, menciptakan bentuk yang unik dan menarik. Setiap bulan April, bunga-bunga ini mekar dengan indah, menambah pesona landscape yang sudah menakjubkan.

Pulau ini tidak hanya memikat karena keanekaragaman tumbuhan, tetapi juga karena pantainya yang panjang, berpasir putih lembut, dan air laut jernih sehingga dasar laut terlihat jelas. Menurut Thúy Anh, panorama laut di Socotra menakjubkan seperti Bora Bora, namun juga mengingatkan pada bukit pasir di Namibia. Ini adalah salah satu pemandangan terindah yang pernah ia saksikan dalam perjalanan keliling dunia.

Baca Juga:
Jurus Kekebalan Tubuh Musim Dingin: 5 Buah Rekomendasi Ahli Gizi Jepang!

Meski keindahannya memukau, perjalanan ke Socotra bukan tanpa tantangan. Persiapan tur memakan waktu lebih dari dua bulan, dan proses mengurus tiket pesawat serta visa memakan waktu tiga bulan tambahan. Hal ini menuntut persiapan mental dan fisik yang matang sebelum berangkat.

Selama di sana, Thúy Anh hidup seperti seorang pelancong sejati. Ia tidur di tenda di tepi laguna Detwah dengan kasur seadanya, makan makanan sederhana dari sayuran impor, buah-buahan kecil, dan hasil laut tangkapan nelayan setempat. Segala sesuatunya sangat sederhana, bahkan mencuci peralatan makan pun menggunakan air laut karena tidak ada sabun.

Salah satu hal yang paling berkesan baginya adalah keramahan penduduk lokal. Mereka hidup sederhana, tidak pernah memaksa turis membeli barang atau makanan, dan memiliki aturan tegas agar anak-anak tidak menerima uang dari turis. Menurut penduduk, hal ini untuk mencegah anak-anak terus meminta uang alih-alih bekerja ketika dewasa. Thúy Anh terkesan dengan kebijakan ini, menunjukkan pemikiran maju dan kesadaran sosial masyarakat Socotra.

Setiap malam, setelah makan, langit tanpa lampu buatan menampilkan bintang-bintang gemerlap yang memukau. Pemandangan ini membuat siapa pun terpesona, merasakan keagungan alam semesta. Siang harinya, berjalan di sepanjang pasir putih, menikmati matahari terbit atau terbenam, menjadi pengalaman sederhana namun tak terlupakan.

Salah satu pengalaman paling mendalam adalah mengunjungi gua tempat penduduk berlindung saat badai. Penduduk lokal, dengan pakaian sederhana, mengajarkan cara menangkap tiram dan mengenali kerang di laut — hal penting untuk bertahan hidup di musim badai. Walau hidup sederhana, mereka tampak bahagia dan menghargai kehidupan yang harmonis dengan alam.

Total biaya perjalanan ini sekitar 4.000 USD, setara dengan lebih dari 105 juta rupiah. Bagi Thúy Anh, jumlah ini sepadan dengan pengalaman berharga yang ia dapatkan di Socotra.

Baca Juga:
Cara Memperbesar Payudara

Akhir perjalanan, Thúy Anh membawa pulang pengalaman dan perspektif baru tentang dunia dan kehidupan. Socotra bukan sekadar destinasi “dari planet lain” karena keindahan alamnya, tetapi juga menjadi tempat refleksi tentang kesederhanaan, hubungan manusia dengan alam, dan nilai hidup yang sesungguhnya.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Ekonomi Desa, Ratu Zakiyah Jadikan BUMDes Cibojong Model Pertanian Modern

12 Februari 2026 - 08:35 WIB

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Trending di Wisata