PROLOGMEDIA – Pembangunan Tol Serang–Panimbang kini menjadi harapan besar bagi percepatan pariwisata di provinsi Banten — terutama untuk mendorong munculnya sport tourism dan menarik wisatawan ke kawasan selatan provinsi tersebut. Dengan infrastruktur yang semakin mantap, akses ke destinasi wisata utama diprediksi jauh lebih mudah, cepat, dan nyaman.
Tol Serang-Panimbang, sepanjang 83,67 kilometer, dibagi menjadi tiga seksi: Seksi 1 (Serang–Rangkasbitung), Seksi 2 (Rangkasbitung–Cileles), serta Seksi 3 (Cileles–Panimbang). Seksi 1 sudah dibuka sejak November 2021. Seksi 2 dan 3 kini tengah dikebut konstruksinya dan direncanakan tersambung penuh paling lambat 2027.
Setelah rampung, tol ini akan membuka akses cepat dari kawasan Jabodetabek ke kawasan Banten Tengah dan Selatan, memangkas waktu tempuh yang sebelumnya bisa 3–4 jam, menjadi 1–2 jam saja. Akses ini diharapkan sangat bermanfaat — tidak hanya bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik — tapi sangat penting bagi pengembangan wisata dan ekonomi lokal.
Potensi besar terletak pada kawasan Tanjung Lesung di selatan Banten — yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata — serta kawasan alam seperti Taman Nasional Ujung Kulon. Setelah tol rampung, destinasi seperti Tanjung Lesung akan jauh lebih mudah dijangkau, membuka peluang besar bagi wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya yang ingin melancong ke pantai, alam, dan wisata — sekaligus mendukung sport tourism.
Baca Juga:
Kontrakan Sunyi di Cileungsi Ternyata Jadi Pabrik Oplosan Gas Bersubsidi
Selain kemudahan akses, keberadaan tol ini akan menurunkan biaya logistik dan mendukung pengembangan ekonomi regional. Sebagai contoh, perusahaan material bangunan telah memasok semen secara besar-besaran untuk mendukung pembangunan tol ini, sehingga proyek bisa berjalan cepat dan menambah tenaga kerja di kawasan Banten bagian selatan.
Dengan infrastruktur yang membaik, kawasan selatan Banten bisa berkembang secara signifikan. Bagi pelaku wisata — resort, hotel, penyedia layanan wisata, UMKM lokal — tol ini menawarkan peluang besar: peningkatan kunjungan wisatawan, peningkatan akses ke lokasi wisata, serta pengembangan sport tourism seperti jalan santai, lari, trail run, dan kegiatan wisata olahraga lainnya yang bisa bersinergi dengan keindahan alam Banten selatan.
Dengan semua potensi ini, Tol Serang–Panimbang bukan sekadar proyek infrastruktur: ia bersiap menjadi motor transformasi — dari sudut pandang mobilitas, ekonomi, hingga pariwisata. Ketika konektivitas terwujud, Banten selatan berpeluang besar menjadi destinasi alternatif menarik, tidak hanya saat musim liburan, tapi secara berkelanjutan lewat sport tourism dan wisata alam terpadu.
Baca Juga:
Prabowo Sebut 44 Juta Warga Telah Terima Makan Bergizi Gratis dengan Lebih dari 2 Miliar Porsi Tersalurkan
Kalau kamu mau — saya bisa bantu prediksi rute dan waktu tempuh dari Jakarta ke destinasi-destinasi wisata di Banten setelah tol ini beroperasi penuh, plus estimasi penghematan biaya dan waktu. Mau saya siapkan?









