Menu

Mode Gelap

Blog · 6 Des 2025 00:02 WIB

Cara Mudah Usir Tikus dengan Bawang Merah


 Cara Mudah Usir Tikus dengan Bawang Merah Perbesar

PROLOGMEDIA – Tikus yang tiba-tiba muncul di rumah memang bisa membuat siapa saja naik darah: mereka bergerak cepat, merusak barang, dan sering meninggalkan bau tak sedap. Namun kamu tak perlu langsung panic atau buru-buru memasang perangkap kimia berbahaya. Ada cara sederhana dan alami yang bisa kamu coba sendiri — cukup dengan bahan dapur yang ada: bawang merah. Aroma bawang merah, ketika dipotong dan diletakkan di tempat-tempat strategis, ternyata bisa membuat tikus enggan berada di rumah.

 

 

 

Kenapa Bawang Merah?

 

Bawang merah mengandung senyawa sulfur yang menghasilkan aroma menyengat dan tajam — aroma yang amat dibenci tikus. Karena hewan pengerat ini memiliki penglihatan yang kurang baik, mereka sangat mengandalkan indra penciuman untuk mengenali lingkungan. Ketika hidung mereka disergap bau bawang merah yang kuat, insting mereka bilang: “Tidak aman, cari tempat lain.” Sehingga, tikus cenderung menghindar tanpa harus dipancing — dia pergi dengan sendirinya.

 

 

 

Cara Praktis Mengusir Tikus dengan Bawang Merah

 

Langkahnya sangat mudah dan bisa dilakukan dalam hitungan menit:

 

1. Siapkan beberapa siung bawang merah segar. Kalau bawangnya besar, cukup 2–3 siung sudah cukup. Jika kecil, 3–4 siung.

 

 

2. Kupas kulitnya, lalu iris atau potong-potong bawang agar “aroma keluar”. Semakin banyak potongan, semakin menyebar pula aromanya.

 

 

3. Letakkan potongan bawang di lokasi-lokasi yang sering dilewati atau disinggahi tikus: misalnya di dekat celah dinding, sudut gelap, di belakang lemari, atau di dekat jalur masuk rumah.

 

 

4. Biarkan selama beberapa hari. Setelah bawang mulai layu atau aromanya memudar, gantilah dengan bawang baru agar efeknya tetap kuat. Dengan waktu dan kesabaran, rumah akan menjadi “tidak nyaman” bagi tikus — dan kemungkinan besar mereka akan pergi sendiri.

 

 

 

Metode ini sangat praktis — tanpa bahan kimia, tanpa racun — dan bisa dilakukan siapa saja.

 

 

 

Alternatif Aroma yang Bisa Dicoba Juga

 

Bawang merah bukan satu-satunya aroma alami yang bisa mengusir tikus. Bila kamu ingin bereksperimen atau ingin hasil yang lebih “kombo”, berikut aroma-aroma lain yang juga tak disukai tikus:

 

kayu manis — aroma hangat dan tajam dari kayu manis bisa ditaburkan di sudut rumah, dekat pintu, atau jalur masuk tikus.

 

Baca Juga:
Keajaiban di Lombok! Kurma Rinjani Dinobatkan Terbaik Ke-7 Dunia

cuka putih — bau asamnya yang kuat bisa membuat tikus menjauh; bisa dipakai dengan merendam kapas atau mengepel lantai menggunakan cuka.

 

Minyak aromatik seperti peppermint, lavender, atau cengkeh — teteskan minyak ke kapas lalu letakkan di area strategis; aroma mentol, harum lavender, atau cengkeh cukup tajam untuk membuat tikus mencari tempat lain.

 

Aroma pedas seperti dari bubuk cabai — bisa langsung ditaburkan di jalur masuk tikus, atau dibuat semprotan dari campuran air dan cabai untuk area yang luas.

 

Bawang lain seperti bawang putih — kalau stok bawang merah habis, bawang putih juga bisa jadi alternatif karena aroma menyengatnya.

 

 

Kamu bisa memilih sesuai kondisi dan preferensi — misalnya, jika ada anak kecil atau hewan peliharaan, sebaiknya hindari aroma terlalu menyengat dari cabai.

 

 

 

Agar Tikus Tak Kembali Lagi: Fokus Pencegahan

 

Mengandalkan aroma saja kadang tidak cukup, apalagi jika tikus sudah merasa nyaman di rumah. Untuk hasil jangka panjang, ada beberapa langkah pencegahan yang sebaiknya kamu lakukan:

 

Tutup semua celah kecil di rumah — tikus bisa menyelinap lewat lubang sekecil koin. Gunakan sealant, kawat, atau busa anti-hama untuk menutup dinding, jendela, pintu, dan ventilasi.

 

Pangkas ranting atau semak pohon di sekitar rumah — ranting yang menempel tembok bisa menjadi “jalur tol” bagi tikus untuk masuk tanpa terdeteksi.

 

Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat; bersihkan remah makanan segera setelah makan; jangan tinggalkan makanan hewan peliharaan semalaman. Dengan begini, rumah tidak lagi menjadi “restoran gratis” bagi tikus.

 

Amankan tempat sampah — gunakan tempat sampah dengan penutup rapat atau wadah logam agar bau makanan dan residu tak menarik perhatian tikus. Bersihkan secara berkala.

 

Minimalkan barang menumpuk di gudang, loteng, atau sudut-sudut rumah — tumpukan kardus, kain, kertas atau benda lain bisa jadi tempat bersarang tikus. Rapikan rumah agar tak ada ruang tersembunyi.

 

Jika memungkinkan dan cocok bagi keluarga, pertimbangkan memelihara kucing — keberadaan predator alami kadang sudah cukup membuat tikus ilfil untuk tinggal. Tapi tentu ini pilihan besar, perlu waktu dan komitmen.

 

 

 

 

Mengapa Cara Ini Layak Dicoba

 

Metode pengusiran tikus dengan bawang merah dan aroma alami lain bukan hanya mudah, tetapi juga relatif aman dibanding menggunakan racun atau perangkap kimia. Potongan bawang bisa disiapkan sendiri dalam hitungan menit, tanpa biaya besar, dan tanpa risiko paparan bahan kimia bagi anggota keluarga, anak, atau hewan peliharaan. Jika dilakukan dengan cermat — dan dibarengi langkah pencegahan — rumah bisa menjadi lingkungan yang tidak nyaman bagi tikus, sehingga kemungkinan mereka kembali sangat kecil.

 

Selain itu, metode ini juga fleksibel: kamu bisa mengombinasikan beberapa aroma sekaligus sesuai kebutuhan dan situasi di rumah. Misalnya, di dapur yang sering dilewati tikus, letakkan bawang merah; di gudang atau loteng, pakai campuran kayu manis + minyak peppermint; di sekitar pintu masuk, semprot sedikit cuka atau taburkan cabai bubuk — banyak pilihan tanpa harus bergantung pada pestisida.

 

Baca Juga:
Menyusuri Pesona Wisata Budaya dan Alam di Lereng Gunung Ciremai

Bagi kamu yang sensitif dengan bau atau punya bayi/pets, cara alami seperti ini jauh lebih aman dan ramah lingkungan.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Forum TBM Way Kanan Luncurkan Buku Antologi Kisah Rakyat dan Budaya Lokal

17 Januari 2026 - 19:40 WIB

Ancaman Spesies Asing Invasif Menggerus Ekosistem Baluran dan Ujung Kulon

3 Januari 2026 - 18:51 WIB

Peringati Hari Ibu, MY ACADEMY Perkuat Peran Ibu sebagai Entrepreneur Modern

24 Desember 2025 - 08:46 WIB

7 Sisa Bahan Makanan yang Bisa Diubah Jadi Kompos Bergizi untuk Tanaman

23 Desember 2025 - 14:56 WIB

Tips Aman Berkendara ke Puncak saat Libur Nataru, Hindari Mobil Mundur di Tanjakan

23 Desember 2025 - 00:59 WIB

Trending di Blog