Menu

Mode Gelap

Berita · 8 Des 2025 14:29 WIB

Polri Kerahkan Randurlap dan Water Treatment untuk Perkuat Layanan Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar


 Polri Kerahkan Randurlap dan Water Treatment untuk Perkuat Layanan Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Perbesar

PROLOGMEDIA – Upaya pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dikuatkan melalui pengerahan berbagai sarana pendukung oleh Polri. Dengan kondisi sejumlah wilayah yang masih terisolasi dan sebagian lainnya mengalami keterbatasan akses air bersih serta pangan, langkah cepat dan terukur menjadi kunci agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Untuk itu, Polri mengerahkan total 13 kendaraan dapur lapangan atau randurlap serta 8 unit water treatment ke titik-titik paling terdampak. Operasi ini berlangsung pada Minggu, 7 Desember 2025, dan langsung memberikan dampak bagi ribuan warga yang sebelumnya kesulitan memenuhi kebutuhan esensial sehari-hari.

 

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa keberadaan water treatment merupakan salah satu elemen paling vital dalam operasi kemanusiaan ini. Peralatan ini mampu memproduksi hingga 6.000 liter air bersih setiap hari dan menyediakan 2.500 liter air minum yang layak konsumsi. Di tengah situasi pascabencana, ketika jaringan air rusak dan sumber-sumber air terkontaminasi lumpur maupun limbah, kehadiran fasilitas ini menjadi penyelamat bagi masyarakat. Polri memastikan bahwa produksi air terus berjalan tanpa henti untuk menghindari potensi penyakit akibat konsumsi air yang tidak terjamin kebersihannya.

 

Selain memastikan ketersediaan air, keberadaan randurlap juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam operasi ini. Randurlap menyediakan makanan siap saji yang langsung didistribusikan ke titik-titik pengungsian maupun permukiman warga yang terdampak paling parah. Karena jumlahnya terbatas, penempatan kendaraan ini dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan data kebutuhan dari lapangan, jumlah masyarakat terdampak, dan tingkat akses menuju wilayah tersebut. Brigjen Trunoyudo menegaskan bahwa strategi penempatan yang terukur memastikan tidak ada randurlap yang terbuang percuma atau ditempatkan di wilayah yang sebenarnya tidak membutuhkan kapasitas besar.

 

Di Provinsi Aceh, wilayah yang mengalami dampak cukup luas, Polri menugaskan lima randurlap dan empat water treatment. Pembagian unit dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan masing-masing daerah. Dua randurlap yang berasal dari Satbrimob Polda Aceh ditempatkan di Pidie Jaya dan Aceh Barat, dua wilayah yang mengalami gangguan infrastruktur dan sulit mengakses logistik. Sementara itu, dua water treatment dari kesatuan yang sama dipusatkan di Aceh Tamiang dan Pidie Jaya untuk memenuhi kebutuhan air ribuan warga. Tidak berhenti di situ, Pasbrimob I Korbrimob mengirim satu randurlap dan satu water treatment tambahan ke Aceh Tamiang, membuat wilayah tersebut menjadi salah satu pusat operasi pemulihan terbesar. Bantuan juga datang dari luar provinsi, yaitu dari Satbrimob Polda Jambi yang menambahkan satu randurlap dan satu water treatment ke Aceh Tamiang. Satbrimob Polda Sumsel turut mengirim satu randurlap yang masih dalam perjalanan menuju Aceh Tamiang. Dengan begitu, wilayah Aceh kini diperkuat lima randurlap dan empat water treatment yang beroperasi penuh sepanjang hari.

 

Baca Juga:
Hati-hati! 10 Makanan Favorit Ini Tinggi Gluten, Bisa Bikin Sakit Perut!

Di Provinsi Sumatera Utara, konsentrasi bantuan difokuskan pada Medan dan Sibolga. Satu randurlap dari Satbrimob Polda Sumut dioperasikan di Kota Medan untuk mencukupi kebutuhan pangan warga terdampak yang berada di sejumlah titik pengungsian. Sementara itu, satu water treatment ditempatkan di Sibolga guna menjamin ketersediaan air bersih. Pasbrimob I Korbrimob yang berada di bawah kendali operasi Polda Sumut juga mengerahkan satu randurlap tambahan di Medan, memperkuat kapasitas distribusi makanan di kota tersebut. Meskipun jumlah sarana di Sumatera Utara tidak sebanyak Aceh atau Sumatera Barat, penempatan dilakukan secara efektif berdasarkan laporan lapangan yang menunjukkan daerah paling membutuhkan.

 

Adapun Sumatera Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah sarana terbesar, yakni enam randurlap dan tiga water treatment. Sebagian besar unit dikerahkan ke kawasan yang mengalami kerusakan cukup luas, termasuk Agam, Padang Pariaman, dan wilayah sekitarnya. Satbrimob Polda Sumbar mengoperasikan dua randurlap di Kota Pariaman dan satu water treatment di Kecamatan Palembayan. Selain itu, Satbrimob Polda Riau yang diperbantukan turut mengirim dua randurlap dan satu water treatment yang langsung difokuskan di Agam, sebuah daerah yang menghadapi kendala pasokan logistik akibat akses jalan yang rusak. Dukungan berikutnya datang dari Satbrimob Polda Jambi, yang mengirim satu randurlap tambahan ke Agam. Satbrimob Polda Lampung juga berpartisipasi dengan mengirim satu randurlap yang ditempatkan di Padang Pariaman. Tidak ketinggalan, Satbrimob Polda Bengkulu mengirim satu water treatment yang saat ini masih dalam perjalanan menuju Kabupaten Agam. Kehadiran beragam unit ini membuat proses pelayanan dasar bagi masyarakat Sumbar dapat berjalan lebih menyeluruh.

 

Secara total, Polri telah mengerahkan 21 sarana kemanusiaan berupa 13 randurlap dan 8 water treatment ke tiga provinsi tersebut. Jumlah yang signifikan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak bencana sekaligus mempercepat pemulihan kondisi sosial dan kesehatan warga. Brigjen Trunoyudo menegaskan bahwa seluruh langkah yang dilakukan Polri berlandaskan pada komitmen untuk menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Menurutnya, tidak boleh ada satu pun warga yang tertinggal, terutama mereka yang berada di pedalaman atau daerah yang aksesnya terputus akibat bencana.

 

Ia juga menambahkan bahwa pendistribusian air bersih dan makanan harus dilakukan secara aman dan lancar. Karena randurlap jumlahnya terbatas, penempatannya diatur sedemikian rupa agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan. Kerja sama berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan operasi ini. Polri berkolaborasi dengan pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat agar proses pelayanan dapat berjalan optimal dan mencapai wilayah-wilayah pelosok yang hingga kini masih sulit dijangkau kendaraan besar.

 

Baca Juga:
3 Resep Ayam Masak Santan Gurih Nendang

Selain randurlap dan water treatment, Polri juga memastikan bahwa distribusi logistik lain seperti obat-obatan, perlengkapan sanitasi, dan bahan kebutuhan dasar lainnya terus berjalan melalui jalur udara, laut, dan darat. Dengan memadukan berbagai jalur transportasi, penyaluran bantuan dapat menjangkau wilayah yang benar-benar terisolasi. Operasi ini rencananya berlangsung berkelanjutan sampai kondisi masyarakat kembali stabil dan pelayanan dasar bisa dipenuhi secara mandiri. Polri menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini akan terus dijalankan tanpa mengenal batas waktu, selama masyarakat masih membutuhkan kehadiran negara di tengah masa sulit pascabencana.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita