PROLOGMEDIA – Memasak ikan goreng yang sempurna bukanlah sekadar memasukkan ikan ke dalam minyak panas lalu menunggu hingga matang. Bagi banyak orang, terutama yang gemar memasak di rumah, pengalaman menggoreng ikan sering kali diwarnai dengan tantangan: daging ikan yang berubah keras dan kering, tekstur yang kurang menggugah selera, hingga aroma amis yang sulit dihilangkan meskipun sudah matang. Ujung-ujungnya, hidangan yang semula ingin disajikan sebagai menu istimewa untuk keluarga justru menjadi kurang memuaskan. Namun, dengan mengetahui teknik dan langkah yang benar sejak awal, semua masalah itu bisa diatasi. Inilah kisah lengkap di balik tips memasak ikan goreng agar tetap lembut, renyah di luar, serta bebas dari bau amis yang mengganggu, dan bagaimana kamu bisa mengaplikasikannya sendiri di dapur rumah.
Hal pertama dan paling fundamental bagaimana pun juga adalah memilih ikan yang segar. Kesegaran ikan memiliki peran besar dalam menentukan kualitas hidangan. Ikan yang jawabannya sudah basi atau tidak segar tentu akan memiliki daging yang cepat hancur saat dimasak, mudah berbau, dan rasanya kurang nikmat. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli, pastikan kamu memilih ikan yang memiliki mata jernih, insang berwarna merah cerah, serta tubuh yang elastis dan menempel kuat pada tulangnya. Ikan yang segar biasanya juga tidak memiliki bau amonia atau busuk yang menyengat; bau yang tercium adalah bau laut segar atau air tawar yang lembut. Semua ciri ini penting untuk memastikan hasil gorengan ikan yang maksimal tanpa bau amis tak sedap sejak dari awal.
Setelah ikan yang segar berada di tangan, langkah berikutnya bukan langsung menggoreng, melainkan membersihkan ikan dengan seksama. Proses ini mencakup membuang sisik, membersihkan insang, dan membuang isi perut hingga bersih. Jika bagian internal ikan dibiarkan penuh kotoran atau darah, hal ini akan menjadi sumber bau yang kuat saat digoreng. Oleh karena itu, membilas ikan di bawah air mengalir dan mengeringkannya dengan tisu dapur sangat dianjurkan. Ikan yang masih basah ketika dimasukkan ke dalam minyak akan menyebabkan suhu minyak menurun drastis, berpotensi membuat ikan menyerap lebih banyak minyak dan menjadi berminyak atau teksturnya menjadi kurang sempurna, bahkan bisa memercikkan minyak dan berbahaya.
Selanjutnya, teknik marinasi yang tepat memainkan peran penting tidak hanya untuk menghilangkan bau amis tetapi juga untuk meresapkan cita rasa ke dalam daging ikan. Banyak orang menganggap marinasi hanya sebagai langkah tambahan, padahal ini adalah fase penting dalam proses memasak ikan. Cara yang umum dan efektif dilakukan adalah dengan melumuri ikan menggunakan perasan air jeruk nipis atau lemon selama beberapa menit. Asam alami dalam jeruk memberikan dua dampak langsung: mengurangi senyawa penyebab bau amis pada ikan serta memberikan rasa segar yang menyatu dengan daging ikan. Namun perlu diingat, jangan terlalu lama merendam ikan dalam perasan jeruk karena ini bisa membuat tekstur daging ikan menjadi terlalu lembek atau bahkan terlihat matang seperti pada sashimi.
Setelah direndam jeruk, bilas kembali ikan lalu lanjutkan dengan membumbui ikan menggunakan campuran rempah serta bumbu dapur yang cocok. Campuran bumbu yang umum digunakan di rumah antara lain bawang putih halus, ketumbar bubuk, parutan jahe, kunyit parut, dan sedikit garam. Tidak hanya bumbu-bumbu ini membantu menangkal bau amis, tetapi juga membuat ikan semakin kaya cita rasa yang mendalam dan menggugah selera ketika digoreng nanti. Bumbu halus ini bekerja meresap ke dalam serat ikan, sehingga saat dimasak, ikan tidak hanya terasa gurih di permukaan tetapi juga dari dalam dagingnya.
