Menu

Mode Gelap

Berita · 24 Nov 2025 13:47 WIB

Serbuan Negara Singa: Gelombang Akuisisi Perusahaan Kebanggaan Indonesia oleh Investor Singapura


 Serbuan Negara Singa: Gelombang Akuisisi Perusahaan Kebanggaan Indonesia oleh Investor Singapura Perbesar

PROLOGMEDIA – Dalam beberapa bulan terakhir, gelombang akuisisi dari perusahaan asal Singapura mulai mengoyak struktur kepemilikan sejumlah emiten Indonesia yang selama ini dianggap sebagai “kebanggaan bangsa”. Fenomena yang kemudian dijuluki “Serbuan Negara Singa” ini bukanlah isapan jempol semata: setidaknya lima perusahaan publik Indonesia dilaporkan dalam riset menunjukkan perubahan pengendali setelah digenggam investor dari negeri tetangga.

 

Salah satu contoh paling mencolok adalah PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (kode saham TGUK), sebuah perusahaan yang dikenal di industri makanan dan minuman lokal. Perseroan mengungkapkan bahwa Visionary Capital Global Pte. Ltd., entitas yang berbasis di Singapura, berencana mengambil alih sekitar 59,34% saham TGUK. Proses ini diatur melalui perjanjian jual-beli bersyarat, dan diperkirakan akan selesai paling lambat pada Agustus 2025. Tujuan dari akuisisi ini tak sebatas formalitas kepemilikan: rencana jangka panjang Visionary Capital adalah memperluas lini usaha TGUK ke segmen frozen food, di mana sinergi dengan unit food and beverages bisa memperbaiki kondisi keuangan yang sempat melemah di tahun-tahun sebelumnya.

 

Dampak dari manuver ini cukup terasa di lantai bursa. Sebelum suspensi sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang keputusan besar, harga saham TGUK sempat melonjak luar biasa, mencerminkan antisipasi investor terhadap potensi pertumbuhan di bawah pengendali baru. Ketika suspensi akhirnya dibuka kembali, publik menyoroti bahwa strategi ekspansi TGUK akan membawa nafas baru pada bisnis inti sekaligus diversifikasi ke segmen yang lebih menjanjikan — terutama makanan beku, yang dinilai mampu memberikan margin lebih stabil dan arus kas jangka panjang.

 

Tak hanya TGUK, PT Master Print Tbk (PTMR) juga menjadi salah satu korban “serbuan”. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada Oktober 2024, perusahaan ini menjadi target utama Deep Source Pte. Ltd., perusahaan Singapura yang berniat menguasai hingga 77,19% sahamnya. Negosiasi tersebut melibatkan sejumlah pemegang saham utama, termasuk PT Mitra Pack Tbk dan individu pemegang saham lainnya. Jika berhasil, Deep Source akan menjadi pengendali mayoritas dan kemudian wajib melaksanakan tender wajib (mandatory tender offer) kepada pemegang saham minoritas sesuai dengan regulasi OJK.

 

Menariknya, di tengah proses akuisisi ini, Master Print mencatat pertumbuhan penjualan yang cukup signifikan. Dalam laporan keuangan semester I/2025, pendapatan bersih PTMR tercatat naik 25,8% menjadi Rp 63,32 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun demikian, profitabilitas justru menurun, dengan laba bersih anjlok sekitar 48,1% karena beban pokok penjualan dan beban operasional yang meningkat.

 

Langkah Singapura juga menjamah sektor konstruksi lewat PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM). Lim Shrimp Org Pte. Ltd., perusahaan dengan basis di Singapura yang berfokus pada konstruksi dan budi daya perikanan, mengumumkan niatnya untuk mengakuisisi antara 35,91% hingga 44,98% saham SMKM. Negosiasi ini telah mencapai tahap penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) dengan calon penjual, dan Lim Shrimp Org akan melaksanakan tender wajib setelah akuisisi selesai sesuai aturan OJK No. 9/POJK.04/2018.

 

SMKM sendiri adalah perusahaan konstruksi yang cukup matang di Indonesia; ia berkecimpung di proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan, gedung, jembatan, serta penyediaan layanan arsitektur dan engineering. Direktur Lim Shrimp Org bahkan menyatakan bahwa setelah resmi menjadi pengendali baru, pihaknya akan tetap menjaga kegiatan operasional SMKM tanpa gangguan besar, sekaligus memanfaatkan sinergi antara konstruksi dan budidaya air sebagai strategi jangka panjang.

 

Salah satu dampak langsung dari kabar akuisisi ini adalah lonjakan harga saham SMKM di pasar. Setelah publikasi rencana takeover, saham SMKM mencatat penguatan signifikan seiring optimisme investor terhadap prospek pengendali baru yang punya visi ekspansi.

Baca Juga:
Gelombang Pengunduran Diri Pejabat di Kabupaten Cianjur Meningkat, Kini Menjadi Enam Orang

 

Tak kalah mencengangkan, sektor otomotif lokal juga terkena imbas. PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA), yang selama ini dikenal sebagai perusahaan otomotif terintegrasi mulai dari dealer Honda, layanan rental mobil, servis hingga ritel kendaraan, dilaporkan mengalami perubahan pengendali. GX Archipelago Pte. Ltd., perusahaan asal Singapura, secara resmi membeli 1.122,1 juta lembar saham BOGA, setara dengan sekitar 29,50% dari saham beredar, dari pemegang lama PT Falcon Asia Investama. Transaksi ini bernilai sekitar Rp 583,6 miliar dan membawa GX Archipelago menjadi pengendali baru BOGA.

 

Kabar akuisisi ini segera berefek di lantai bursa: pada hari pengumuman, saham BOGA langsung melesat dan menyentuh auto rejection atas (ARA), menunjukkan betapa besar reaksi pasar terhadap perubahan pemegang kendali.

 

Fenomena “serbuan” ini menimbulkan kegelisahan di kalangan pengamat pasar modal. Di satu sisi, investor asing – khususnya dari Singapura – menunjukkan minat besar untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan Indonesia yang potensial dan sedang tumbuh. Ini bisa menjadi game-changer, memberikan akses modal segar dan potensi ekspansi baru. Namun di sisi lain, ada pertanyaan serius tentang kedaulatan ekonomi: seberapa jauh perusahaan-perusahaan strategis milik bangsa bisa dikendalikan oleh entitas asing?

 

Beberapa analis bahkan menyebut bahwa alih kendali ini bukan semata karena dorongan finansial semata, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang bagi Singapura untuk memperluas pengaruh ekonominya di ASEAN melalui kepemilikan di perusahaan-perusahaan lokal Indonesia. Investasi semacam ini bukan seperti investor pasif, melainkan lebih ke joint-venture besar yang mengedepankan sinergi operasional dan manajerial.

 

Sementara itu, bagi perusahaan seperti TGUK dan SMKM, pengambilalihan ini bisa menjadi momen transformasi yang sangat krusial. Mereka mendapat akses pada dana segar, jaringan, dan kompetensi dari investor asing, yang bisa digunakan untuk memperkuat struktur modal dan memperbesar skala usaha. Namun, tantangannya tidak ringan: publik dan pemegang saham minoritas akan menuntut transparansi dan perlindungan hak-hak mereka, terutama dalam menjalankan tender wajib.

 

Bagi regulator pasar modal Indonesia, gelombang akuisisi ini pun menghadirkan dilema baru. Di satu sisi, investasi asing besar seperti ini bisa memperkuat kapitalisasi pasar dan likuiditas; di sisi lain, dominasi entitas asing dalam kepemilikan perusahaan lokal bisa menimbulkan risiko strategis. OJK dan otoritas terkait harus memastikan proses takeover dijalankan secara adil, transparan, dan sesuai regulasi yang melindungi kepentingan semua pemangku kepentingan.

 

Di level nasional, “serbuan” ini menjadi pengingat keras bahwa kekuatan modal asing terus mengintai, dan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia yang selama ini dibanggakan sebagai milik bangsa bisa saja bertransformasi menjadi bagian dari jaringan lintas negara. Bagi sebagian rakyat, ini terasa seperti dilema: investasi asing yang datang bisa membuka jalan kemajuan, tapi di sisi lain, kontrol atas aset-aset lokal bisa tergeser.

 

Baca Juga:
Hati-hati Menyimpan Makanan di Plastik, Ini 5 Jenis yang Sebaiknya Dihindari

Akhirnya, momentum ini menjadi pertaruhan besar bagi para pemimpin perusahaan, penguasa modal, dan regulator untuk menyikapi dengan bijak. Apakah alih kepemilikan ini akan menjadi bagian dari strategi inklusif untuk memperkuat kapasitas bisnis Indonesia, ataukah hanya menjadi langkah memperluas dominasi asing? Waktu dan tindakan nyata akan menentukan cerita selanjutnya.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita