Menu

Mode Gelap

Berita · 12 Des 2025 11:29 WIB

Penanganan TPA Cipeucang Terus Berjalan, Warga Diminta Bersabar di Tengah Upaya Pembenahan


 Penanganan TPA Cipeucang Terus Berjalan, Warga Diminta Bersabar di Tengah Upaya Pembenahan Perbesar

PROLOGMEDIA – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berupaya menangani permasalahan lingkungan yang tengah menjadi sorotan publik, yakni terkait kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang berada di kawasan Serpong. Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai pihak, terutama warga sekitar, merasa prihatin atas kondisi TPA tersebut yang dinilai sudah melebihi kapasitas dan berdampak pada kualitas lingkungan serta kehidupan warga sehari-hari.

 

Pihak Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat menyampaikan seruan kepada masyarakat agar tetap bersabar sembari penanganan TPA Cipeucang terus berjalan secara bertahap. Kepala DLH Tangsel, Bani Khosyatulloh, menegaskan bahwa proses perbaikan dan penataan tidak bisa dilakukan secara sekaligus, mengingat TPA tersebut harus tetap beroperasi untuk menerima sampah dari seluruh wilayah Kota Tangsel setiap harinya. Rata-rata volume sampah yang masuk ke TPA Cipeucang mencapai sekitar 250 ton per hari, sebuah angka signifikan yang menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan fasilitas tersebut.

 

Bani menjelaskan bahwa penanganan TPA membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan teknis yang hati-hati dan berkelanjutan. Menurutnya, ada tahapan yang harus dipenuhi dengan cermat agar proses penataan tidak hanya bersifat sementara, tetapi benar-benar memberikan solusi jangka panjang yang aman bagi lingkungan dan warga sekitar. “Kami memohon masyarakat bersabar. Ada tahapan teknis yang harus dipenuhi agar proses penataan benar-benar aman dan berkelanjutan,” ujar Bani dalam pernyataannya kepada wartawan di Serpong awal Desember lalu. Ia menambahkan bahwa perbaikan dilakukan setiap hari, namun tetap harus memperhatikan stabilitas lahan dan operasional TPA agar kegiatan penerimaan sampah tidak terganggu.

 

Salah satu fokus utama pihak DLH saat ini adalah melakukan penataan ulang zona aktif pembuangan sampah di area TPA Cipeucang. Penataan ini bukan sekadar merapikan lokasi, tetapi mencakup peninjauan kembali struktur tanah, identifikasi area yang berisiko tinggi terhadap longsor atau penurunan tanah, serta penyesuaian tata letak area pembuangan agar lebih efisien dan aman. Selain itu, DLH juga tengah memperkuat struktur tanah di area-area yang dianggap rawan, sehingga resiko kerusakan lingkungan maupun keselamatan kerja petugas dapat diminimalisir.

 

Peningkatan kapasitas pemilahan sampah juga menjadi salah satu agenda penting dalam penanganan ini. Selama ini sampah yang masuk ke TPA masih banyak yang belum dipilah sesuai jenisnya, antara sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya. Dengan meningkatkan kapasitas pemilahan, diharapkan volume sampah yang benar-benar masuk ke area landfill dapat dikurangi, sementara sampah yang bisa diolah maupun dimanfaatkan kembali bisa diproses sesuai dengan kategorinya. Langkah ini sejalan dengan upaya mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih efektif dari hulu ke hilir.

 

Selain itu, pengaturan alur pembuangan dan akses operasional juga menjadi bagian penting dari paket perbaikan yang sedang berjalan. DLH mengaku masih menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama terkait pengujian struktur dan pengaturan alur pembuangan yang membutuhkan waktu penyelesaian lebih panjang. Langkah ini penting dilakukan agar tidak hanya efisien, tetapi juga aman bagi semua pihak yang terlibat, termasuk para petugas yang sehari-hari bekerja dalam lingkungan yang penuh tantangan.

Baca Juga:
Drama Waskita Karya! Jual Tol Demi Utang: Ambisi Infrastruktur Berakhir Tragis?

