Menu

Mode Gelap

Berita · 23 Des 2025 12:16 WIB

Emas Antam Tembus Rekor Baru, Harga Capai Rp 2,56 Juta per Gram


 Emas Antam Tembus Rekor Baru, Harga Capai Rp 2,56 Juta per Gram Perbesar

PROLOGMEDIA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencetak rekor baru yang menandai level tertinggi sepanjang sejarah atau yang biasa disebut all time high. Pada perdagangan Selasa, 23 Desember 2025, harga emas 24 karat naik signifikan sebesar Rp 59.000 per gram, menembus angka Rp 2.561.000 per gram. Kenaikan ini menandai lonjakan yang cukup besar jika dibandingkan dengan harga tertinggi sebelumnya yang tercatat hanya Rp 2.502.000 per gram pada hari Senin, sehari sebelumnya. Pergerakan harga ini menjadi perhatian utama investor maupun masyarakat yang mengikuti dinamika pasar logam mulia.

Melihat rincian harga berdasarkan ukuran, emas batangan terkecil dengan berat 0,5 gram kini dipasarkan seharga Rp 1.330.500. Untuk emas ukuran 1 gram, harganya mencapai Rp 2.561.000. Sementara untuk ukuran 2 gram dan 3 gram, harganya masing-masing Rp 5.072.000 dan Rp 7.590.000. Emas 5 gram dijual dengan harga Rp 12.620.000, sedangkan ukuran 10 gram dibanderol Rp 25.105.000. Bahkan emas batangan ukuran terbesar, yaitu 1.000 gram atau 1 kilogram, dipasarkan seharga Rp 2.501.600.000. Lonjakan harga pada berbagai ukuran emas ini menunjukkan daya tarik emas sebagai salah satu instrumen investasi yang tetap diminati di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Jika ditinjau dalam jangka waktu seminggu terakhir, harga emas Antam bergerak di kisaran Rp 2.470.000 hingga Rp 2.561.000 per gram. Sementara pergerakan dalam sebulan terakhir menunjukkan rentang harga Rp 2.340.000 sampai Rp 2.561.000 per gram. Tren kenaikan harga ini mencerminkan dinamika pasar emas yang sangat responsif terhadap berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi domestik, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan perkembangan harga emas global. Lonjakan harga emas batangan Antam dalam beberapa hari terakhir memang cukup signifikan, terutama karena memecahkan rekor tertinggi yang baru saja dicatat pada hari sebelumnya.

Tidak hanya harga jual, harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan. Harga buyback, yaitu harga yang ditawarkan Antam jika pemilik emas ingin menjual kembali emasnya, naik sebesar Rp 59.000 per gram menjadi Rp 2.420.000. Kenaikan buyback ini memberikan peluang bagi pemilik emas untuk mendapatkan keuntungan lebih tinggi jika menjual logam mulia mereka saat ini. Meski demikian, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024. Pajak ini dipotong langsung dari total nilai transaksi saat pelaksanaan buyback.

Kenaikan harga emas ini juga mendorong minat investasi di logam mulia, baik untuk tujuan simpanan maupun investasi jangka panjang. Investor melihat emas sebagai aset yang cenderung stabil dan aman dari gejolak pasar saham atau volatilitas nilai tukar mata uang. Dalam situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, emas menjadi pilihan alternatif bagi banyak orang untuk menjaga nilai kekayaan mereka. Lonjakan harga emas Antam menunjukkan bahwa permintaan terhadap emas tetap tinggi, meskipun harganya telah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.

Baca Juga:
Rekomendasi Soto Terenak di Banten: Kuliner Hangat yang Wajib Dicoba Saat Musim Hujan

Selain faktor permintaan domestik, harga emas juga dipengaruhi oleh harga emas global. Ketika harga emas dunia naik, harga emas Antam di Indonesia biasanya mengikuti tren yang sama. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga memainkan peran penting. Jika rupiah melemah terhadap dolar, harga emas dalam rupiah cenderung naik karena emas dihargai dalam dolar di pasar internasional. Faktor-faktor inilah yang membuat pergerakan harga emas Antam tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi lokal tetapi juga oleh dinamika pasar global.