Baca Juga:
Catat! Libur Nasional & Cuti Bersama 2026 Resmi Diumumkan, Ada 5 Hari untuk Lebaran!
Kemudian datanglah tahap yang paling sering dianggap remeh oleh banyak orang: menggoreng ikan dengan minyak yang cukup banyak dan panas yang tepat. Teknik ini tidak hanya membuat ikan matang sempurna, tetapi juga penting untuk mendapatkan tekstur yang diidamkan banyak orang: renyah di luar, namun lembut di dalam. Minyak yang terlalu sedikit atau suhu minyak terlalu rendah akan menyebabkan ikan menyerap terlalu banyak minyak, membuatnya lembek, berminyak, dan mudah hancur. Idealnya, minyak dipanaskan hingga mencapai suhu antara 160°C hingga 180°C sebelum ikan dimasukkan. Pada suhu optimal ini, permukaan ikan akan langsung mengunci kelembaban, menghasilkan kerak luar yang garing tanpa membuat daging ikan kehilangan kelembutannya.
Saat proses penggorengan berlangsung, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar hasilnya sempurna. Misalnya, hindari menggoreng terlalu banyak ikan sekaligus. Ketika terlalu banyak ikan dimasukkan ke dalam minyak panas, suhu minyak turun drastis sehingga ikan menyerap lebih banyak minyak dan hasilnya menjadi kurang memuaskan. Akan jauh lebih baik bila kamu menggoreng ikan dalam jumlah kecil secara bergantian. Hal berikutnya adalah jangan terlalu sering membolak-balik ikan di dalam minyak. Biarkan satu sisi ikan matang dulu hingga berwarna kuning kecokelatan sebelum dibalik ke sisi lainnya. Terlalu sering membalik ikan dapat membuatnya hancur, dagingnya menyerap minyak terlalu banyak, dan teksturnya menjadi kurang enak.
Tak kalah penting adalah memperhatikan waktu menggoreng yang tepat. Lamanya ikan digoreng sangat bergantung pada ukuran dan ketebalan ikan yang digunakan. Untuk fillet ikan, waktu penggorengan bisa sekitar 3–5 menit pada satu sisi, lalu 2–5 menit pada sisi lainnya. Waktu yang terlalu lama justru akan membuat ikan kering dan keras, sehingga jauh dari cita rasa yang diharapkan. Ketika ikan sudah matang dengan warna keemasan yang menggoda, angkat dan tiriskan ikan di atas kertas minyak atau tisu dapur. Ini membantu menyerap minyak berlebih sehingga ikan goreng yang disajikan tetap renyah dan tidak terlalu berminyak.
Selain teknik-teknik di atas, banyak juga orang yang menambahkan langkah-langkah tambahan untuk memastikan ikan benar-benar bebas bau amis. Misalnya, sebelum goreng, beberapa memasukkan garam dan tepung ke dalam minyak panas untuk membantu mencegah minyak meletup dan mengurangi bau tak sedap saat memasak. Ada pula yang memasukkan irisan jeruk nipis saat ikan mulai digoreng sebagai cara alternatif untuk memberikan aroma segar dan membantu menetralkan bau ikan.
Baca Juga:
4 Destinasi Wisata Hits di Kabupaten Bekasi untuk Liburan Akhir Tahun Anti-Mainstream
Dengan menerapkan rangkaian langkah ini – mulai dari pemilihan ikan segar, pembersihan teliti, marinasi beraroma, pemanasan minyak yang tepat, hingga teknik penggorengan yang benar – kamu bisa menyajikan ikan goreng yang tidak hanya menggugah selera tetapi juga bebas dari kelemahan-kelemahan umum seperti daging keras, berminyak, atau berbau amis. Teknik sederhana namun efektif ini akan membuat pengalaman memasak ikan di dapur rumah terasa lebih menyenangkan dan hasilnya memuaskan setiap kali disajikan untuk keluarga ataupun tamu.









