PROLOGMEDIA – Perjalanan udara seringkali membuat penumpang merasa lelah, bosan, atau bahkan sedikit jengah setelah lama berada di kabin pesawat. Tetapi bagi siapa pun yang tiba atau transit di Bandara Juanda, waktu tunggu atau waktu singgah bisa berubah menjadi momen menyenangkan jika memanfaatkan pilihan destinasi menarik di sekitar bandara. Di kawasan Surabaya dan Sidoarjo, terdapat sejumlah lokasi wisata yang mudah dijangkau — cocok bagi solo traveler, keluarga, maupun rombongan — dan dapat menyulap waktu “kosong” menjadi pengalaman berkesan.
Dari area konservasi alam hingga tempat kuliner malam yang semarak, tiap lokasi menawarkan suasana berbeda: hijau segar, suasana santai, hingga petualangan dan nostalgia. Berikut ini 14 destinasi yang bisa dijelajahi jika Anda ingin memanfaatkan waktu transit atau mengisi jeda perjalanan di Surabaya dan sekitarnya.
Menyatu dengan Alam: Suasana Tenang & Hijau
Salah satu pilihan terbaik untuk melepas penat setelah penerbangan panjang adalah Ekowisata Mangrove Wonorejo. Terletak kira-kira tiga puluh menit dari bandara, kawasan konservasi ini menawarkan pemandangan hijau yang luas, udara lebih bersih, dan jalur kayu panjang yang menuntun Anda ke tengah hutan mangrove. Di sana, Anda bisa berjalan santai sambil mendengarkan suara alam — angin, gemerisik daun, bahkan derai air — dan menyegarkan pikiran. Bila ingin lebih mendalam, tersedia perahu wisata besar yang menyusuri jalur air menuju titik pandang terpencil di tengah mangrove, sebuah pengalaman tenang dan menyatu dengan alam. Dengan tiket masuk terjangkau — mulai sekitar dua puluh lima ribu rupiah — Wonorejo menjadi tempat ideal bagi pencari ketenangan dan udara segar.
Mirip, tetapi dengan karakter berbeda, terdapat Hutan Mangrove Gunung Anyar. Hanya sekitar empat belas kilometer dari bandara, kawasan mangrove ini menghadirkan panorama hutan hijau yang rimbun dan jalur kayu memanjang menuju vegetasi lebat — cocok bagi Anda yang ingin berjalan santai, menikmati suasana alam, atau sekadar melepas penat. Bagi pengunjung yang ingin menjelajah lebih jauh, tersedia perahu keliling — tarif perahu relatif murah — untuk mengeksplorasi area dari atas air. Hutan Mangrove Gunung Anyar menjadi alternatif menarik bagi pecinta alam yang ingin suasana damai tanpa jauh dari akses transportasi.
Jika Anda lebih tertarik pada nuansa hijau yang berbeda, cobalah Hutan Bambu Keputih. Tempat ini menawarkan koridor alami dari bambu yang tumbuh tinggi dan rapat menyerupai lorong — suasana teduh dan rindang yang sangat cocok untuk relaksasi, berjalan santai, atau berburu foto estetik. Lokasi ini tidak memungut tiket masuk; pengunjung hanya membayar biaya parkir — biasanya antara tiga hingga lima ribu rupiah — menjadikannya pilihan praktis untuk melepas lelah setelah penerbangan tanpa biaya besar.
Kombinasi Sejarah, Edukasi dan Rekreasi Seru
Bagi yang tertarik sejarah dan pengalaman berbeda, Monumen Kapal Selam (Monkasel) bisa jadi pilihan menarik. Terletak sekitar 18 km dari bandara, Monkasel memungkinkan pengunjung memasuki interior kapal selam sungguhan — tipe KRI Pasopati 410 — untuk menjelajahi ruang navigasi, area komando, kamar tidur, hingga perangkat tempur masa lampau. Sensasi menaiki “museum bawah laut” ini cukup unik dan edukatif. Di sekitar kapal juga tersedia taman rindang, tempat cocok untuk bersantai sejenak. Dengan tiket masuk sekitar 15 — 25 ribu rupiah, Monkasel menawarkan pengalaman berbeda dari sekadar pemandangan alam.
