Menu

Mode Gelap

Blog · 19 Nov 2025 20:51 WIB

Rahasia Awet Mesin Bensin: Kenapa Mobil Perlu Sesekali ‘Digeber’?


 Rahasia Awet Mesin Bensin: Kenapa Mobil Perlu Sesekali ‘Digeber’? Perbesar

PROLOGMEDIA – Bagi para pemilik mobil bensin atau diesel, mungkin sudah menjadi kebiasaan untuk merawat kendaraan kesayangan secara rutin. Namun, tahukah Anda bahwa selain perawatan, mobil juga perlu sesekali “digeber” atau dioperasikan dengan putaran mesin yang lebih tinggi? Kebanyakan pengendara mungkin lebih memilih memainkan putaran mesin rendah dan halus, dengan harapan komponen akan lebih awet dan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) lebih irit. Padahal, ada manfaat tersembunyi yang bisa didapatkan jika mesin mobil diajak “berlari” kencang sesekali.

Eko Setiawan, pemilik bengkel mobil Everest Motors Bintaro, Tangerang Selatan, mengungkapkan bahwa “menggeber” mobil sesekali, atau menaikkan putaran mesin lebih tinggi dari biasanya, selama masih dalam batas wajar, memiliki beberapa manfaat teknis yang signifikan. Aktivitas ini sering disebut sebagai Italian Tune Up, sebuah proses membersihkan kerak karbon tanpa harus membongkar komponen mesin. Caranya cukup sederhana, yaitu dengan mengubah kebiasaan berkendara sesaat.

“Aktivitas ini sering disebut sebagai Italian Tune Up, yakni proses membersihkan kerak karbon tanpa harus membongkar komponen, tapi hanya dengan cara mengubah kebiasaan berkendara sesaat,” ucap Eko kepada KOMPAS.com, Senin (17/11/2025).

Mobil yang sering digunakan dengan putaran mesin rendah cenderung lebih mudah mengalami penumpukan kerak karbon di berbagai bagian mesin, seperti ruang bakar, katup, throttle body, dan manifold. Kondisi ini dapat menyebabkan performa mesin menurun, konsumsi BBM meningkat, dan bahkan kerusakan pada komponen mesin.

Eko menjelaskan bahwa dengan menaikkan putaran mesin sesekali, suhu pembakaran akan meningkat, tekanan gas buang juga meningkat, dan endapan karbon akan terbakar serta terdorong keluar bersama aliran gas buang. Proses ini membantu membersihkan kerak karbon yang menumpuk di dalam mesin, sehingga performa mesin kembali optimal.

“Dengan RPM tinggi sesekali, maka suhu pembakaran akan naik, tekanan gas buang meningkat dan endapan karbon terbakar dan terdorong keluar bersama aliran,” ucap Eko.

Dengan membiasakan diri melakukan Italian Tune Up sesekali, misalnya seminggu sekali, tarikan mesin bisa terasa lebih enteng atau lebih responsif. Cara ini terbilang sederhana, namun cukup bermanfaat untuk menjaga kesehatan mesin mobil Anda.

Mesin yang jarang diajak “berlari” kencang dapat mengalami berbagai masalah, seperti katup bekerja kurang optimal, kotor, dan akhirnya memicu pembakaran yang tidak sempurna. Kondisi ini dapat menyebabkan mesin menjadi kurang bertenaga, boros BBM, dan mengeluarkan emisi gas buang yang lebih tinggi.

Meskipun “menggeber” mesin memiliki manfaat, Eko mengingatkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan mesin sudah mencapai suhu kerja ideal sebelum melakukan Italian Tune Up. Kedua, jaga RPM mesin tetap dalam batas aman dan hindari mencapai redline. Ketiga, lakukan di jalan yang aman atau sepi. Keempat, hindari melakukan Italian Tune Up saat mobil membawa beban berat. Kelima, jangan terlalu sering melakukan Italian Tune Up, karena dapat menyebabkan keausan pada komponen mesin.

“Menggeber mesin boleh, asal mesin sudah mencapai suhu kerja ideal, jaga RPM masih dalam batas aman, jangan sampai di redline, lakukan di jalan aman atau sepi, hindari saat beban berat, dan jangan terlalu sering,” ucap Eko.

Baca Juga:
Disabilitas Prioritas: Pramono Anung Beri Sinyal Perbaikan Transportasi Publik, Aksesibilitas Jadi Fokus Utama!