 

Mengetahui kekhawatiran warga dan kritik yang berkembang di masyarakat, pihak DLH Tangsel menyatakan bahwa mereka membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat. Diskusi ini mencakup komunitas lingkungan, akademisi, hingga tokoh masyarakat setempat. Bani menyatakan bahwa kritik dari publik justru menjadi masukan penting dalam memperkuat kebijakan pengelolaan sampah dan penataan TPA Cipeucang. Dialog yang dibuka diharapkan dapat memperkaya berbagai alternatif solusi, sehingga keputusan yang diambil nanti mencerminkan aspirasi warga sekaligus prinsip keberlanjutan lingkungan.

 

Namun, tantangan yang dihadapi tidak hanya datang dari sisi teknis. Warga sekitar TPA Cipeucang selama ini merasa terdampak oleh kondisi TPA yang berada sangat dekat dengan pemukiman mereka. Beberapa warga secara terbuka telah menuntut penutupan lokasi pembuangan sampah ini karena dianggap mengganggu kesehatan serta kenyamanan hidup. Mereka mengeluhkan bau sampah yang menyengat, potensi pencemaran air lindi ke lingkungan sekitar, serta keberadaan sampah yang sudah terlalu dekat dengan hunian warga. Aspirasi tersebut mencerminkan bahwa persoalan pengelolaan sampah bukan hanya masalah teknis semata, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kesejahteraan masyarakat.

 

Menanggapi respons warga tersebut, pemerintah kota menyatakan bahwa penutupan TPA secara langsung saat ini belum menjadi pilihan praktis karena belum ada lokasi alternatif yang siap beroperasi dengan kapasitas yang setara. Upaya kerja sama pengelolaan sampah dengan daerah lain, seperti dengan Kabupaten Pandeglang maupun lokasi di luar Tangsel, sempat digagas namun belum mencapai kesepakatan operasional yang pasti. Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah kemudian menyiapkan landfill keempat di area TPA Cipeucang untuk menambah kapasitas penanganan sampah yang ada saat ini, sambil terus merencanakan strategi jangka panjang yang lebih komprehensif.

 

Selain itu, pemerintah juga tengah mempersiapkan rencana pembebasan lahan tambahan seluas sekitar 5 hektare yang ditargetkan terealisasi pada tahun 2026. Lahan tambahan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi keseluruhan untuk memperluas kapasitas pengelolaan dan penataan TPA, termasuk memperluas area pemilahan, pengolahan, dan fasilitas lain yang terkait pengelolaan sampah. Upaya ini juga dimaksudkan untuk memperbaiki aspek lingkungan dan sosial, sehingga keberadaan TPA tidak lagi menjadi beban besar bagi warga di sekitar kawasan tersebut.

 

Tak hanya sebatas penataan lahan, pemerintah kota juga mengajak warga untuk mengambil peran aktif dalam mengurangi timbulan sampah rumah tangga. DLH Tangsel mengingatkan bahwa pengurangan sampah yang efektif harus dimulai dari tingkat rumah tangga, seperti melalui pemilahan sampah dasar, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pemanfaatan program bank sampah yang telah tersedia. Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan, diharapkan beban yang harus ditangani oleh TPA dapat berkurang secara signifikan.

 

Baca Juga:
Gubernur Andra Soni Buka Kita Indonesia RRI Fest 2025, Tegaskan Banten sebagai Daerah Kaya Sejarah dan Peradaban

Seiring dengan berjalannya berbagai program perbaikan dan dialog dengan masyarakat, pemerintah kota berharap proses penanganan TPA Cipeucang dapat berjalan lancar dan mendapatkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Meskipun proses ini tidak mudah dan membutuhkan waktu, Pemkot Tangsel menegaskan komitmennya untuk mencari solusi terbaik yang tidak hanya mengatasi persoalan teknis, tetapi juga memberikan hasil nyata bagi kualitas lingkungan dan kehidupan warga di masa depan.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Trending di Berita