Bagi keluarga dengan anak, ada Surabaya Mini Zoo — salah satu kebun binatang tertua di Indonesia, berada sekitar 20 km dari bandara. Kebun binatang ini memiliki koleksi lebih dari 200 spesies, dari mamalia besar seperti gajah dan harimau, hingga reptil khas Nusantara. Di dalamnya, tersedia area bermain anak, food court, mushola, dan fasilitas penyewaan stroller — membuatnya nyaman untuk kunjungan keluarga. Harga tiket relatif ramah di kantong, sekitar 15 — 20 ribu rupiah, sehingga cocok bagi keluarga yang ingin sedikit hiburan dan edukasi.
Taman, Ruang Kota & Hiburan Ringan
Jika Anda hanya punya waktu singkat dan ingin suasana santai, Taman Pelangi bisa menjadi ‘oasis’ kecil sebelum atau sesudah penerbangan. Dengan perjalanan sekitar 20 menit dari bandara, taman ini menawarkan ruang terbuka hijau, jalur pejalan kaki, dan instalasi dekoratif penuh warna — spot yang tepat untuk bersantai atau swafoto. Karena ini ruang publik, tidak ada tiket masuk; pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir (sekitar 3.000–5.000 rupiah), sehingga cocok bagi siapa saja, termasuk solo traveler atau keluarga yang ingin rehat ringan.
Tidak jauh berbeda, Taman Bungkul menjadi tempat favorit banyak orang — dari warga lokal hingga wisatawan — untuk berolahraga, bersantai, atau nongkrong di malam hari. Taman ini memiliki pepohonan rindang, jalur jogging, skate park, serta area terbuka yang cocok untuk aktivitas bersama teman atau keluarga. Taman Bungkul juga dikenal sebagai pusat kuliner malam, dengan banyak pedagang makanan khas Surabaya di sekitarnya. Sensasi hangout santai dengan suasana kota yang hidup membuat taman ini cocok untuk melepas lelah setelah perjalanan.
Satu lagi ruang kota yang menawarkan suasana tenang namun instagramable: Taman Kunang‑Kunang. Meskipun ukurannya relatif kecil — sekitar 400 meter — taman ini dipenuhi pepohonan dan tanaman hijau yang membuat suasananya sejuk, apalagi pada sore hari. Taman Kunang-Kunang dilengkapi area bermain anak, lapangan olahraga, jalur jogging, bahkan jalur pijat kaki beralas batu. Tempat ini cocok bagi keluarga atau pasangan yang ingin bersantai tanpa perlu jauh-jauh.
Pesisir, Hiburan & Kuliner: Menyemarakkan Transit Anda
Baca Juga:
Pesawat CN 295 Bawa Bantuan Besar dan Tim SAR ke Aceh–Sumbar
Bagi penikmat pantai atau suasana pesisir, Pantai Kenjeran Lama adalah destinasi menarik yang sekitar 23 km dari bandara. Di sana, Anda bisa menikmati angin laut sejuk, aroma air asin, dan panorama laut yang tenang. Banyak perahu kecil tersedia untuk disewa, jika Anda ingin menjelajahi laut sekitar — atau sekadar menikmati suasana sambil memandang cakrawala. Terkenal sebagai tempat berburu foto matahari terbit atau terbenam, Pantai Kenjeran Lama juga menawarkan tiket masuk yang sangat murah, sekitar 5 — 10 ribu rupiah. Pilihan ini cocok bagi siapa saja yang ingin merasakan kesejukan pesisir tanpa perjalanan jauh ke luar kota.
Bagi yang mencari hiburan dan rekreasi seru, terutama untuk keluarga dengan anak-anak, Atlantis Land Surabaya bisa jadi pilihan tepat. Taman hiburan ini terletak di kawasan Kenjeran dan dapat ditempuh dalam waktu 30–45 menit dari bandara. Di Atlantis Land, pengunjung dapat menemukan berbagai wahana air dan fantasi — seperti istana es, seluncur boomerang, Dinoland, Star Dancer — serta atraksi interaktif yang menyenangkan. Dengan tiket masuk mulai dari sekitar 125 ribu rupiah, tempat ini cocok bagi keluarga atau rombongan yang ingin hiburan intens sebelum melanjutkan perjalanan.
