Menu

Mode Gelap

Blog · 6 Nov 2025 18:43 WIB

Banten Catat Rekor: Angka Harapan Hidup Naik, Lansia Jadi Prioritas!


 Banten Catat Rekor: Angka Harapan Hidup Naik, Lansia Jadi Prioritas! Perbesar

SERANG – Di tengah gemerlap pembangunan dan dinamika modernitas, Provinsi Banten menorehkan catatan emas yang membanggakan. Angka Harapan Hidup (AHH) di wilayah ini, sebuah indikator krusial yang mencerminkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, kini melambung tinggi, mencapai 75,33 tahun.

Sebuah pencapaian yang tak hanya menggembirakan, namun juga menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk semakin memfokuskan perhatian pada kesejahteraan para lanjut usia (lansia), generasi emas yang telah berjasa membangun daerah.

Gubernur Banten, Andra Soni, dengan penuh semangat menegaskan komitmen Pemprov untuk terus meningkatkan kualitas hidup para lansia. Baginya, kenaikan AHH ini adalah bukti nyata dari kerja keras seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan layanan kesehatan, pendidikan, dan standar hidup yang layak.

Namun, ia juga menyadari bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, terutama dalam memastikan para lansia dapat menikmati masa tuanya dengan sehat, aktif, dan produktif.

“Ini adalah sebuah anugerah sekaligus tanggung jawab bagi kita semua,” ujar Andra Soni dengan nadaOptimis usai mengikuti kegiatan Senam Bersama Lansia yang berlangsung meriah di halaman parkir Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang.

“Kita harus memastikan bahwa para lansia di Banten tidak hanya panjang umur, tetapi juga memiliki kualitas hidup yang baik, dapat terus berkontribusi bagi masyarakat, dan merasa bahagia di usia senja mereka.”

Kegiatan Senam Bersama Lansia yang digagas oleh Pokja I Tim Penggerak PKK Provinsi Banten ini menjadi simbol dari perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap para lansia.

Acara ini bukan hanya sekadar ajang olahraga ringan, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi, berbagi cerita, dan membangkitkan semangat kebersamaan di antara para lansia.

“Senam ini adalah salah satu upaya kita untuk menjaga kebugaran fisik dan mental para lansia,” jelas Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, dengan senyum sumringah. “Dengan rutin berolahraga, para lansia dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penyakit, dan menjaga semangat tetap membara.”

Tinawati juga menambahkan bahwa PKK sebagai garda terdepan dalam pembangunan keluarga memiliki komitmen yang kuat untuk memberdayakan para lansia.

“Kami ingin para lansia merasa bahwa mereka tidak sendiri, bahwa pemerintah dan masyarakat selalu ada untuk mereka,” tegasnya.

“Kami akan terus berupaya untuk menciptakan program-program yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan para lansia, sehingga mereka dapat terus berkarya dan menginspirasi generasi muda.”

IPM Banten Meningkat: Investasi untuk Masa Depan Gemilang

Peningkatan AHH di Banten tidak terjadi secara tiba-tiba. Ini adalah hasil dari investasi jangka panjang dalam berbagai sektor pembangunan, terutama kesehatan, pendidikan, dan standar hidup yang layak.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Banten menunjukkan tren positif yang signifikan.

Pada dimensi kesehatan, umur harapan hidup bayi yang lahir pada tahun 2025 mencapai 75,33 tahun, naik 0,36 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa kualitas layanan kesehatan di Banten semakin meningkat, mulai dari pelayanan ibu dan anak, pencegahan penyakit menular, hingga penanganan penyakit tidak menular.

Baca Juga:
Kembalinya Step Aerobik: Tren Kebugaran Era 80-an yang Populer Lagi dan Manfaatnya untuk Tubuh

Selain itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat juga semakin meningkat, yang tercermin dari semakin banyaknya masyarakat yang berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Pada dimensi pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun meningkat dari 13,10 tahun menjadi 13,11 tahun, dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas naik dari 9,23 tahun menjadi 9,56 tahun.

Peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya akses dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan formal.

Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di semua jenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi, melalui berbagai program seperti peningkatan kompetensi guru, penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai, dan pemberian beasiswa kepada siswa berprestasi.

Dari sisi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita per tahun meningkat sebesar Rp401 ribu menjadi Rp13,50 juta per tahun atau tumbuh 3,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Banten semakin meningkat, yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil, peningkatan lapangan kerja, dan pengendalian inflasi yang efektif.

Lansia Sehat, Banten Kuat: Visi Pembangunan Berkelanjutan

Peningkatan AHH dan IPM di Banten adalah modal penting untuk mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kesejahteraan seluruh masyarakat.

Pemerintah Provinsi Banten menyadari bahwa para lansia adalah aset berharga yang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan kearifan yang dapat ditularkan kepada generasi muda.

Oleh karena itu, pemerintah akan terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para lansia agar dapat terus berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Kita tidak boleh melupakan jasa-jasa para lansia yang telah membangun Banten ini,” tegas Gubernur Andra Soni. “Kita harus memberikan penghargaan dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada mereka, serta memastikan bahwa mereka mendapatkan pelayanan dan perlindungan yang layak.”

Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan para lansia, antara lain:

– Peningkatan Akses Layanan Kesehatan: Memperluas jangkauan layanan kesehatan yang ramah lansia, menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai, dan memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan tentang penanganan penyakit yang sering dialami oleh lansia.

– Pemberian Bantuan Sosial: Memberikan bantuan sosial kepada lansia yang kurang mampu, seperti bantuan pangan, bantuan perumahan, dan bantuan biaya hidup.

– Peningkatan Keterampilan dan Pelatihan: Menyelenggarakan pelatihan keterampilan dan kewirausahaan bagi lansia agar mereka dapat tetap produktif dan menghasilkan pendapatan tambahan.

– Penyediaan Ruang Publik yang Ramah Lansia: Membangun taman, pusat kegiatan, dan fasilitas publik lainnya yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan para lansia.

Baca Juga:
Prabowo Dorong 88,7 Juta Rumah Tangga Miliki Rekening Bank: Upaya Layanan Keuangan Merata

– Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Mengkampanyekan pentingnya

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Serang Terima Penghargaan Nasional APDESI di Rakernas 2026

16 Februari 2026 - 13:33 WIB

Forum TBM Way Kanan Luncurkan Buku Antologi Kisah Rakyat dan Budaya Lokal

17 Januari 2026 - 19:40 WIB

Ancaman Spesies Asing Invasif Menggerus Ekosistem Baluran dan Ujung Kulon

3 Januari 2026 - 18:51 WIB

Peringati Hari Ibu, MY ACADEMY Perkuat Peran Ibu sebagai Entrepreneur Modern

24 Desember 2025 - 08:46 WIB

7 Sisa Bahan Makanan yang Bisa Diubah Jadi Kompos Bergizi untuk Tanaman

23 Desember 2025 - 14:56 WIB

Tips Aman Berkendara ke Puncak saat Libur Nataru, Hindari Mobil Mundur di Tanjakan

23 Desember 2025 - 00:59 WIB

Trending di Blog