Menu

Mode Gelap

Blog · 28 Nov 2025 11:15 WIB

Manfaat Menaburkan Garam di Pintu Masuk Rumah: Trik Sederhana untuk Kebersihan dan Energi Positif


 Manfaat Menaburkan Garam di Pintu Masuk Rumah: Trik Sederhana untuk Kebersihan dan Energi Positif Perbesar

PROLOGMEDIA – Pintu masuk rumah seringkali menjadi area yang paling banyak dilewati — orang lalu-lalang, sepatu dilepas, debu dari luar gampang terbawa. Namun meskipun area ini penting sebagai “gerbang”, tak banyak orang menyadari bahwa pintu masuk bisa menjadi tempat energinya rumah ikut terganggu: dari kelembapan, bau tidak sedap, sampai “energi negatif” menurut kepercayaan tradisional. Itulah sebabnya muncul sebuah trik rumah sederhana, murah, dan alami: menaburkan garam di pintu masuk — dan banyak orang merekomendasikannya.

 

Garam, khususnya garam kasar atau garam laut, dipercaya memiliki sifat penyerap dan pemurni. Ketika Anda menaruh sebuah gelas atau mangkuk kecil berisi garam di dekat pintu rumah, garam akan bekerja seperti filter alami. Ia menyerap kelembapan, membantu mengurangi bau dan mencegah jamur atau bakteri berkembang di area yang sering dipakai masuk-keluar. Ini sangat bermanfaat terutama bagi rumah yang sering lembap atau kerap didera bau sepatu, lantai basah, debu dari luar — kondisi umum di pintu masuk rumah.

 

Meski efek “fisik” seperti menyerap kelembapan dan mengurangi bau sudah cukup kentara, manfaat garam tidak berhenti di situ. Banyak ajaran tradisional dan sistem kepercayaan spiritual — termasuk dalam kerangka Feng Shui — menilai bahwa garam punya peran energetik: sebagai penyaring energi negatif, serta pelindung terhadap hal-hal tak kasat mata. Dengan menempatkan garam pada pintu masuk, dipercaya bahwa Anda bisa “menangkap” energi buruk yang mencoba mengikuti orang masuk dari luar, sehingga ruangan dalam rumah tetap bersih secara spiritual.

 

Secara lebih luas, garam dianggap dapat membersihkan “getaran” di rumah — menyerap energi stagnan atau emosional negatif yang terbawa dari luar, lalu melindungi rumah dari gangguan halus. Banyak praktisi spiritual mengatakan bahwa garam di pintu atau sudut rumah bisa membantu menciptakan aura yang lebih tenang, damai, dan harmonis. Bahkan bagi mereka yang peka terhadap suasana atau energi, perubahan ini bisa terasa: rumah terasa lebih “ringan”, suasana hati cenderung lebih stabil, dan pikiran lebih jernih.

 

Dalam praktiknya, menggunakan garam untuk tujuan ini sangat sederhana. Anda cukup mengambil segenggam garam kasar/garam laut, masukkan ke dalam mangkuk atau gelas kecil, lalu letakkan tepat di samping pintu masuk — bisa di lantai atau di atas lemari rendah dekat pintu. Banyak yang menyarankan untuk menaruh dua wadah: satu di setiap sisi pintu. Biarkan garam bekerja selama 24 sampai 72 jam. Jika garam sudah terlihat lembap, menggumpal, atau berubah warna — itu pertanda waktunya diganti. Bagi rumah dengan aktivitas tinggi atau lingkungan lembap, mengganti garam mungkin perlu setiap dua sampai tiga hari, sementara untuk rumah yang lebih kering bisa cukup seminggu sekali.

 

Alasan di balik penggunaan jenis garam kasar atau garam laut adalah karena kandungan dan struktur kristal garam tersebut dianggap lebih efektif untuk menyerap kelembapan dan “menyerap” energi negatif dibanding garam halus biasa — secara metaforis garam kasar punya “daya serap” lebih besar.

 

Praktik ini mendapat dukungan dari berbagai sumber. Dalam artikel tentang penggunaan garam di rumah, garam disebut sebagai elemen “pembersih” energi, sangat cocok untuk diletakkan di pintu masuk sebagai titik pertama dari rumah. Banyak dari penjelasan tersebut menekankan bahwa pintu rumah adalah area transisi — dari luar ke dalam — sehingga sangat strategis untuk menahan masuknya energi negatif, asap, debu, atau kelembapan. Dengan demikian, garam di pintu bukan hanya tentang kebersihan fisik, tapi juga kebersihan lingkungan dan suasana batin penghuni rumah.

