BANDUNG, 9 November 2025 – Di tengah hamparan perkebunan teh yang menghijau di kawasan Pangalengan, Jawa Barat, tersembunyi sebuah misteri yang telah diwariskan dari generasi ke generasi: Batu Eon. Batu ini bukan sekadar bongkahan batu biasa, melainkan sebuah legenda hidup yang dipercaya memiliki kesaktian luar biasa. Konon, Batu Eon tidak bisa dipindahkan, bahkan tahan terhadap ledakan bom.
Batu Eon terletak di tengah Kolam Tandon Harian PLTA PT Indonesia Power, tepatnya di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan. Keberadaannya pertama kali ditemukan pada tahun 1527, dan sejak saat itu, Batu Eon tetap kokoh berdiri di tempatnya, melewati berbagai zaman tanpa mengalami perubahan wujud sedikit pun.
Masyarakat Desa Lamajang sangat menghormati Batu Eon dan mempercayai berbagai mitos yang melingkupinya. Salah satu mitos yang paling populer adalah kisah tentang Abah Eon, seorang laki-laki yang berusaha mati-matian untuk memindahkan batu tersebut dari tempatnya.
Menurut cerita yang beredar, Abah Eon telah mencoba berbagai cara untuk memindahkan Batu Eon, mulai dari menggunakan alat berat hingga meledakkannya dengan bahan peledak. Namun, semua usahanya sia-sia. Batu Eon tetap tidak bergeming, bahkan tidak mengalami kerusakan sedikit pun.
Sejak kejadian itu, masyarakat setempat mulai menyebut batu misterius itu sebagai Batu Eon, sebagai penghormatan terhadap Abah Eon yang telah berusaha menyingkirkannya. Kisah ini kemudian berkembang dan diturunkan secara turun temurun oleh masyarakat setempat, hingga menjadi bagian dari identitas budaya Desa Lamajang.
Hingga saat ini, banyak masyarakat setempat masih mempercayai kekuatan gaib yang dimiliki Batu Eon. Kepercayaan ini membuat batu tersebut dianggap sakral dan tidak boleh diganggu. Akibatnya, Batu Eon tetap utuh dan tidak bisa dipindahkan, meskipun telah dicoba dihancurkan dengan alat berat bahkan bahan peledak.
Baca Juga:
Kick-Off HPN 2026 Banten: Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat!
Selain kisah tentang Abah Eon, ada juga mitos lain yang menyebutkan bahwa Batu Eon angker karena berasal dari tempat pemakaman. Menurut Pengelola Desa Wisata Lamajang, Ade Sukmana, banyak masyarakat yang mengeluh hewan ternak mereka mati secara tiba-tiba ketika digembalakan di kawasan Batu Eon.
Mitos lain yang tak kalah menarik adalah kepercayaan bahwa Batu Eon dikaitkan dengan Mbah Balu Tunggal, seorang tokoh legenda yang menyebarkan ajaran Islam di Lamajang dan sekitarnya pada abad ke-17. Konon, batu ini digunakan sebagai tempat pertapaan Mbah Balu Tunggal untuk mencari ketenangan batin sekaligus memperdalam ilmunya.
Terlepas dari benar atau tidaknya mitos-mitos tersebut, keberadaan Batu Eon telah menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Lamajang. Banyak wisatawan yang datang berkunjung untuk melihat langsung batu misterius ini dan merasakan aura mistis yang dipercaya menyelimutinya.
Batu Eon bukan hanya sekadar objek wisata, tetapi juga merupakan simbol dari kearifan lokal dan kepercayaan tradisional masyarakat Desa Lamajang. Mitos-mitos yang melingkupinya telah menjadi bagian dari sejarah dan budaya desa, yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi Anda yang tertarik untuk mengunjungi Batu Eon, Desa Lamajang dapat dicapai dengan berkendara selama sekitar 2 jam dari Kota Bandung. Setibanya di sana, Anda dapat menyewa perahu untuk menyeberangi Kolam Tandon Harian PLTA PT Indonesia Power dan melihat langsung Batu Eon dari dekat.
Selain Batu Eon, Desa Lamajang juga menawarkan berbagai potensi wisata lain yang tak kalah menarik, seperti perkebunan teh, air terjun, dan pemandangan alam yang indah. Anda juga dapat berinteraksi dengan masyarakat setempat dan mempelajari lebih lanjut tentang budaya dan tradisi mereka.
Baca Juga:
Skandal TPPU Terungkap! DJP Kejar Aset Hingga Singapura, Negara Rugi Puluhan Miliar!
Berkunjung ke Desa Lamajang adalah pengalaman wisata yang unik dan tak terlupakan. Anda tidak hanya akan disuguhi keindahan alam yang memukau, tetapi juga akan diajak untuk menyelami misteri dan legenda yang telah menjadi bagian dari sejarah desa ini.









