Menu

Mode Gelap

Berita · 27 Nov 2025 19:19 WIB

Kapolres Serang Ikut Naik Mobil Komando Kawal Aksi Buruh Tuntut Kenaikan UMK


 Kapolres Serang Ikut Naik Mobil Komando Kawal Aksi Buruh Tuntut Kenaikan UMK Perbesar

PROLOGMEDIA – Aksi unjuk rasa buruh di Kabupaten Serang pada Kamis siang itu berlangsung dalam suasana yang cukup terik, namun tetap tertib dari awal hingga akhir. Di sepanjang rute yang dilalui massa, perhatian publik tertuju pada satu pemandangan yang jarang terlihat dalam pengamanan aksi buruh: Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko berdiri di atas mobil komando bersama para koordinator lapangan, ikut merasakan panas matahari dan hembusan angin jalanan sambil memantau langsung dinamika massa. Sikap ini bukan hanya menarik perhatian, tetapi juga memberikan pesan kuat tentang pendekatan humanis kepolisian dalam mengawal aksi penyampaian pendapat di muka umum.

 

Sejak pagi hari, ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang telah berkumpul di gerbang Kawasan Industri Modern Cikande. Mereka datang dengan semangat yang menyala, membawa spanduk, bendera organisasi, serta pengeras suara untuk menyuarakan tuntutan yang sudah beberapa minggu terakhir mereka perjuangkan. Di titik awal berkumpul, terlihat aparat kepolisian berjajar rapi, mengamankan jalur dan mengatur arus lalu lintas agar aktivitas lain di kawasan industri tersebut tetap berjalan normal.

 

Kapolres Condro mengambil langkah tak biasa ketika memutuskan naik ke atas mobil komando buruh. Keputusan itu diambil demi memastikan komunikasi antara polisi dan massa tetap terjaga sepanjang perjalanan yang menempuh jarak sekitar 25 kilometer menuju Pendopo Bupati Serang. Ia berdiri di sisi para orator dan koordinator aksi, sesekali mengamati situasi di sekitar, berbicara melalui alat komunikasi, dan memberikan instruksi kepada jajaran pengamanan yang tersebar di titik-titik strategis. Pemandangan ini memberikan kesan bahwa polisi tidak hanya menjaga dari kejauhan, tetapi benar-benar berada di tengah masyarakat untuk memastikan keamanan bersama.

 

Aksi kali ini membawa tiga tuntutan utama. Yang paling disorot adalah desakan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Serang sebesar 12 persen untuk tahun 2026. Tuntutan tersebut lahir dari perhitungan kebutuhan hidup layak yang dirasakan para buruh semakin meningkat setiap tahunnya. Mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya mendengar, tetapi juga merespons aspirasi yang sudah disampaikan dalam audiensi sebelumnya. Selain itu, para buruh juga mengingatkan pentingnya transparansi dan konsistensi dalam penetapan kebijakan ketenagakerjaan agar tidak merugikan kaum pekerja.

 

Rombongan tampak bergerak dengan sangat teratur. Barisan depan diisi oleh mobil komando, kemudian diikuti massa yang berjalan sambil meneriakkan yel-yel. Sepanjang rute, polisi dari berbagai satuan berjaga di tepi-tepi jalan untuk mencegah potensi kemacetan dan memastikan pengguna jalan lain tetap bisa melintas dengan aman. Dalam beberapa titik, petugas terlihat mengatur ulang arus agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Koordinasi yang rapi ini membuat perjalanan aksi berlangsung tanpa hambatan berarti.

 

Total ada 359 personel yang diturunkan untuk pengamanan, terdiri dari gabungan Polres Serang, personel BKO TNI, Sat Brimob Polda Banten, Dit Samapta, serta Unit Raicet Dit Lantas. Mereka ditempatkan di seluruh jalur yang dilalui massa, terutama di persimpangan besar dan titik yang dinilai rawan menimbulkan antrian panjang. Setiap personel telah mendapatkan arahan agar mengedepankan pendekatan persuasif dan menjaga suasana tetap kondusif.

