Menu

Mode Gelap

Berita · 23 Nov 2025 16:21 WIB

Unit K9 Polda Jateng Berhasil Temukan Titik Korban Bencana di Pandanarum


 Unit K9 Polda Jateng Berhasil Temukan Titik Korban Bencana di Pandanarum Perbesar

PROLOGMEDIA – Upaya pencarian dan penyelamatan korban bencana di wilayah Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, kembali menunjukkan perkembangan berarti setelah Unit Satwa Kepolisian (K9) Direktorat Samapta Polda Jawa Tengah diterjunkan untuk melakukan operasi pelacakan. Pada Sabtu, 22 November 2025, sejak pukul 07.00 WIB, tim gabungan dari berbagai satuan kepolisian di Jawa Tengah bergerak menuju lokasi terdampak bencana untuk melaksanakan misi Search and Rescue (SAR) yang menjadi perhatian besar publik beberapa hari terakhir. Sejak bencana tanah longsor melanda kawasan tersebut akibat curah hujan ekstrem, proses evakuasi menghadapi banyak kendala, terutama karena medan yang tidak mudah dijangkau. Namun, keterlibatan anjing pelacak K9 menjadi harapan baru dalam mempercepat identifikasi titik-titik keberadaan korban.

 

Empat anjing pelacak spesialis SAR, yaitu K9 JUSTIN, K9 JACK, K9 UPS, dan K9 PABLO, diterjunkan secara khusus karena keunggulan kemampuan mereka dalam mendeteksi keberadaan manusia, baik dalam kondisi hidup maupun meninggal. Setiap anjing dilengkapi dengan perlengkapan standar mulai dari leash, harness, hingga rompi identifikasi yang memudahkan petugas pengendali (handler) mengarahkan mereka di lapangan. Tidak hanya mengandalkan kemampuan para anjing, keberhasilan operasi ini juga merupakan buah kerja sama lintas satuan. Personel pelaksana yang turun langsung berasal dari Unit K9 Polrestabes Semarang, Polres Karanganyar, Polres Wonogiri, dan Polres Wonosobo, membentuk satu tim solid dengan koordinasi yang terukur.

 

Kawasan operasi difokuskan pada Sektor B, yaitu area pemukiman yang paling parah terdampak bencana. Wilayah ini sekaligus menjadi lokasi yang paling sulit dijangkau karena kondisi tanah yang tidak stabil. Banyak jalur curam dan licin, tanah ambles akibat hujan berkepanjangan, hingga reruntuhan material rumah warga yang bercampur dengan lumpur tebal. Sejumlah titik bahkan tidak dapat dilalui oleh kendaraan sehingga tim harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil membawa peralatan SAR. Meski demikian, seluruh personel tetap menjalankan tugas dengan penuh kehati-hatian dan semangat tinggi, mengingat banyak keluarga korban yang masih menunggu kabar keberadaan kerabat mereka.

 

Begitu operasi dimulai, keempat anjing pelacak langsung diarahkan untuk menyisir area yang diperkirakan menjadi titik keberadaan korban. Setiap K9 menunjukkan keahlian masing-masing dengan mengandalkan daya penciuman yang sangat sensitif terhadap aroma tubuh manusia maupun perubahan kimiawi di lingkungan yang terkait dengan keberadaan jasad. Tantangan terbesar yang dihadapi para anjing adalah kondisi tanah yang telah mengering dan mengeras setelah bencana, sehingga aroma korban menjadi lebih sulit terdeteksi. Namun, ini bukanlah hal baru bagi unit K9, karena mereka telah dilatih menghadapi berbagai situasi ekstrem.

 

Setelah beberapa jam pelacakan intensif, hasil signifikan mulai terlihat. K9 JUSTIN, yang dikenal responsif dan stabil dalam pencarian, memberikan reaksi kuat di sebuah titik dekat reruntuhan bangunan warga. Tidak lama setelah itu, K9 JACK juga menunjukkan perilaku serupa di titik lain yang berjarak sekitar puluhan meter dari lokasi pertama. K9 UPS dan K9 PABLO pun turut memberikan tanda di dua titik berbeda yang sama-sama menunjukkan potensi keberadaan korban. Total empat titik reaksi kuat berhasil diidentifikasi di Sektor B. Setiap reaksi anjing kemudian dicatat, dianalisis, dan dikonfirmasi ulang oleh handler yang mendampinginya sebelum dilaporkan kepada tim SAR gabungan.

Baca Juga:
KUR Perumahan Rp 130 Triliun: Peluang Emas Atasi Backlog dan Dongkrak Sektor Properti

 

Seluruh temuan titik tersebut langsung disampaikan kepada BASARNAS sebagai dasar untuk memulai proses penggalian dan evakuasi. Koordinasi antara Unit K9 dan BASARNAS berjalan sangat cepat dan efektif. Begitu titik dikonfirmasi, alat berat pun dikerahkan, sementara personel SAR lainnya menyiapkan prosedur standar untuk pengangkatan material serta penanganan korban. Sinergi antara berbagai instansi ini menjadi bukti nyata bahwa penyelamatan korban bencana membutuhkan kerja sama yang saling melengkapi.

 

Hingga menjelang siang, titik pertama berhasil dievakuasi. Tim menemukan bagian tubuh (body part) yang kemudian segera diamankan untuk proses identifikasi lebih lanjut. Meski tidak lengkap, penemuan ini menjadi langkah penting menuju pencarian korban lainnya. Pada titik berikutnya, korban atas nama Aminah, perempuan berusia 90 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi ditemukannya korban memperlihatkan bahwa ia kemungkinan besar tertimbun material tanah dan reruntuhan bangunan saat bencana terjadi. Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian untuk memastikan tubuh korban tetap terjaga sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

 

Pencarian tidak berhenti sampai di situ. Tim terus menggali di titik ketiga dan keempat dengan dukungan penuh anjing pelacak yang bertugas memastikan tidak ada korban lain yang terlewat. Pada pukul 17.20 WIB, korban ketiga ditemukan di Sektor B, juga dalam kondisi meninggal dunia. Korban merupakan seorang perempuan yang saat ini masih dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI (Disaster Victim Identification). Dengan ditemukannya tiga korban pada hari tersebut, operasi SAR dinilai menghasilkan perkembangan yang berarti meski kondisi lapangan sangat berat.

 

Seluruh proses yang berjalan pada hari itu menjadi bukti bahwa keberadaan anjing pelacak K9 sangat penting dalam upaya pencarian korban bencana. Tanpa bantuan penciuman mereka, tim SAR mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan titik-titik keberadaan korban, mengingat banyak area yang tertimbun material tebal dan sulit dijangkau. Meski medan tandus dan keras akibat pengaruh cuaca menjadi hambatan utama, dedikasi semua pihak—baik dari kepolisian maupun instansi SAR lainnya—membawa harapan baru bagi keluarga korban.

 

Baca Juga:
BPKB Sudah Elektronik! Nggak Perlu Buku Fisik, Aman Anti Palsu

Polda Jawa Tengah menegaskan bahwa mereka akan terus mendukung penuh operasi pencarian hingga seluruh korban ditemukan dan diidentifikasi. Komitmen ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan saat bencana melanda masyarakat. Dengan kerja sama lintas instansi serta dukungan teknologi dan kemampuan khusus seperti Unit K9, proses SAR diharapkan terus membuahkan hasil hingga seluruh area terdampak dapat dipastikan aman dan bebas dari korban yang belum ditemukan.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita