Domba Merino dikenal sebagai salah satu jenis domba paling istimewa di dunia. Asalnya dari Spanyol, tapi kini banyak dibudidayakan di Australia, Selandia Baru, hingga mulai diminati di Indonesia. Keunggulan utamanya terletak pada wol yang halus dan berkualitas tinggi, sehingga sering disebut sebagai “emas putih” di industri tekstil.
Domba merino benar-benar memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Selain wol yang berkualitas tinggi dan diburu indsutri fashion global, daging domba merino juga memiliki harga jual yang cukup tinggi. Selain itu, domba jenis merino mudah beradaptasi dengan iklim apapun meski berasal dari daerah yang beriklim sedang.
Persiapan Beternak Domba Merino
Membangun kandang yang sesuai adalah langkah pertama dalam merawat domba dengan baik. Pastikan kandang memiliki suasana yang teduh, bersih, dan kering untuk menjaga kenyamanan hewan. Ciptakan lingkungan yang bersih dengan membuat lantai kandang berbentuk panggung. Hal ini supaya kotoran dapat jatuh ke bawah dan tidak mengotori area tempat domba berada. Selain itu, ventilasi yang baik sangat penting untuk mencegah kelembapan yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
Pakan merupakan faktor kunci dalam kesehatan dan produktivitas domba. Pakan utama yang disarankan meliputi rumput gajah, odot, dan leguminosa, yang kaya akan nutrisi. Selain itu, tambahkan konsentrat seperti dedak padi, jagung giling, dan bungkil kedelai untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein. Suplemen mineral dan vitamin juga sangat penting untuk menjaga kesehatan bulu serta mendukung reproduksi yang optimal.
Perawatan bulu adalah aspek penting lainnya dalam pemeliharaan Domba Merino. Domba ini harus dicukur setidaknya sekali dalam setahun untuk menjaga kesehatan bulunya. Proses pencukuran tidak hanya membantu menjaga kebersihan, tetapi juga mencegah masalah kesehatan yang dapat timbul akibat bulu yang terlalu panjang dan kusam.
Analisis Usaha Beternak Domba Merino di Indonesia
Kebutuhan Modal Awal
Untuk memulai peternakan kecil (misalnya 10 ekor domba Merino), kira-kira yang perlu dipersiapkan adalah:
- Bibit domba Merino: Rp5–7 juta/ekor (tergantung usia & kualitas) → total Rp50–70 juta.
- Pembuatan kandang: Rp15–25 juta (kandang panggung untuk 10–15 ekor).
- Pakan awal & suplemen: Rp2–3 juta/bulan.
- Perawatan & tenaga kerja: Rp2 juta/bulan.
👉 Total modal awal sekitar Rp70–100 juta untuk skala kecil.
Sumber Penghasilan
- Wol Merino: Setiap ekor bisa menghasilkan 4–6 kg wol per tahun. Harga wol Merino berkisar Rp300.000–600.000/kg di pasar global.
- Penjualan daging: Setelah masa pemeliharaan, domba jantan bisa dijual dengan harga tinggi, apalagi menjelang Idul Adha.
- Bibit domba: Induk betina bisa menghasilkan anakan 1–2 ekor per kelahiran, memberi tambahan penghasilan dari penjualan bibit.
Estimasi Keuntungan
Dengan 10 ekor domba Merino:
- Wol: 50 kg/tahun × Rp400.000 = Rp20 juta.
- Penjualan domba pedaging (5 ekor per tahun) = Rp25–30 juta.
- Potensi penjualan anakan = Rp15–20 juta.
👉 Total potensi omzet bisa mencapai Rp60–70 juta/tahun, belum termasuk jika wol dijual ke industri ekspor yang harganya lebih tinggi.
Wol Merino dikenal karena kualitasnya yang tinggi, sehingga sangat diminati oleh para perancang busana dan pengrajin lokal. Dengan strategi branding yang baik, Anda dapat meningkatkan nilai jual wol ini. Menciptakan citra produk yang premium, seperti menonjolkan keunggulan kualitas dan keberlanjutan, dapat membantu menarik perhatian konsumen yang bersedia membayar lebih untuk produk yang berkualitas.
Baca Juga:
Ompreng MBG Palsu: BGN Bongkar Modus Curang Impor China, Label SNI Bodong
Domba Merino juga memiliki potensi pasar yang besar sebagai sumber daging. Merino juga menjadi pilihan favorit untuk hewan qurban. Dengan harga yang premium, menjual domba Merino untuk keperluan qurban dapat memberikan keuntungan yang signifikan. Pastikan domba Anda dalam kondisi sehat dan berkualitas sehingga menarik minat pembeli yang menginginkan hewan qurban terbaik.
Dalam era digital saat ini, memanfaatkan media sosial dan platform marketplace adalah langkah yang sangat efektif untuk menjangkau pembeli di seluruh Indonesia. Website ofisial juga dapat membantu pemasaran ternak domba merino anda. Anda dapat memberikan informasi lebih lengkap tentang kualitas produk, cara pemeliharaan, dan cara pemesanan. Strategi marketing online ini tidak hanya meningkatkan visibilitas, tetapi juga memudahkan konsumen dalam melakukan pembelian.
Dengan mempertahankan kualitas domba Merino, Anda juga bisa mempertimbangkan peluang untuk menembus pasar luar negeri, terutama di Asia Tenggara. Banyak negara di kawasan ini yang mencari produk domba berkualitas, baik untuk wol maupun daging. Membangun kerjasama dengan importir atau distributor di luar negeri dapat membuka pintu untuk ekspor. Pastikan untuk mengikuti regulasi dan standar yang ditetapkan untuk produk hewan, sehingga produk Anda dapat diterima di pasar internasional.
Perbandingan Beternak Domba Merino vs Domba Lokal
Domba Merino memiliki asal usul yang kaya, berasal dari Spanyol dan kini banyak dibudidayakan di Australia dan Selandia Baru. Fokus utama dari pengembangan domba Merino adalah pada produksi wol premium yang sangat dihargai di industri tekstil global. Wol yang dihasilkan dikenal karena kelembutan dan kehalusannya, menjadikannya bahan yang dicari oleh para perancang dan produsen fashion.
Sedangkan domba lokal seperti Garut, Priangan, dan Jonggol merupakan hasil persilangan berbagai ras di Nusantara. Domba-domba ini umumnya dibudidayakan untuk tujuan pedaging atau kontes, dengan karakteristik yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat lokal.
Kualitas Produk
Kualitas produk dari kedua jenis domba ini sangat berbeda. Wol Merino, yang sering disebut sebagai “emas putih,” memiliki tekstur yang halus dan tipis, menjadikannya pilihan utama di industri fashion global. Nilai ekonominya yang tinggi membuatnya menjadi investasi yang menjanjikan. Sebaliknya, domba lokal lebih unggul dalam hal daging, terutama pada saat menjelang Idul Adha atau untuk konsumsi harian masyarakat. Daging domba lokal dikenal memiliki rasa yang lezat dan kualitas yang baik, menjadikannya pilihan favorit di pasar domestik.
Adaptasi Lingkungan
Dari segi adaptasi lingkungan, domba Merino memerlukan perawatan ekstra, terutama di iklim tropis Indonesia. Mereka rentan terhadap panas, jamur, dan kutu, sehingga memerlukan manajemen yang lebih baik untuk menjaga kesehatan. Di sisi lain, domba lokal telah beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan tropis, menjadikannya lebih tahan terhadap penyakit dan lebih mudah dipelihara.
Pakan dan perawatan juga menjadi faktor penting dalam budidaya kedua jenis domba ini. Domba Merino memerlukan pakan berkualitas tinggi, pencukuran bulu yang rutin, dan manajemen kandang yang lebih modern untuk memastikan kesehatan dan produktivitasnya. Sementara itu, domba lokal lebih fleksibel terhadap pakan seadanya, meskipun tetap membutuhkan nutrisi seimbang agar dapat tumbuh optimal. Hal ini membuat domba lokal lebih mudah dirawat oleh peternak yang memiliki sumber daya terbatas.
Pasar dan Permintaan
Dalam hal pasar dan permintaan, domba Merino menawarkan peluang besar di pasar wol internasional. Namun, untuk memanfaatkan peluang ini, diperlukan jalur ekspor yang efisien dan strategi pemasaran yang lebih luas. Sementara itu, domba lokal memiliki permintaan yang stabil di dalam negeri, terutama untuk konsumsi daging dan kebutuhan qurban. Dengan memahami karakteristik masing-masing jenis domba, peternak dapat menentukan strategi yang tepat untuk memaksimalkan potensi pasar.
Dalam hal harga bibit, domba Merino jauh lebih mahal dibandingkan domba lokal. Bibit domba Merino biasanya dihargai antara Rp5–7 juta per ekor, mencerminkan kualitas dan potensi produksinya yang tinggi. Sebaliknya, bibit domba lokal lebih terjangkau, berkisar antara Rp1–2 juta per ekor, tergantung pada jenis dan ukuran. Hal ini membuat domba lokal lebih mudah diakses oleh peternak kecil dan masyarakat umum.
Baca Juga:
Air Rebusan Kacang Hijau Jadi Tren Sehat: Ragam Manfaatnya dari Kontrol Gula Darah hingga Tingkatkan Energi
Dengan perbandingan ini, dapat dilihat bahwa baik domba Merino maupun domba lokal memiliki keunggulan masing-masing yang dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasar. Keduanya sama-sama menjanjikan, tergantung arah usaha yang ingin dituju: bisnis wol kelas dunia atau bisnis daging konsumsi yang stabil.









