Menu

Mode Gelap

Wisata · 7 Nov 2025 15:30 WIB

September Gemilang! 1,39 Juta Turis Asing Padati Indonesia, Malaysia Teratas!


 September Gemilang! 1,39 Juta Turis Asing Padati Indonesia, Malaysia Teratas! Perbesar

JAKARTA – Kabar gembira datang dari sektor pariwisata Indonesia! Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada September 2025 mencapai angka fantastis, yaitu 1,39 juta kunjungan. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 9,04 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).

Pudji Ismartini, Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, menjelaskan bahwa dari total 1,39 juta kunjungan wisman, sebanyak 1.219.156 kunjungan tercatat melalui pintu masuk utama, sementara 175.754 kunjungan lainnya melalui pintu perbatasan. Data ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi destinasi favorit bagi wisatawan asing dari berbagai belahan dunia.

Meskipun mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu, BPS mencatat adanya penurunan sebesar 7,33 persen jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2025. Penurunan ini diduga disebabkan oleh faktor musiman, seperti berakhirnya musim liburan di beberapa negara.

Namun, secara kumulatif, sepanjang Januari hingga September 2025, jumlah turis asing yang mengunjungi Indonesia mencapai 11,43 juta kunjungan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan sebesar 10,22 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

Pertumbuhan ini menjadi indikasi bahwa sektor pariwisata Indonesia semakin pulih dan berkembang setelah melewati masa sulit akibat pandemi.

Malaysia Jadi Penyumbang Turis Terbanyak

Dari sisi negara asal, Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar wisatawan asing ke Indonesia pada September 2025, dengan kontribusi sebesar 19,5 persen. Kedekatan geografis dan budaya, serta kemudahan akses transportasi, menjadi faktor utama yang menjadikan Malaysia sebagai pasar potensial bagi pariwisata Indonesia.

Di posisi kedua, Australia menyusul dengan kontribusi sebesar 11,7 persen. Australia dikenal sebagai pasar yang loyal bagi pariwisata Indonesia, terutama Bali. Keindahan alam, keramahan penduduk, dan berbagai aktivitas wisata menarik menjadikan Bali sebagai destinasi favorit bagi wisatawan Australia.

Singapura menempati posisi ketiga dengan kontribusi sebesar 8,5 persen. Sebagai negara tetangga, Singapura memiliki konektivitas yang baik dengan Indonesia, serta menjadi hub bagi wisatawan dari berbagai negara yang ingin mengunjungi Indonesia.

China berada di posisi keempat dengan kontribusi sebesar 8,1 persen. Potensi pasar China sangat besar bagi pariwisata Indonesia. Dengan semakin membaiknya hubungan diplomatik dan ekonomi antara kedua negara, diharapkan jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia akan terus meningkat di masa mendatang.

Timor Leste melengkapi lima besar negara penyumbang turis terbanyak dengan kontribusi sebesar 6,2 persen. Kedekatan geografis dan sejarah antara kedua negara menjadi faktor pendorong bagi kunjungan wisatawan Timor Leste ke Indonesia.

Baca Juga:
Ritual Malam Anti-Gemuk: 7 Minuman Sederhana yang Memaksa Tubuh Bakar Lemak Saat Anda Tidur

Selain lima negara tersebut, negara-negara lain seperti India, Korea Selatan, Jepang, Prancis, dan Inggris juga turut menyumbang jumlah kunjungan yang cukup signifikan. Diversifikasi pasar ini menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia memiliki daya tarik yang universal dan mampu menarik minat wisatawan dari berbagai negara.

BPS mencatat bahwa Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, masih menjadi gerbang utama masuknya wisatawan asing ke Indonesia, dengan dominasi pengunjung asal Australia. Hal ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi ikon pariwisata Indonesia yang paling dikenal di dunia.