Jika Anda lebih suka suasana santai dengan aktivitas ringan dan interaktif, Delta Fishing Sidoarjo bisa menjadi pilihan menarik. Hanya sekitar 10 menit berkendara dari bandara, lokasi pemancingan modern ini menawarkan kolam ikan yang bisa Anda tangkap sendiri — dan kemudian langsung diolah di restoran setempat. Selain pemancingan, terdapat wahana outbound seperti flying fox, kolam renang anak, dan area bermain keluarga. Dengan suasana sejuk khas pedesaan dan fasilitas lengkap, Delta Fishing cocok sebagai tempat santai atau tempat melepas penat sebelum kembali ke bandara.
Kesegaran Tubuh dan Kuliner Malam: Alternatif Praktis
Setelah lama mengudara, tubuh seringkali butuh penyegaran. Kolam Renang Tirta Krida bisa jadi tempat tepat untuk meredakan penat. Terletak hanya sekitar 10–15 menit dari bandara, kolam renang ini menyediakan fasilitas kolam dengan beberapa kedalaman sesuai usia — cocok untuk dewasa maupun anak-anak. Suasana kolam yang tenang dan tarif yang relatif terjangkau (sekitar 20 ribu rupiah; anak kecil kadang gratis) menjadikannya pilihan pas untuk transit singkat sambil menyegarkan badan.
Di sisi lain, jika Anda tiba di malam hari dan ingin menyicipi kuliner khas Surabaya, jangan lewatkan Bungkul Corner. Berlokasi tidak jauh dari Taman Bungkul — sekitar 30 menit dari bandara — kawasan ini dikenal sebagai pusat jajanan malam yang ramai. Di sini Anda bisa menemukan berbagai makanan khas Surabaya seperti tahu tek, rujak cingur, soto ayam, serta minuman menyegarkan. Suasana yang hidup, terutama pada malam hari, membuat Bungkul Corner cocok untuk menutup hari sebelum melanjutkan penerbangan atau perjalanan ke destinasi berikutnya.
Mana Yang Cocok Untuk Anda? — Rekomendasi Berdasarkan Kebutuhan
Kalau Anda datang untuk transit singkat dan butuh menyegarkan tubuh atau pikiran: Tirta Krida, Hutan Bambu Keputih, atau Hutan Mangrove Gunung Anyar / Wonorejo adalah pilihan tepat.
Untuk keluarga dengan anak-anak atau rombongan yang ingin edukasi + hiburan: Surabaya Mini Zoo, Atlantis Land, atau Monumen Kapal Selam (Monkasel) bisa jadi tujuan seru.
Butuh suasana santai, nyaman, dan spot foto menarik? Taman Pelangi, Taman Bungkul, Taman Kunang-Kunang, sampai Pantai Kenjeran Lama bisa jadi daftar yang pas.
Untuk kombinasi alam, kuliner, dan santai malam hari: Delta Fishing dan Bungkul Corner bisa jadi pilihan sempurna untuk rehat optimal sebelum penerbangan.
—
Baca Juga:
Lesman Bangun Kembali Pimpin SMSI Banten, Siap Angkat Sejarah dan Budaya Jelang HPN 2026
Jadi, bagi Anda yang sedang transit, menunggu penerbangan, atau sekadar punya waktu terbatas di Surabaya, jangan biarkan waktu tersebut berlalu sia-sia. Dengan pilihan destinasi wisata yang cukup beragam di sekitar Bandara Juanda — dari alam, sejarah, hiburan, hingga kuliner — Anda bisa mengubah jeda waktu menjadi momen berkesan. Hanya dalam waktu singkat, udara segar, panorama hijau, suka cita keluarga, atau tegukan kuliner malam bisa menjadi bagian dari perjalanan Anda. Semoga catatan ini membantu Anda merencanakan transit atau kunjungan singkat yang tak terlupakan.