Tren kenaikan emas Antam selama sebulan terakhir memperlihatkan bahwa harga emas telah meningkat secara berkelanjutan. Dalam sebulan terakhir, harga emas batangan Antam berada pada rentang Rp 2.340.000 hingga Rp 2.561.000 per gram, mencerminkan pertumbuhan yang stabil dan konsisten. Lonjakan harga ini tentu menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari investor individu hingga lembaga keuangan yang memanfaatkan emas sebagai instrumen diversifikasi portofolio. Fenomena ini juga menunjukkan bahwa emas tetap menjadi aset yang diminati masyarakat luas, terutama di momen akhir tahun ketika banyak orang mencari instrumen investasi yang aman.

Dengan kenaikan harga yang signifikan, transaksi jual beli emas Antam pun semakin ramai. Banyak nasabah yang membeli emas batangan sebagai bentuk investasi jangka panjang, sementara sebagian lainnya melakukan buyback untuk meraih keuntungan dari kenaikan harga. Lonjakan harga ini juga memengaruhi harga emas per gram untuk berbagai ukuran, sehingga setiap transaksi membutuhkan perhitungan yang matang. Investor biasanya mempertimbangkan tren harga, fluktuasi pasar, dan kebijakan pajak sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual emas mereka.

Harga emas Antam yang melonjak tinggi ini juga menjadi indikator penting bagi ekonomi domestik. Pergerakan harga emas sering digunakan sebagai salah satu tolok ukur stabilitas pasar keuangan. Ketika harga emas naik, ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung mencari aset yang aman dan menilai emas sebagai proteksi terhadap inflasi atau gejolak ekonomi lainnya. Selain itu, kenaikan harga emas bisa memengaruhi keputusan investasi dan strategi keuangan individu maupun institusi. Banyak pihak yang menilai bahwa emas merupakan instrumen yang strategis, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi yang terus berlangsung.

Kenaikan harga emas Antam juga menjadi sorotan media dan masyarakat karena mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diminati, meskipun harga sudah menembus angka tertinggi sepanjang sejarah. Lonjakan ini memicu perbincangan di kalangan investor dan masyarakat umum tentang strategi investasi yang tepat, termasuk kapan waktu yang ideal untuk membeli atau menjual emas. Banyak orang yang memanfaatkan momentum ini untuk menambah koleksi emas atau menjual sebagian kepemilikannya demi memperoleh keuntungan.

Baca Juga:
Skandal TPPU Terungkap! DJP Kejar Aset Hingga Singapura, Negara Rugi Puluhan Miliar!

Dengan begitu, lonjakan harga emas Antam yang mencapai Rp 2.561.000 per gram mencerminkan kombinasi dari permintaan pasar yang tinggi, faktor ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, dan strategi investasi masyarakat. Fenomena ini menegaskan posisi emas sebagai aset yang tidak lekang oleh waktu dan tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari keamanan dan stabilitas. Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, emas Antam tetap menjadi simbol investasi yang terpercaya dan diminati oleh berbagai kalangan, baik individu maupun institusi, yang ingin menjaga dan mengembangkan nilai kekayaan mereka.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang Kecamatan Negeri Agung, Infrastruktur Jalan Jadi Fokus Utama

10 Februari 2026 - 20:24 WIB

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo, Pasar Km 02 Way Kanan Dibersihkan Lewat Kurve Gabungan

5 Februari 2026 - 14:08 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Way Kanan Salurkan Bansos untuk Warga Blambangan Umpu

31 Januari 2026 - 12:10 WIB

TMMD ke-127 Tahun 2026 di Cikeusal Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Ketahanan Pangan

29 Januari 2026 - 20:28 WIB

Wakili Bupati, Kadis Sosial Resmikan Temu Karya Daerah Karang Taruna Way Kanan Tahun 2026

26 Januari 2026 - 16:10 WIB

Peringatan HAB Kemenag ke-80 di Serang, Bupati Soroti Tantangan Moral dan Era AI

3 Januari 2026 - 21:23 WIB

Trending di Berita