Namun, secara bulanan, jumlah wisman yang datang lewat bandara tersebut mengalami penurunan, yang disebabkan oleh berakhirnya musim liburan di sejumlah negara. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah dan pelaku pariwisata untuk terus berinovasi dan menciptakan daya tarik baru agar Bali tetap menjadi destinasi yang menarik sepanjang tahun.

Pengeluaran Wisman Meningkat, Akomodasi Jadi Prioritas

Pudji Ismartini juga menyoroti peningkatan rata-rata pengeluaran wisatawan asing per kunjungan pada triwulan III-2025 dibandingkan triwulan II-2025. “Pada triwulan III-2025, rata-rata pengeluaran wisman mencapai 1.297 dolar AS per kunjungan, naik dibandingkan triwulan sebelumnya,” jelasnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa wisatawan asing semakin berani mengeluarkan uang untuk menikmati berbagai fasilitas dan layanan pariwisata di Indonesia.

Namun, jika dibandingkan dengan triwulan III-2024, nilainya justru sedikit menurun. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan tren wisata, fluktuasi nilai tukar mata uang, dan persaingan dengan destinasi wisata lainnya.

Sementara itu, rata-rata lama tinggal wisatawan asing di Indonesia selama triwulan III-2025 tercatat 10,7 malam atau hampir 11 malam. Angka ini menunjukkan bahwa wisatawan asing cenderung menghabiskan waktu yang cukup lama untuk menikmati berbagai objek wisata dan aktivitas yang ditawarkan oleh Indonesia.

Sebagian besar pengeluaran mereka digunakan untuk akomodasi, menjadikannya komponen terbesar dalam struktur belanja wisatawan mancanegara. Hal ini menunjukkan bahwa sektor perhotelan dan akomodasi memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan pariwisata Indonesia.

Data kunjungan wisatawan asing pada September 2025 ini memberikan angin segar bagi sektor pariwisata Indonesia. Dengan kerja keras dan inovasi yang berkelanjutan, diharapkan sektor ini dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional. Pemerintah, pelaku pariwisata, dan seluruh elemen masyarakat perlu bersinergi untuk menciptakan iklim pariwisata yang kondusif, aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Promosi yang efektif, pengembangan produk wisata yang inovatif, peningkatan kualitas pelayanan, dan pembangunan infrastruktur yang memadai menjadi kunci untuk menarik lebih banyak wisatawan asing ke Indonesia. Selain itu, pelestarian lingkungan dan budaya lokal juga menjadi faktor penting untuk menjaga daya tarik pariwisata Indonesia di mata dunia.

Dengan potensi alam dan budaya yang kaya, Indonesia memiliki segala yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Mari kita manfaatkan potensi ini sebaik mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengangkat citra bangsa di mata internasional.

Baca Juga:
KLH Apresiasi Polres Serang Tangani Pencurian Limbah Radioaktif Cesium-137 di PT PMT

Kunjungan 1,39 juta wisatawan asing pada September 2025 adalah awal yang baik, dan kita harus terus bekerja keras untuk mencapai hasil yang lebih gemilang di masa depan.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Ekonomi Desa, Ratu Zakiyah Jadikan BUMDes Cibojong Model Pertanian Modern

12 Februari 2026 - 08:35 WIB

Suasana Berbeda di Palabuhanratu, Tahun Baru 2026 Tanpa Lautan Manusia

2 Januari 2026 - 10:29 WIB

7 Pulau Terindah di Asia 2025 yang Jadi Destinasi Impian Wisatawan Dunia

1 Januari 2026 - 01:38 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Bupati Serang dan Mendes PDT Tinjau Kesiapan Wisata Pantai Anyer–Cinangka

31 Desember 2025 - 20:10 WIB

Libur Nataru Aman, Polres Way Kanan Gelar Patroli di Objek Wisata

27 Desember 2025 - 12:16 WIB

Liburan Seru ke Pulau Dolphin: Paket Open Trip dari Pulau Harapan di Kepulauan Seribu

26 Desember 2025 - 19:59 WIB

Trending di Wisata