Baca Juga:
Dibalik Antusiasme Chip Otak: Etika, Risiko, dan Masa Depan Transhumanisme

 

Selain manfaat pintu masuk, banyak juga anjuran menaruh garam di sudut-sudut ruangan. Sudut ruangan sering dianggap sebagai tempat berkumpulnya energi stagnan, debu, dan udara yang kurang sirkulasi; jadi menaruh semangkuk garam di sana dipercaya membantu menghalau energi negatif, menjaga atmosfer ruangan tetap seimbang dan positif. Sebagian orang bahkan menaruh garam di kamar tidur, di bawah tempat tidur, atau di dekat jendela dan jendela — tergantung kebutuhan dan keyakinan.

 

Bagi rumah dengan masalah kelembapan, pertumbuhan jamur, atau bau lembap — misalnya di wilayah tropis dengan hujan — garam juga bisa membantu sebagai solusi “alami”. Tanpa memakai aerosol, penyedot udara, atau alat pengharum ruangan kimia — cukup garam dan wadah — lingkungan bisa jadi lebih segar, kering, dan nyaman.

 

Kelebihan metode ini adalah kesederhanaannya, biaya yang sangat minim, serta fleksibilitas — garam bisa diganti mudah, tidak beracun, dan tidak memerlukan instalasi khusus. Karena itulah banyak orang menyebutnya trik rumah yang “ramah lingkungan” dan cocok untuk siapa saja, terutama bagi yang peduli pada kebersihan alami dan atmosfer rumah yang nyaman.

 

Namun tentunya — seperti halnya banyak praktik spiritual atau tradisional — efek “energetik” dari garam sangat bergantung pada kepercayaan dan persepsi masing-masing. Bagi orang yang skeptis terhadap konsep energi halus atau vibrasi, garam mungkin hanya berarti garam — yakni media untuk menyerap lembap atau bau. Tapi bagi mereka yang percaya, garam bisa jadi semacam perisai spiritual, memberikan rasa aman dan ketenangan.

 

Meski demikian, tidak ada salahnya mencoba sendiri. Karena secara fisik, garam memang punya sifat higroskopis: menarik uap air dari udara, sehingga membantu menjaga area pintu tetap kering — ini cocok sekali untuk rumah di iklim tropis seperti di Indonesia, yang rentan terhadap kelembapan. Dan jika Anda juga terbuka terhadap aspek spiritual, Anda bisa menjadikannya sebagai ritual sederhana: meletakkan garam dengan niat menjaga rumah tetap bersih — bukan hanya secara fisik, tapi juga secara emosional dan spiritual.

 

Kesimpulannya: menaburkan garam di pintu masuk rumah bukan sekadar mitos — di baliknya ada alasan praktis dan tradisi panjang. Dari menyerap kelembapan dan bau, menjaga kebersihan udara, mengurangi risiko jamur atau bakteri, hingga membantu menjaga keseimbangan energi dan suasana hati penghuni rumah — garam memberikan solusi sederhana namun beragam. Siapa pun bisa mencoba, dengan biaya yang rendah dan langkah yang mudah. Dengan sedikit perhatian pada kebersihan fisik dan kepekaan terhadap suasana batin, garam bisa menjadi sahabat rumah Anda — menjaga agar setiap orang yang melangkah masuk merasa

Baca Juga:
Sepatu Lari Impian 2025! 10 Pilihan Ringan & Nyaman: Tingkatkan Performa Larimu!

segar, aman, dan nyaman.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Forum TBM Way Kanan Luncurkan Buku Antologi Kisah Rakyat dan Budaya Lokal

17 Januari 2026 - 19:40 WIB

Ancaman Spesies Asing Invasif Menggerus Ekosistem Baluran dan Ujung Kulon

3 Januari 2026 - 18:51 WIB

Peringati Hari Ibu, MY ACADEMY Perkuat Peran Ibu sebagai Entrepreneur Modern

24 Desember 2025 - 08:46 WIB

7 Sisa Bahan Makanan yang Bisa Diubah Jadi Kompos Bergizi untuk Tanaman

23 Desember 2025 - 14:56 WIB

Tips Aman Berkendara ke Puncak saat Libur Nataru, Hindari Mobil Mundur di Tanjakan

23 Desember 2025 - 00:59 WIB

Trending di Blog