Selain itu, Eko juga menyarankan agar tidak melakukan Italian Tune Up jika terdapat gejala mesin mengalami panas berlebih atau overheating. Hal ini dapat memperparah kondisi mesin dan berpotensi merusak komponen.

Hardi Wibowo, pemilik bengkel Spesialis Nissan – Honda Yogyakarta, menambahkan bahwa melakukan Italian Tune Up tidak harus membuat mobil melaju kencang. Yang terpenting adalah mencapai putaran mesin yang optimal.

“Pengendara bisa pakai gigi 3 untuk mobil manual, sedangkan pada mobil matik bisa menghidupkan fitur OD Off, tujuannya agar mobil tidak melaju terlalu kencang saat pedal gas membuka penuh untuk mencapai putaran mesin optimal,” ucap Hardi.

Hardi menjelaskan bahwa udara yang mengalir kencang dari intake manifold karena kevakuman besar dan gaya dorong dari depan akan membuat saluran dan ruang bakar tertekan. Sehingga kerak karbon diharapkan bisa terbakar dan terbuang bersama asap knalpot.

“Langkah tersebut bisa dilakukan selama 5 sampai 10 detik, di jalan lurus dan sepi agar lebih aman, boleh diulang satu dua kali, agar hasilnya lebih optimal,” ucap Hardi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa mobil bermesin bakar memang perlu sesekali “digeber” hingga putaran mesin maksimal. Menggeber sesekali membuat mesin “berolahraga”, sehingga komponen bergerak pada kapasitas optimalnya. Namun, tetap perhatikan batasan dan kondisi mesin agar tidak menimbulkan kerusakan. Anggap saja Italian Tune Up sebagai olahraga ringan bagi mesin mobil Anda, agar tetap sehat dan bertenaga.

Dengan melakukan Italian Tune Up secara berkala dan dengan memperhatikan batasan-batasan yang telah disebutkan, Anda dapat menjaga performa mesin mobil tetap optimal dan memperpanjang umur pakainya. Jadi, jangan ragu untuk mengajak mobil kesayangan Anda “berlari” kencang sesekali, asalkan dilakukan dengan bijak dan bertanggung jawab. Ingatlah, mesin yang sehat adalah mesin yang dirawat dan digunakan dengan baik.

Selain itu, penting juga untuk diingat bahwa Italian Tune Up bukanlah pengganti perawatan berkala. Perawatan berkala tetap merupakan kunci utama untuk menjaga kesehatan mesin mobil Anda. Pastikan untuk mengganti oli mesin secara rutin, memeriksa kondisi filter udara, filter oli, dan filter bahan bakar, serta melakukan pengecekan terhadap komponen-komponen mesin lainnya.

Dengan kombinasi perawatan berkala yang baik dan Italian Tune Up yang dilakukan secara berkala, Anda dapat memastikan bahwa mesin mobil Anda selalu dalam kondisi prima dan siap menemani perjalanan Anda kapan saja.

Sebagai penutup, Italian Tune Up adalah salah satu cara sederhana dan efektif untuk menjaga kesehatan mesin mobil bensin atau diesel Anda. Namun, perlu diingat bahwa Italian Tune Up bukanlah “obat mujarab” untuk semua masalah mesin. Jika Anda mengalami masalah mesin yang serius, sebaiknya segera jika Anda mengalami masalah mesin yang serius, sebaiknya segera berkonsultasi dengan mekanik ahli di bengkel untuk mendapatkan diagnosis dan perbaikan yang tepat.

Baca Juga:
Timun dan Hipertensi: Mitos atau Fakta Penurun Tekanan Darah?

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan wawasan baru bagi Anda tentang pentingnya “menggeber” mobil sesekali. Selamat mencoba dan semoga perjalanan Anda selalu aman dan nyaman!

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Forum TBM Way Kanan Luncurkan Buku Antologi Kisah Rakyat dan Budaya Lokal

17 Januari 2026 - 19:40 WIB

Ancaman Spesies Asing Invasif Menggerus Ekosistem Baluran dan Ujung Kulon

3 Januari 2026 - 18:51 WIB

Peringati Hari Ibu, MY ACADEMY Perkuat Peran Ibu sebagai Entrepreneur Modern

24 Desember 2025 - 08:46 WIB

7 Sisa Bahan Makanan yang Bisa Diubah Jadi Kompos Bergizi untuk Tanaman

23 Desember 2025 - 14:56 WIB

Tips Aman Berkendara ke Puncak saat Libur Nataru, Hindari Mobil Mundur di Tanjakan

23 Desember 2025 - 00:59 WIB

Trending di Blog