Baca Juga:
Dapur MBG Polri Jadi Percontohan Global, Sorotan Internasional Menguat

 

Selama perjalanan, suasana aksi relatif damai. Para buruh mengikuti instruksi koordinator lapangan, sementara aparat terus memberikan imbauan melalui pengeras suara untuk menjaga barisan tetap rapi. Kapolres Condro yang berada di atas mobil komando juga beberapa kali menyapa peserta aksi, memberikan pesan agar mereka tetap menjaga keselamatan diri selama menyampaikan aspirasi. Kehadiran langsung Kapolres di tengah-tengah rombongan memberikan rasa aman bagi massa, sekaligus menunjukkan bahwa pihak kepolisian berkomitmen mengawal kebebasan berpendapat secara bertanggung jawab.

 

Kapolres menegaskan bahwa kepolisian selalu hadir untuk memberikan pelayanan terbaik dalam setiap kegiatan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan langsung dari atas mobil komando dilakukan untuk memastikan komunikasi antara aparat dan massa tidak terputus. Dengan berada di posisi tersebut, ia bisa melihat langsung dinamika di lapangan dan mengambil keputusan cepat jika terjadi situasi yang membutuhkan respons. Menurutnya, tujuan utama pengamanan bukan sekadar menjaga ketertiban, melainkan memastikan seluruh peserta aksi dapat menyampaikan aspirasi mereka tanpa risiko keselamatan.

 

Selain itu, Kapolres memberikan apresiasi kepada para buruh yang tetap kooperatif sejak keberangkatan dari kawasan industri hingga tiba di Pendopo Bupati. Mereka mengikuti arahan aparat, menjaga barisan tetap tertib, dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu pengguna jalan lain. Sikap saling menghormati ini membuat jalannya aksi benar-benar kondusif. Kapolres menyampaikan terima kasih atas kedewasaan para buruh dalam menyampaikan pendapat, dan menegaskan bahwa selama aspirasi disampaikan dengan cara damai, kepolisian akan selalu hadir untuk mengawal.

 

Sesampainya di Pendopo Bupati Serang, massa langsung disambut jajaran keamanan yang sudah lebih dulu berjaga. Para buruh kemudian berkumpul di halaman pendopo, membentuk lingkaran besar untuk melanjutkan orasi. Perwakilan dari setiap serikat naik ke mobil komando secara bergiliran, menyampaikan tuntutan dengan lantang namun tetap tertib. Mereka menegaskan kembali alasan mendasar mengapa kenaikan UMK sangat penting bagi kesejahteraan pekerja. Orasi yang disampaikan juga menyinggung berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi buruh, termasuk kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup yang terus meningkat.

 

Aksi itu berjalan damai hingga selesai, tanpa insiden yang berarti. Setelah semua tuntutan disampaikan, massa secara perlahan membubarkan diri dengan tertib. Aparat kepolisian tetap bersiaga hingga seluruh peserta aksi meninggalkan lokasi. Pendekatan pengamanan yang humanis, komunikasi yang baik antara polisi dan buruh, serta kesadaran massa untuk tetap menjaga ketertiban membuat aksi kali ini menjadi salah satu yang dianggap berhasil dalam hal penyampaian aspirasi dan koordinasi pengamanan.

 

Baca Juga:
Warga Lebak Gotong-Royong Bangun Rumah Tidak Layak Huni untuk Nenek Terdampak Kemiskinan

Aksi tersebut memberi gambaran bahwa hubungan antara pekerja, aparat, dan pemerintah dapat berjalan harmonis ketika semua pihak membuka ruang komunikasi dan mengedepankan sikap saling menghargai. Keberanian pemimpin pengamanan turun langsung ke lapangan, bahkan ikut berdiri di atas mobil komando, menjadi simbol kuat bahwa menjaga keamanan bukan sekadar tugas formal, melainkan bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat. Dalam suasana seperti inilah aspirasi dapat tersampaikan dengan baik, tanpa harus menimbulkan gesekan atau ketegangan. Aksi yang berlangsung tertib ini diharapkan menjadi contoh bagi kegiatan serupa di masa mendatang.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita